Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Al-Quran Sumber 'Ilmu Pengetahuan

Al-Quran Sumber 'Ilmu Pengetahuan

Ratings: (0)|Views: 618 |Likes:
Published by awirhusni_alhusaini

More info:

Categories:Comics
Published by: awirhusni_alhusaini on Nov 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2013

pdf

text

original

 
Al-Quran Sumber ¶Ilmu Pengetahuan2010
1 |
Munawir Husni
Al-Quran Sumber Ilmu Pengetahuan
Di nukil oleh : Munawir HusniA. Pengertian Al-Qur'anAl-Qur'an adalah kitab suci yang diturunkan Allah Swt, Tuhan alam semesta,kepada Rasul dan NabiNya yang terakhir, Muhammad Saw melalui malaikat Jibril asuntuk disampaikan kepada seluruh umat manusia sampai akhir jaman. Al-Qur'anberarti bacaan, nama-nama lain dari kitab suci ini adalah Al-Furqaan (Pembeda), AdzDzikir (Pengingat) dan lain-lain, tetapi yang paling terkenal adalah Al-Qur'an.Sebagai kitab suci terakhir, Al-Qur'an bagaikan miniatur alam raya yang memuatsegala disiplin ilmu, Al-Qur'an merupakan karya Allah Swt yang Agung dan Bacaanmulia serta dapat dituntut kebenarannya oleh siapa saja, sekalipun akan menghadapaitantangan kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin canggih (sophisticated). Katapertama dalam wahyu pertama (The First Revelation) bahkan menyuruh manusiamembaca dan menalari ilmu pengetahuan, yaitu Iqra'. Adalah merupakan hal yangsangat mengagumkan bagi para sarjana dan ilmuwan yang bertahun-tahunmelaksanakan penelitian di laboratorium mereka, menemukan keserasian ilmupengetahuan hasil penyelidikan mereka dengan pernyataan -pernyataan Al-Qur'andalam ayat-ayatnya. Setiap ilmuwan yang melakukan penemuan pembuktian ilmiahtentang hubungan Al -Qur'an dengan ilmu pengetahuan akan menyuburkan perasaanyang melahirkan keimanan kepada Allah Swt, dorongan untuk tunduk dan patuhkepada Kehendak-Nya dan pengakuan terhadap Kemaha Kuasaan-Nya. Tidak padatempatnya lagi orang-orang memisahkan ilmu-ilmu keduniawian yang dianggapsekuler, seperti ilmu-ilmu sosial dengan segala cabangnya, dengan ilmu -ilmu Al-Qur'an. Para ilmuwan dapat sekuler, tetapi ilmu tidak sekuler.Bila penyelidikan tentang alam raya ini adalah ilmiah, mana mungkin PenciptaAlam Raya ini tidak ilmiah. Bila percampuran dan persenyawaan unsur-unsur adalahilmiah, mana mungkin Pencipta setiap unsur itu tidak ilmiah. Begitu pula pembicaraanhal-hal kenegaraan adalah ilmiah, mana mungkin Pencipta perbedaan watak individuyang menjadikan beraneka ragam ideologi tidak ilmiah. Al-Qur'an diturunkan dalambahasa Arab, sehingga bahasa Arab menjadi bahasa kesatuan umat Islam sedunia.Peribadatan dilakukan dalam bahasa Arab sehingga menimbulkan persatuan yangdapat dilihat diwaktu 'shalat-shalat massal' dan ibadah haji. Selain daripada itu, bahasaArab tidak berubah, sangat mudah diketahui bila Al -Qur'an hendak ditambah ataudikurangi, banyak orang yang buta huruf terhadap bahasa nasionalnya, tetapi mahirmembaca Al-Qur'an bahkan sanggup menghafal Al -Qur'an keseluruhan. Al-Qur'an itutiada lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat (QS. 68:52), sesungguhnya Al-Qur'anitu adalah peringatan bagi seluruh umat (QS. 38:87), petunjuk bagi mereka yangbertaqwa (QS. 2:2), korektor dari semua kitab sebelumnya yang telah terdistorsi (QS.5:48).
 
Al-Quran Sumber ¶Ilmu Pengetahuan2010
2
|
Munawir Husni
Al-Qur'an dalam bahasa Arab mempunyai gaya tarik dan keindahan yangdeduktif.Didapatkan dalam gaya yang singkat dan cemerlang, bertenaga ekspresif, berenergieksplosif dan bermakna kata demi kata. (Dr. John Maish MA, The Wisdom Of TheKoran. Oxford 1937)B. Pengertian IlmuBila seseorang memiliki pengertian (understanding) atau sikap (attitude) tertentu,yang diperolehnya melalui pendidikan dan pengalaman sendiri, maka oleh banyakorang dianggap yang bersangkutan tahu atau berpengetahuan. Begitu juga bilaseseorang memiliki ketrampilan atau ketangkasan (aptitude) yang diperolehnya melaluilatihan dan praktek, maka kemampuan tersebut disebut kebiasaan atau keahlian.Namun keahlian atau kebiasaan ini, sekalipun karena keterbiasaan melakukan sesuatu, juga karena yang bersangkutan sebelumnya tahu itu adalah tahu mengerjakan (knowto do), tahu bagaimana (know how) dan tahu mengapa (know why) sesuatu itu.Jadi sekalipun menurut Peter Drucker (The Effective Executive), kebiasaan yangberurat berakar yang tanpa dipikirkan (in thinking habit) telah menjadi kondisi taksadar (reflex condition), tetap sebelumnya harus merupakan pengetahuan yangdipelajari dan dibiasakan. Tetapi E.J. Gladden dalam bukunya "The Essentials of PublicAdministration" menganggap ilmu sama dengan ketrampilan, hanya ketrampilandiperoleh melalui latihan dan belajar.Sekarang sebenarnya dimana letaknya ilmu ?Ilmu adalah bagian dari pengetahuan, sebaliknya, setiap pengetahuan belum tentuilmu.Untuk itu ada syarat-syarat yang membedakan ilmu (Science) denganpengetahuan (knowledge), yaitu sbb:
 
