Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
71Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Dokumen ISO9001-2008

Contoh Dokumen ISO9001-2008

Ratings: (0)|Views: 4,271 |Likes:
Published by Abdul Manap

More info:

Published by: Abdul Manap on Nov 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

 
I. Pendahuluan
Kualitas manusia Indonesia yang mampu bersaing di dunia global akan sangat ditentukan olehkualitas pendidikan. Usaha ke arah peningkatan kualiatas manusia Indonesia itu telah dilakukanmelalui UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP 19 tahun 2005tentang Standar Nasional Pendidikan, dan UU tentang guru yang baru ditandatangani DPR tanggal 6 Desember 2005. Implementasi atas semua usaha tersebut harus dijaga prosesnya agar mampu menghasilkan output, outcome, dan dampak yang diharapkan bagi masyarakat.Proses penyelenggaraan pendidikan ini melibatkan berbagai unsur dari DPR, Pemerintah Pusat,Pemerintah Daerah, Lembaga dan organisasi pemerintah maupun nonpemerintah, sekolah, danmasyarakat. Proses yang terkait langsung dengan pendidikan adalah Depdiknas, DinasPendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, LPMP, Perguruan tinggi, dan sekolah. Pihak yang terkaitlangsung dengan proses penyelenggaraan pendidikan tersebut harus menjamin bahwa proses penyelenggaraan pendidikan akan mampu menghasilkan output dan outcome untuk memenuhituntutan kepuasan masyarakat yang bertindak sebagai pelanggan. Oleh sebab itu, Pihak-pihak iniharus mampu meyakinkan masyarakat bahwa mereka menerapkan sistem yang benar-benar bisamenjamin dan memastikan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Sehingga penyelenggara pendidikan bisa memenuhi tuntutan masyarakat sesuai PP 19 tahun 2005 terkaitdengan
 standar kompetensi lulusan yaitu kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Untuk mencapai itu, satuan pendidikan harus mempunyai panduan penyelenggaraan pendidikan.Panduan penyelenggaraan pendidikan berdasar PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 52 berisi:(1) Setiap satuan pendidikan harus memiliki pedoman yang mengatur tentang:1.Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus;2.Kalender pendidikan/akademik, yang menunjukkan seluruh kategori aktivitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran, bulanan, dan mingguan;3.Struktur organisasi satuan pendidikan;4.Pembagian tugas di antara pendidik;5.Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan;6.Peraturan akademik;7.Tata tertib satuan pendidikan, yang minimal meliputi tata tertib pendidik, tenagakependidikan dan peserta didik, serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana;8.Kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan danhubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat;9.Biaya operasional satuan pendidikan.Panduan penyelenggaraan pendidikan itu disusun dalam suatu Sistem untuk menjamin proses penyelenggaraan pendidikan melalui Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Sistem ini banyak diterapkan dalam dunia usaha dan industri untuk memastikan mutu produk yang mampumenjaga dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Sistem ini juga konsisten dalam manajemen,
 
ada sistem pengendalian dan pencegahan, dan ada sistem untuk peningkatan secara berkelanjutan. Penerapan SMM ISO 9001:2000 dalam pendidikan diharapkan mampu menjamindan memastikan mutu tamatan pendidikan sehingga bisa hidup mandiri, diserap di dunia usahadan dunia industri serta mampu bersaing di dunia global yang berarti menggambarkan pencapaian Standar Nasional Pendidikan.Pembahasan dalam makalah ini difokuskan pada penjaminan mutu pendidikan melalui ISO9001:2000 pada satuan pendidikan dasar dan menengah dengan mengaktifkan peranan pengawas, KKG, MGMP, dinas pendidikan, dan LPMP, serta PPPG untuk mencapai Standar  Nasional Pendidikan.
II. ISO 9001:2000
Sistem manajemen mutu ISO 9001: 2000 merupakan sistem manajemen dengan pendekatankepada kepuasan pelanggan. Pelanggan pada sistem manajemen mutu adalah pelanggan internal, pelanggan eksternal, pihak yang berkepentingan (
interested parties
). Untuk dapat menerapkan pemenuhan kepuasan pelanggan ada
 Delapan Prinsip Dasar Manajemen Mutu
 
yaitu [1]
Customer Focus
(
 Perhatian pada pelanggan
) [2]
Leadership
(
 Kepemimpinan
) [3]
Involvement of people
(
 Pelibatan orang 
) [4]
Process approach
(
 Pendekatan Proses
) [5]
Sistem approach to management
(
 Pendekatan sistem pada manajemen
) [6]
Continualimprovement
 
