Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembuatan Serat Tekstil Rayon Viskosa

Pembuatan Serat Tekstil Rayon Viskosa

Ratings: (0)|Views: 743 |Likes:

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Abdul Rohman Heryadi on Nov 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

 
Proses Pembuatan Serat Rayon Viskosa
Diringkas dari Modul Pembuatan Serat Tekstil olehAbdul Rohman Heryadi 08.K40059Jurusan Kimia Tekstil 2008Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung
1. Alkalisasi (Pembuatan Alkali Selulosa)
Proses pembentukan alkali selulosa dengan mereaksikan selulosa yangberbentuk pulp dengan NaOH 18%. Tujuannya adalah mendapatkan hasil berupa
slurry alkali selulosa
, penggembungan selulosa, menghilangkan kotoran, danmelarutkan hemiselolusa dengan NaOH.Prosesnya dilakukan pada
 pulper 
, pulp dimasukan ditambah NaOH danMnSO
4
(katalis) hasilnya berupa slurry lalu dipompa ke
slurry tank 
sehinggamenghasilkan alkali selulosa. Lanjut ke
slurry press
untuk menghilangkan kelebihanNaOH dan perjalanan terakhir alkalisasi adalah dimasukan ke
schedder 
dimanagumpalan akali selulosa akan dicabik-cabik membentuk
scum
(33-34% selulosa, 15-16% alkali, dan air).
2
. Proses Pemeraman
Hasil proses alkalisasi harus diperam untuk menurunkan derajat polimerisasidari selulosa sehingga lebih mudah dilarutkan dalam proses selanjutnya. Proses inidilakukan dalam alat
aging drum
dengan waktu pemeraman 5-6 jam dan kecepatanputar 0,3-0,6 rpm. Setelah itu, alkali selulosa dikirim ke
hoppper 
untukmenghilangkan loga-logam alkali, dengan melewati
blower 
bertekanan udara.
3
. Proses Xantasi
 A
lkali selulosa belum dapat dilarutkan, untuk itu perlu dirubah ke bentuk lainagar dapat dilarutkan untuk dipintal. Prosesnya alkali selulosa dirubah ke bentukselulosa xantat dengan direaksikan dengan
arbon disulfida
dalam alat yangdinamakan
 xantator.
Prosesnya alkali selulosa akan dimasukan ke dalamnya tetapi sebelumditambahkan Karbon disulfida harus diperam dulu supaya tidak dihasilkan CS
2
yangakan menimbulkan ledakan akibat reaksi antara udara dengan Karbon disulfida,pemeramam selama 7 menit. Setelah itu baru dialirkan Karbon disulfida denganpengadukan 43 rpm selama 30-40 menit sampai akhirnya dihasilkan selulosa xantat.
4
. Proses Pelarutan dan Pencampuran
Pelarutan dilakukan dengan mereaksikan alkali selulosa xantat denganNaOH 20 g/L pada alat
disolver 
dan
fine homogenizer 
yang berlangsung 1,25-1,75 jam pada kisaran suhu 15-20
O
C sehingga dihasilkan larutan yang kental yang
 
disebut larutan viskosa. Proses ini dilakukan pada suhu rendah untuk menghindariterjadinya dekomposisi xantat dan produk samping. Untuk itu, xantator dilengkapialat pendingin. Selanjutnya dialirkan ke
blender 
untuk menghasilkan larutan yanglebih halus dan rata.
5
. Proses Pematangan
Proses ini dimaksudkan untuk menyempurnakan reaksi pembentukan viskosadilakukan dalam alat
ripening tank 
. Kematangan larutan dinyatakan dalam
Ripening Indeks (RI)
atau angka kematangan. RI dinyatakan dalam banyaknya (ml)
 A
moniumklorida (NH
4
Cl) yang diperlukan untuk mengkoagulasi 20 gram viskosa yangdilarutkan dalam 30 ml air pada suhu 20
O
C.
 A
da 2 macam penghambat yang harus dihilangkan sebelum larutan viskosadipintal yaitu pengotor dari debu, karat, serta serat-serat halus yang dapatmenyebabkan penyumbatan pada spineret dan timbulnya gelembung udara yangdapat memutus filamen serat saat dipintal. Pengotor pertama akan dihilangkandengan dilewatkan pada
first filter 
sedangkan jenis pengotor kedua akan disedotdengan
deaerator 
.
6
. Spinning (Pemintalan)
Rayon Viskosa dipintal dengan pemintalan basah, prinsipnya larutan viskosasetelah dilewatkan pada cetakan serat (spineret) akan dimampatkan menjadifilament serat dengan dilewatkan pada larutan koagulan.Setelah proses pematangan, larutan viskosa akan dimasukan ke dalam
spinning tank 
sebagai penampung, lalu dipompakan ke
candle filter 
(alat perantarasebelum masuk spineret, disini terjadi penyaringan ulang kotoran)
 
melewati
matering  pump
untuk menjaga kesetabilan aliran larutan. Setelah itu larutan viskosa dipintallewat lubang spineret dengan diendapkan lewat larutan koagulan membentukfilament rayon atau disebut
tow.
Komposisi larutan koagulan yaitu:-
 A
sam sulfat (H
2
SO
4
)Meregenerasi lauratan viskosa (natrium selulosa xantat) menjadi selulosa.- Seng-sufat (ZnSO
4
)Menghambat proses regenerasi yang terlalu cepat sehingga pembentukanlapisan kulit filamen lebih stabil (agar kecepatan pengendapan flamen di lapisanluar dan dalam tidak terlalu jauh sehingga diameter serat tidak terlalu mengkerut)- Natrium sulfat (Na
2
SO
4
)Elektrolit kuat untuk membantu proses koagulasi dengan menajaga stabilitas ph(buffer) dan mencegah kerusakan filament yang sudah terbentuk oleh H
2
SO
4
.Tow (kumpulan filamen) yang terbentuk, akan ditarik sehingga menimbulkanperegangan filament, ini dilakukan dengan dilewatkan pada
guide
adapun

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->