Menurut Prof. Dr. Prajudi Atmosudirdjo, Administrasi dan Management Umum1982, Ilmu harus ada obyeknya, terminologinya, metodologinya, filosofinyadan teorinya yang khas.
 
Menurut Prof. Dr. Hadari Nawawi, Metode Penelitian Bidang Sosial 1985, Ilmu juga harus memiliki obyek, metode, sistimatika dan mesti bersifat universal.
 
Menurut Prof. Dr. Sondang Siagian, Filsafat Administrasi 1985 :Ilmu pengetahuan dapat didefenisikan sebagai suatu obyek ilmiah yang memilikisekelompok prinsip, dalil, rumus yang melalui percobaan yang sistimatis dilakukanberulang kali telah teruji kebenarannya, prinsip-prinsip, dalil-dalil dan rumus-rumusmana dapat diajarkan dan dipelajari.
 
Al-Quran Sumber ¶Ilmu Pengetahuan2010
3
|
Munawir Husni
Menurut Prof. Drs. Sutrisno Hadi, Metodologi Reserach 1 1969 :Ilmu pengetahuan sebenarnya tidak lain adalah kumpulan dari pengalaman -pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang-orang yangdipadukan secara harmonik dalam suatu bangunan yang teratur.Dari pendapat2 diatas terlihat bahwa ilmu pengetahuan itu kongkrit sehinggadapat diamati, dipelajari dan diajarkan secara teratur, teruji, bersifat khas atau khusus,dalam arti mempunyai metodologi, obyek, sistimatika dan teori sendiri.Disamping itu dalam pengajian ilmu-ilmu agama Islam, sementara ini meliputiantara lain yaitu berbagai ilmu Nahwu (seperti persoalan Fi'il dan Ijim), berbagai ilmuTafsir (seperti tafsir Hadits dan Al-Qur'an dengan persoalan Nasikh, Mansukh,Mutasyabih, Tanzil dan Ta'wil), berbagai ilmu Tajwid (pronunciation), Qira'ah danBalaghah (seperti Bayan, Ma'ani dan Badii), berbagai ilmu Fiqih dan Ushul Fiqih,berbagai ilmu Hadits (seperti kandungan dan perawi Hadits), berbagai ilmu tasawuf (seperti pengetahuan tentang Sufi, Tarekat, Mistisme dalam Islam, Filsafat Islam),berbagai ilmu Qalam (bentuk huruf Al -Qur'an), berbagai ilmu Arudh (poets) atausyair-syair Al-Qur'an dan berbagai ilmu Sharf (grammar, kata-kata dan morfologinya).Pembagian fakultas dan jurusan yang ada pada perguruan tinggi Islam sepertiIAIN, kita temui Fakultas Syariah (meliputi Tafsir baik Al-Qur'an sendiri maupun Al -Hadits, Perbandingan Mahzab, Bahasa Arab), Tarbiyah (meliputi Pendidikan AgamaIslam, Bahasa Arab dan lain-lain), Ushuluddin meliputi Perbandingan Agama(muqdranatul addien), bahasa Arab dan lain-lain, Fakultas Adab dan Fakultas Da'wah.Hal ini adalah karena pengetahuan keIslaman itu sendiri digolongkan atas Ibadah(yaitu tata cara peribadatan kepada Allah, dalam arti hubungan manusia dengan Allahatau Hablum Minallah, Muamalah (tata cara pergaulan sesama manusia, dalam artihubungan antar manusia atau Hablum Minannas), persoalan Munakahaat danpersoalan Jinayaat.Dalam Al-Qur'an ada lebih dari 854 ayat-ayat yang menanyakan mengapa manusiatidak mempergunakan akal(afala ta'kilun), yang menyuruh manusiabertafakur/memikirkan (tafakurun) terhadap Al-Qur'an dan alam semesta sertamenyuruh manusia mencari ilmu pengetahuan. Jadi kata yang identik dengan akaldalam Al-Qur'an tersebut 49 kali seperti kala Yatadabbarun dan Yatazakkarun, katayang menganjurkan manusia menjadi ahli pikir, para sarjana, para ilmuwan dan paraintelektual Islam (ulul albab) dalam Al -Qur'an disebut 16 kali, sehingga jumlahkeseluruhan diatas adalah lebih kurang 854 kali.

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Noor Amiza liked this
Aisyah Aziz liked this
Iskandar Iss liked this
Nurlia Fitriani liked this
Iskandar Iss liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->