( Perbaikan berkelanjutan
) [7]
Factual approach to decision making
( Pengambilan keputusan
 
berdasar-Fakta)
[8]
Mutually beneficial supplier relationships
(
 Hubungan pemasok yang saling menguntungkan
). Implementasi dari delapan prinsip inidiwujudkan dalam persyaratan-persyaratan SMM ISO 9001:2000 dalam bentuk klausul/pasal- pasal.Kerangka konsep sistem manajemen mutu berdasarkan pendekatan proses dalam penerapan pasal-pasal ISO 9001:2000 adalah sebagai berikut:
Perbaikan Berlanjut Sistem Manajemen Mutu
Pelanggan (dan pihak berkepentingan lain)
Persyaratan
Pelanggan (dan pihak berkepentingan lain)
Kepuasan
Tanggung JawabmanajemenManajemenSumber DayaPengukuran, Analisis dan perbaikanRealisasiProduk Produk 
 
MasukanKeluaran
Gambar 1 – Model sistem manajemen mutu berdasarkan proses
Realisasi konsep tersebut diwujudkan menjadi dokumen mutu organisasi. Proses penyusunandokumen organisasi sebagai tanda penerapan ISO 9001:2000 dimulai dari Kebijakan Mutu,Pedoman Mutu, Prosedur Mutu, dan Instruksi Kerja. Kebijakan mutu berisi tujuan organisasiyang mencakup komitment pelibatan untuk memenuhi persyaratan dan terus menerusmemperbaiki keefektifan SMM, menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjausasaran mutu, dikomunikasikan dan difahami dalam organisasi dan ditinjau agar terus menerussesuai dengan tuntutan pelanggan. Pedoman mutu merupakan pernyataan kebijakan mutu kepadakaryawan dan pelanggan yang ada maupun yang potensial. Pedoman mutu berguna [1]menyatakan komitmen organisasi /lembaga pendidikan terhadap mutu
 sesuai ISO 9001:2000,
[2] menjelaskan bagaimana organisasi melakukan aktivitas memenuhi ISO 9001:2000, [3]menunjukkan sistem mutu organisasi/lembaga pendidikan sebagai sarana marketing.Prosedur mutu atau Prosedur operasi standar merupakan suatu rangkaian atau tahap kegiatanyang harus dilakukan untuk mencapai kebijakan mutu yang tertuang dalam pedoman mutu.Prosedur operasi standar berguna untuk memberi petunjuk bagi personel bagaimana kebijakandan tujuan sistem mutu yang tertuang dalam pedoman mutu harus dilaksanakan. Isi prosedur operasi standar adalah apa yang harus dilaksanakan, siapa yang melaksanakan, dimana kegiatantersebut dilaksanakan, mengagapa harus dilaksanakan, kapan dilaksanakan, tanggung jawab,wewenang dan hubungan kerja antara personel yang mengatur, melaksanakan dan memverifikasisemua proses untuk menghasilkan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan.Instruksi kerja (work instruction) adalah Petunjuk rinci dan telah distandarkan yang digunakan para pelaksana dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Instruksi kerja dapat disusun dalam bentuk kalimat tertulis, gambar, foto, video, flow chart atau lainnya. Contoh instruksi kerja: membuatsertifikat, menyiapkan bahan dan alat praktek, membuat bahan ajar, menerima siswa, dll.Semua dokumen mutu organisasi dilengkapi dengan formulir sebagai tanda rekaman bahwa proses untuk menghasilkan produk sesuai kebutuhan pelanggan telah dipastikan dandistandarkan sehingga kualitasnya bisa dijamin dan dipastikan. Semua proses tersebut sesuaidengan pasal-pasal dalam ISO 9001:2000. Bukti fisik proses tadi digunakan sebagai alat untuk dilakukan audit baik internal maupun eksternal sehingga akan diketahui tingkat ketidaksesuaian produk dan sistem untuk perbaikan berkelanjutan.
A. Implementasi ISO 9001:200 dalam Pendidikan
Penerapan ISO 9001:2000 dalam pendidikan dimulai dari pertanyaan-pertanyaan berikut:tetapkan siapa pelanggan Anda, siapa yang menerima pelanggan Anda, siapa yang menyusun program, siapa yang melaksanakan program, siapa yang melakukan evaluasi program, siapa yangmelakukan verifikasi dan validasi program, siapa yang mendukung proses dari perencanaansampai evaluasi, siapa yang melakukan outsourcing apabila kebutuhan SDM tidak ada di dalamorganisasi. Jawaban pertanyaan ini diikuti dengan penyusunan alur bisnis prosesnya. Bisnis proses adalah rangkaian aktifitas yang ada dalam organisasi/institusi, yang merupakan aliran

Activity (71)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rumah Klaten liked this
Yohanor Saputera liked this
Yohanor Saputera liked this
Ulie Udlhiyah liked this
عفيف Rahmat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->