Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
38Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Naskah Akademik Perda Tik Kota Bitung

Naskah Akademik Perda Tik Kota Bitung

Ratings: (0)|Views: 3,000 |Likes:
Published by Sem Muhaling
Naskah akademik penyusunan dan pengusulan rancangan peraturan daerah tentang teknologi informasi dan komunikasi
Naskah akademik penyusunan dan pengusulan rancangan peraturan daerah tentang teknologi informasi dan komunikasi

More info:

Published by: Sem Muhaling on Nov 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

 
1
NASKAH AKADEMIKPERATURAN DAERAH TENTANG
 
PENYELENGGARAAN,PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN USAHA DAN JASADI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASIDI KOTA BITUNG
 
I. PendahuluanA. Latar belakang1. Aspek Filosofis
Perjalanan kehidupan suatu bangsa dan negara di dunia ini tidak terlepas darisistem. Sistem di tiap-tiap negara memiliki perbedaan dan ciri khasnyasendiri-sendiri. Namun ada satu hal yang memiliki kesamaan mayoritasbangsa-bangsa yakni kehidupan demokrasi. Demokrasi dalam hal ini pemerintahandari, oleh dan untuk rakyat.Bagi bangsa Indonesia, sistem demorasi yang dianut adalah sistem demokrasiPancasila, di mana segala sesuatu yang menyangkut kepentingan kehidupanbangsa dan negara, senantiasi mengacu pada dasar negara yakni Pancasila. Sistemini merupakan satu-satu di dunia karena tidak dimiliki negara lain.Secara etimologis demokrasi berarti rakyat berkuasa atau
government or rule by the people
"
(Budiarjo, 1974:37). Dengan demikian, segala sesuatu yang menjadiaturan, ketentuan, kebijakan terkati penyelenggaraan negara dan pemerintahan,senantiasi berorientasi pada rakyat dan bukan pada kekuasaan dan ³penguasa´ ataupemerintah, termasuk di dalamnya pemerintah daerah.Istilah pemerintah merupakan terjemahan dari kata Inggris
government 
danPerancis
gouverment 
yang kedua-duanya memiliki etimologi kata bahasa Latin
 gubernaculums
yang berarti kemudi (Safrudin, 1973:3). Menurut wikipedia,³Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat danmenerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu. Ada beberapa definisimengenai sistem pemerintahan. Sama halnya, terdapat bermacam-macam jenispemerintahan di dunia Sebagai contoh: Republik, Monarki /Kerajaan,Persemakmuran (Commonwealth). Dari bentuk-bentuk utama tersebut, terdapatberagam cabang, seperti: Monarki Konstitusional, Demokrasi, dan Monarki Absolut´(http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah). Sedangkan menurut Kamus Besar BahasaIndonesia, pemerintah berarti Sistem menjalankan wewenang dan kekuasaanmengatur kehidupan sosial, ekonomi dan politik suatu negara. (KBBI, 1988)Di lain sisi, pemerintah daerah sebagai bagian dari pemerintah merupakanpenguasa yang memerintah di daerah seperti gubenur dan bupati. (KBBI 1988).Keberadaan Pemerintah daerah merujuk pada otoritas administratif di suatu daerahyang lebih kecil dari sebuah negara. Sebutan ini digunakan untuk melengkapilembaga-lembaga tingkat negara-bangsa, yang disebut sebagai pemerintah pusat,pemerintah nasional, atau (bila perlu) pemerintah federal.
"
Pemerintah daerah
"
 hanya beroperasi menggunakan kekuasaan yang diberikan undang-undang atauarahan tingkat pemerintah yang lebih tinggi dan masing-masing negara memilikisejenis pemerintah daerah yang berbeda dari satu negara ke negara lain. Dalammasyarakat primitif, tingkat pemerintah daerah terendah adalah kepala desa ataukepala suku. (
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah_daerah)
 Seperti juga sistem negara dan pemerintahan antarnegara agak berbeda-bedaantara satu dengan yang lain, penyelenggaraan pemerintah daerah pun memilikiperbedaan menurut masing-masing negara. Terminologinyapun berbeda-beda.Nama umumnya pemerintah daerah meliputi negara bagian, provinsi, region,
 
