Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Keperawatan Anak

Tugas Keperawatan Anak

Ratings: (0)|Views: 550 |Likes:
Published by Anggi

More info:

Published by: Anggi on Nov 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

 
BAB IISI
1.Pengertian
Bimbingan Anticipatory merupakan salah satu tipe intervensi yang paling sentral,namun, kaum tenaga kesehatan perlu mengingat bahwa pengetahuan dalam dantentang dirinya tidak harus mengubah perilakunya.
Bimbingan Anticipatory adalah bantuan perawat terhadap orang tua dalammemepertahankan dan meningkatkan kesehatan melalui upaya pertahanan nutrisiyang adekuat, pencegahan kecelakaan, dan supervisi kesehatan (Marlow 1988).Bimbingan antisipatori dilaksanakan dengan mendiskusikan kejadian, perasaandan situasi dengan keluarga memberikan klarifikasi tentang ide-ide, reduksi ansietasdan kemampuan mengadaptasi perubahan peran di masa mendatang. Disamping itu,mempersiapkan keluarga dalam menghadapi kejadian traumatis sehingga keluargadapat mengatasi stressor dengan lebih baik.1. 6 bulan pertamaa. Menganjurkan orang tua untuk membuat jadwal dalam memenuhi kebutuhan bayi. b. Membantu orang tua untuk memahami kebutuhan bayi terhadap stimulasi darilingkungan.c. Support kesenangan orang tua dalam melihat pertumbuhan dan perkembangan bayinya mis : respon tertawa.d. Menyiapkan orang tua untuk kebutuhan keamanan bayi.e. Menyiapkan orang tua untuk imunisasi bayi.f. Menyiapkan orang tua untuk mulai memberi makanan padat pada bayi.1
 
2. 6 bulan keduaa. Menyiapkan orang tua akan adanya “Stranger Anxiety”. b. Menganjurkan orang tua agar anak dekat kepadanya hindari perpisahan yang lama.c.Membimbing orang tua agar menerapkan disiplin sehubungan denganmeningkatnya mobilitas bayi.d. Menganjurkan orang tua menggunakan “Kontak Mata” dari pada hukuman badansebagai suatu disiplin.2. Indikasi Kesiapan Anak dan Orang Tua Untuk “TOILET TRAINING”Kesiapan anak :
1. Fisik 
a. usia 18 - 24 bulan.
Pengontrolan saraf volunter spinkterani dan uretra b. Mampu untuk tetap kering (menahan BAK) selama 2 jam.c. Perkembangan ketrampilan motorik kasar : duduk, jongkok, berjalan.d. Perkembangan ketrampilan motorik halus : mampu membuka celana dan berpakaian.
2. Psikologis
a. Mengenai adanya dorongan untuk miksi dan defikasi. b. Kemampuan berkomunikasi : verbal dan non verbal mengindikasikan doronganuntuk miksi atau defikasi.c. Kemampuan kognitif : meniru dengan tepat tingkahlaku dan mengikuti pengarahan.d. Mengekspresikan keinginan untuk menyenangkan orang tua.e. Mampu duduk atau jongkok diatas toilet 5 - 10 menit tanpa cerewet atau turun.f. Mengikuti tingkat kesiapan anak.g. Keinginan untuk meluangkan waktu : perlu kesabaran dan pengertian.h. Tidak ada stress keluarga atau perubahan seperti : perceraian, pindah rumah,mendapat adik baru atau akan berlibur.i. Memberi pujian jika anak berhasil.3. Sibling RivalryKeluarga mendapat bayi baru : dapat menimbulkan krisis bagi toddler. Toddler tidak membenci atau marah pada bayi, tetapi karena :a. Perubahan merasa ada saingan. b. Perhatian ibu terbagi.c. Kebiasaan rutin menjadi berubah menyebabkan anak bertingkahlaku invantilPerlu persiapan toddler untuk menerima kehadiran saudara kandungnya mulai sejak  bayi dalam kandungan.2
 
4. Anticipatory Guidance
1. Usia 12 - 18 bulan
a. Menyiapkan orang tua untuk mengantisipasi adanya perubahan tingkah laku daritoddler. b. Penyapihan secara bertahap.c. Adanya jadwal waktu makan yang rutin.d. Pencegahan bahaya kecelakaan yang potensial terjadi.e. Perlunya ketentuan-ketentuan/peraturan/aturan disiplin dengan lembut dan cara-cara untuk mengatasi negatifistik dan tempertantrum.f. Perlunya mainan baru untuk mengembangkan motorik, bahasa, pengetahuan danketrampilan social.
2. Usia 18 - 24 bulan
a. Menekankan pentingnya persahabatan sebaya dalam bermain. b. Menekankan pentingnya persiapan anak untuk kehadiran bayi baru.c. Mendiskusikan kesiapan fisik dan psikologis anak untuk toilet training.d. Mendiskusikan berkembangnya rasa takut seperti pada kegelapan atau suara keras.e. Menyiapkan orang tua akan adanya tanda-tanda regresi pada waktu anak mengalami stress.
3. Usia 24 - 36 bulan
a. Mendiskusikan kebutuhan anak untuk dilibatkan dalam kegiatan dengan carameniru. b. Mendiskusikan pendekatan yang dilakukan dalam toilet training dan sikapmenghadapi keadaan-keadaan seperti mengompol atau BAB dicelana.c. Menekankan keunikan dari proses berfikir toddler mis : melalui bahasa yangdigunakan ketidakmampuan melihat kejadian dari perspektif yang lain.d. Menekankan disiplin harus tetap berstruktur dengan benar dan nyata, ajukan alasan yang rasional, hindari kebingungan dan salah pengertian.5. PrasekolahBimbingan terhadap orang tua selama usia prasekolah :
1. Usia 3 tahun
a. Menganjurkan orang tua untuk meningkatkan minat anak dalam hubungan yangluas. b. Menekankan pentingnya batas-batas/peraturan-peraturan.c. Mengantisipasi perubahan perilaku yang agresif (menurunkan ketegangan/tension).d. Menganjurkan orang tua untuk menawarkan kepada anaknya alternative-alternatif  pilihan pada saat anak bimbang.e. Perlunya perhatian ekstra.
2. Usia 4 tahun
a. Perilaku lebih agresif termasuk aktivitas motorik dan bahasa. b. Menyiapkan meningkatnya rasa ingin tahu tentang seksual.c. Menekankan pentingnya batas-batas yang realistic dari tingkah lakunya.
3. Usia 5 tahun
a. Menyiapkan anak memasuki lingkungan sekolah. b. Meyakinkan bahwa usia tersebut merupakan periode tenang pada anak.3

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
L-lie Muv liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->