Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
54Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
keamanan pangan

keamanan pangan

Ratings:

4.57

(7)
|Views: 4,145 |Likes:
Published by Rusman Efendi

More info:

Published by: Rusman Efendi on Aug 01, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

 
PENDAHULUANA. Latar Belakang
Pangan selalu melibatkan semua manusia pada setiap tahap kehidupan.Setiap pangan dianggap baik, bila kita dapat memilih dan menimbang hal-halyang kita harapkan dan senangi serta yakin terhadap keamanan, kemurnian danhigienisnya (Winarno, 1993).Keamanan pangan bagi penjamin kesehatan masyarakat pada hakikatnyamerupakan tanggung jawab bersama, yaitu antara produsen pangan, pemerintahdan konsumen. Menurut Ridawati dan Kurnia (2007), untuk dapat memproduksi pangan yang aman, produsen senantiasa harus mematuhi semua peraturan perundangan-undangan tentang pangan dan menerapkan sistem manajemen pangan yang komprehensif di industri.Bagi konsumen hendaknya segera menyadari bahwa banyak pengaruh- pengaruh negatif apabila mengonsumsi pangan atau makanan yang tidak aman.Anwar (2004) menyatakan bahwa pangan yang tidak aman dapat menyebabkan penyakit yang disebut
 foodborne disease
. Dan penyakit ini masih sering terjadi diIndonesia. Hal ini menurut Winarno (1993) disebabkan rendahnya tingkat pendidikan dan pendapatan sebagian besar masyarakat Indonesia, sehinggakemampuan dan kesadaran mereka sebagai konsumen masih sangat terbatas.Bagi sebagian besar dari mereka, kuantitas makanan yang dikonsumsi masih lebih penting dari kualitasnya.Dalam kondisi demikian, seharusnya para produsen dan pedagang jugamempunyai kewajiban moral untuk melakukan pengawasan mutu bagi makananyang mereka produksi dan beredar di pasaran. Untuk para produsen (dalam halini pengusaha menengah dan besar), seharusnya menerapkan praktek higiene dansanitasi yang baik didalam produksinya, misalnya dengan menerapkan SSOP danGMP yang baik. Sedangkan bagi para pengusaha kecil (misalnya
home industry
)sebaiknya terus diberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai cara memproduksi pangan atau makanan yang baik dan aman untuk dikonsumsi.Warung sate “Pak Syarifudinmerupakan salah satu
home industry
,dimana produk makanan yang utama diproduksi adalah sate ayam, sate kambing,1
 
dan sop kambing. Sate merupakan salah satu makanan khas Indonesia yangsangat digemari oleh masyarakat. Cara pengolahannya juga masih sangatsederhana. Dan pengetahuan serta keterampilan produsennya akan hal keamanan pangan masih sangat terbatas. Sehingga diperlukan suatu bentuk kegiatan penyuluhan dan pelatihan mengenai cara pengolahan sate yang baik serta aman.
B. Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung proses pengolahansate di warung sate ”Pak Syarifudin”, sehingga diperoleh informasi dan gambaranmengenai praktek higiene dan sanitasi yang diterapkan.Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada produsen sate (dalam hal ini pemilik warung sate ”Pak Syarifudindan karyawannya), sehingga setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan diharapkan produsen sate tersebut dapat menerapkan praktek higienedan sanitasi didalam proses pengolahan sate.2
 
TINJAUAN UMUM PRODUSEN SATEA. Keadaan Umum Usaha
Warung sate ”Pak Syarifudin” terletak di RT. 03 RW. 06 Dusun BabakanDoneng Desa Babakan Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Warung sate initelah berdiri sejak enam bulan yang lalu. Pemiliknya bernama Bapak Syarifudin.Sebelumnya, Bapak Syarifudin menjual sate dengan gerobak pikulan kekampung-kampung di wilayah Desa Setu Daun Kabupaten Bogor.Produk makanan yang diolah dan dijual di warung ini adalah sate ayam,sate kambing, dan sop kambing. Untuk satu tusuk sate ayam dijual dengan hargaRp 500 per tusuk, sate kambing dijual dengan harga Rp 700 per tusuk, sedangkansop kambing dijual dengan harga Rp 4000 per porsi. Dalam penyajiannya, produk sate dan sop ini dilengkapi dengan nasi dan acar sayuran.Warung sate ini bersifat
home industry
, berada pada bagian teras rumahBapak Syarifudin (untuk warungnya), dan di salah satu ruangan rumah Bapak Syarifudin (untuk proses pengolahannya). Rumah ini merupakan rumahkontrakan, dimana biaya kontraknya adalah Rp 2 500 000 per tahun. Untuk biayakontrak ini, Bapak Syarifudin meminjam modal dari orangtuanya.Proses pengolahan produk makanan (sate dan sop) di warung sate ini,langsung dilakukan oleh Bapak Syarifudin, dan juga dibantu oleh istrinya sertasatu orang karyawan. Walaupun hanya terdiri dari tiga orang, terdapat pembagiantugas dalam hal proses pengolahan. Untuk penanganan bahan baku (daging ayamdan daging kambing) dan proses pemanggangan sate dilakukan oleh Bapak Syarifudin, untuk proses pemasakan sop dan penyiapan bumbu serta kuah satedilakukan oleh Ibu Syarifudin, sedangkan karyawannya melakukan proses pencucian alat pengolahan dan alat penyajian makanan, pembersihan warung dansekitarnya, serta membantu dalam penyajian produk makanan.
B. Bahan Baku
Bahan baku utama dalam proses pengolahan sate dan sop di warung sate”Pak Syarifudin” adalah daging ayam dan daging kambing. Sedangkan bahan3

Activity (54)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rinaldy Manurung liked this
Feris Saturday liked this
Bea Jayanti liked this
Byghul Lely liked this
rodliad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->