2
 
departemen, county, prefektur, distrik, kota, township, town, borough, parish,munisipalitas, shire dan desa. Untuk Amerika Serikat, misalnya, sebagai negarafederal memiliki dua tingkat pemerintah di atas tingkat daerah: pemerintah lima puluhnegara bagian dan pemerintah nasional federal yang hubungannya dijembatani olehkonstitusi Amerika Serikat. Pemerintah daerah di Amerika Serikat sudah ada sejakmasa kolonial dan terus berubah-ubah sejak itu: tingkat tertinggi pemerintah daerahadalah tingkat county.Pemerintah merupakan nama subyek yang berdiri sendiri. Sebagai subyekpemerintah melakukan tugas dan kegiatan. Untuk menunjukkan adanya subyektertentu maka di belakang kata pemerintah ada kata sambungannya misalnyapemerintah pusat, pemerintah daerah dan sebagainya. Bertolak dari pengertiantersebut dapat disimpulkan bahwa pemerintah daerah adalah pemegang kemudidalam melaksanakan kegiatan pemerintahan di daerah (Misdyanti dan R.G.Kartasapoetra 1993:17). Penerapan desentralisasi yang telah melahirkandaerah-daerah otonom memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untukmembentuk peraturan daerah dalam rangka mengatur rumah tangganya sendiri.Dalam bangsa moden, pemerintah daerah biasanya memiliki sejenis kekuasaanyang sama seperti pemerintah nasional. Mereka memiliki kekuasaan untukmeningkatkan pajak, meskipun dibatasi oleh undang-undang pemerintah pusat.(
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah_daerah)
Selain itu, memiliki kewenanganuntuk mengatur rumah tangganya sendiri sebagaimana diamanatkan UU Nomor 12Tahun 2008 tentang Pemerintah Daerah. Salah satu kewenangan pemerintahdaerah adalah mengeluarkan peraturan daerah yang mengatur segala sesuatu yangterkait penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan didaerah bersangkutan.Peraturan daerah adalah salah satu bentuk kebijakan publik. Karena itu, sebuahperaturan daerah yang dibuat dan disahkan oleh DPRD bersama pemerintah daerahdapat diterima oleh masyarakat jika memiliki landasan filosofis, sosiologis dan yuridisyang baik. Landasan filosofis setiap peraturan perundang-undangan di negara kitasaat ini merujuk pada
recht idée
yang tercantum dalam Pembukaan Undang-UndangDasar 1945 (Perubahan ke-1, 2, 3 dan 4), Alinea ke-4. Inti landasan filosofis adalah jika landasan peraturan yang digunakan memiliki nilai bijaksana yakni memiliki nilaibenar (logis), baik dan adil. Menemukan nilai filosofis berarti melakukan pengkajiansecara mendalam dalam rangka mencari hakekat sesuatu hal dengan menggunakanpenalaran.Sistem Demokrasi modern menuntut agar kebijakan publik tidak semata berisicetusan pikiran atau pendapat penguasa, tetapi berisi pendapat atau opini publikdengan porsi yang sama besarnya yang tercermin dalam kebijakan-kebijakan publik.Setiap kebijakan publik mutlak berorientasi kepada kepentingan publik (
 public interest 
). Menurut M. Oosting sebagaimana dikutip oleh Bambang Sunggono, dalamsuatu negara demokrasi, negara dapat dipandang sebagai penyalur gagasan sosialmengenai keadilan kepada para warganya dan mengungkapkan hasil gagasansemacam itu dalam undang-undangnya, atau dengan perkataan lain, proseskegiatan negara harus juga merupakan suatu proses di mana semua warganyadapat mengambil bagian dan memberikan sumbangannya dengan leluasa(Bambang Sunggono, 1994:11-12).
2. Aspek Yuridis
Penyusunan suatu peraturan perundang-undangan, dalam hal ini peraturandaerah bagi pemerintah daerah memiliki landasan yuridis. Landasan dimaksudmerujuk pada peraturan perundang-undangan yang memberikan kewenangankepada pihak tertentu untuk membentuk peraturan daerah dan materi peraturandaerah tidak bertentangan dengan peraturan hukum yang lebih tinggi. Dengan
 
