3
BAB IIPEMBAHASANA.
Pengertian Inflasi
Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan terusmenerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, kecuali bilakenaikan tersebut meluas kepada (atau mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dariharga barang-barang lain, Boediono (1982: 155). Dalam praktek, inflasi dapat diamatidengan mengamati gerak dari indek harga. Tetapi di sini harus diperhitungkan adatidaknya
suppressed inflation
(inflasi yang ditutupi).Akibat inflasi secara umum adalah menurunnya daya beli masyarakat karena secara rieltingkat pendapatannya juga menurun. Jadi, misalkan besarnya inflasi pada tahun yang bersangkutan naik sebesar 5% sementara pendapatan tetap, maka itu berarti secara riel pendapatan mengalami penurunan sebesar 5% yang akibatnya relatif akan menurunkandaya beli sebesar 5% juga, Putong (2002: 254).
B.
Rumus Menghitung Inflasi
Adapun rumus untuk menghitung inflasi adalah:1.
2.
In adalah inflasi, IHK
n
adalah harga konsumen tahun dasar (dalam hal ini nilainya 100,IHK
n-1
adalah indeks harga konsumen tahun berikutnya. Df
n
adalah GNP atau PDBdeflator tahun berikutnya, Df
n-1
adalah GNP atau PDB deflator tahun awal(sebelumnya).
C
.
J
enis Inflasi
1.
Berdasarkan sifatnya. Berdasarkan sifatnya inflasi dibagi menjadi 4 kategori utama,Putong (2002: 260), yaitu:a.
Inflasi merayap/rendah (creeping Inflation), yaitu inflasi yang besarnya kurangdari 10% pertahun. b.
Inflasi menengah (galloping inflation) besarnya antara 10-30% pertahun.