3
 
diberlakukannya otonomi daerah (Undang-undang Republik Indonesia nomor 22tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, dan kemudian diubah beberapa kali danterakhir dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 12 tahun 2008 tentangPemerintahan Daerah), dan beberapa peraturan yang mengatur tentang otonomidaerah yang pernah ada sebelumnya, menunjukkan bahwa ada peraturan yangmemberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk membentuk peraturandaerah dalam rangka mengatur rumah tangganya sendiri. Aspek yuridis lainnya yang memberikan kewenangan bagi pemerintah daerahotonom dalam membuat suatu peraturan daerah adalah:1) Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat nomor III/MPR/2000,Keputusan Presiden nomor 44 tahun 1999 tentang Teknik PenyususnanPeraturan Perundang-undangan, Rancangan Peraturan Pemerintah danRancangan Keputusan Presiden;2) Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah nomor 21 tahun 2001tentang Teknik Penyusunan dan Materi Muatan Produk-produk HukumDaerah;3) Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah nomor 22 tahun 2001tentang Bentuk Produk-produk Hukum Daerah;4) Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah nomor 23 tahun 2001tentang Prosedur Penyusunan Produk-produk Hukum Daerah;5) Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah nomor 24 tahun 2001tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah.Di Indonesia, sejak zaman kolonial Hindia Belanda hingga kini, yang berwenangmembentuk peraturan adalah pemerintah dan parlemen (BPHN, 1994). Sementaradi Inggris meskipun kedaulatan berada di tangan parlemen, namun pemerintahtermasuk pemerintah daerah, perusahaan yang dibentuk atau diatur denganundang-undang, perusahaan swasta dan warga negara secara perorangan berhakpula mengajukan rancangan undang-undang yang diajukan kepada parlemen dalambentuk petisi. Model ini ditiru oleh Afsel, Irlandia dan Selandia Baru. Di negaraBulgaria dan Brasil kewenangan mengajukan rancangan undang-undang diberikanpula kepada badan peradilan. Australia dan Italia memberikan kewenangan kepadamereka yang memiliki hak pilih dengan syarat harus diajukan oleh minimal 300.000orang (Australia) dan 50.000 orang (di Italia). Rancangan undang-undang yangmereka susun diberikan kepada parlemen. Di Swiss hak itu juga dimiliki oleh
canton
 (daerah-daerah otonomi), (BPHN, 1999:74-75).Berkaitan dengan kegiatan pungutan atas pemberian rekomendasi dan izinpenyelenggaraan Pos dan Telekomunikasi, Pemerintah Daerah (dalam hal iniPemerintah Kota Bitung) memiliki beberapa landasan hukum sebagai acuan danrujukan sebagai bentuk dan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,pelayanan umum dan daya saing daerah yang lebih baik dan unggul berdasarkanamanat Undang-undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2004, Pasal 2 ayat (3),yang bunyinya:
"
Pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2)menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yangmenjadi urusan pemerintah, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraanmasyarakat, pelayanan umum dan daya saing daerah.
"
.Perkembangan arus lalu-lintas barang dan jasa serta perkembangan teknologiinformasi dan komunikasi telah merasuki segenap aspek kehidupan masyarakat.Kemajuan pembangunan di bidang teknologi informasi dan komunikasi telahmenciptakan peralihan pola pikir, gaya hidup dan budaya masyarakat yangmenganggap kebutuhan informasi dan komunikasi bukan lagi sebagai kebutuhansekunder atau kebutuhan mewah, tetapi telah menjadi kebutuhan primer dan tidakmewah. Apalagi layanan telekomunikasi nirkabel telah menjangkau sampai kepelosok pedesaan dan disertai harga perangkat teknologi informasi dan komunikasiyang semakin terjangkau oleh masyarakat ekonomi lemah sekalipun.

Activity (38)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
En Aria liked this
lupalogin liked this
Aneke Wawoh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->