Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB 16. Evaluasi Strategi (1)

BAB 16. Evaluasi Strategi (1)

Ratings: (0)|Views: 75 |Likes:
Published by anon_502499

More info:

Published by: anon_502499 on Nov 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

 
BAB 16EVALUASI STRATEGI
Tujuan Instruksional:
Setelah membaca bab ini diharapkan :Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai bagaimana melakukan strategi
Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan berbagai aspek yang harus mendapat perhatian dalammelakukan evaluasi strategi
Dengan mendasarkan pada kerangka proses perumusan strategi maka dengankerangka yang sama dapat dibuat evaluasi apakah suatu strategi yang telah disusunakan dan masih cocok untuk mencapai tujuan yang akan datang, didasarkan evaluasiperubahan faktor eksternal dan internal perusahaan. Apabila strategi yang sudah adamasih relevan maka dapat dilanjutkan tetapi apabila sudah tidak relevan lagi maka inisaatnya untuk mengembangkan strategi baru.Proses pengendalian memastikan bahwa perusahaan sedang mencapai apa yangtelah ditetapkan untuk dicapai. Proses pengendalian membandingkan kinerja denganhasil yang diinginkan dan memberikan umpan balik yang diperlukan bagi pihakmanajemen untuk mengevaluasi hasil-hasil yang diperolehnya dan mengambil tindakanperbaikan yang diperlukan. Proses tersebut dapat dilihat pada model lima-langkahumpan balik, seperti digambarkan pada Gambar 10 1Gambar Proses Evaluasi dan Pengendalian StrategiMenentukan apa yang akan diukur:Manajer puncak dan manajer operasional perlu menetapkan prosesimplementasi dan hasil-hasil yang akan dipantau dan dievaluasi. Proses dan
 
hasil harus dapat diukur dalam cara yang obyektif dan konsisten. Fokus adapada elemen paling penting dalam sebuah proses - elemen yang bertanggung jawab terhadap proporsi terbesar dalam biaya atau jumlah terbesar masalahyang ditemui. Pengukuran harus dapat diketahui dengan mudah oleh seluruhwilayah penting, bagaimanapun sulimya. Oleh karena kualitas sering sulit diukur,maka langkah ini sangat penting dalam program TQM.Menetapkan standar kinerja:Standar yang digunakan unttilc mengukur kinerja merupakan ekspresi mendetaildari sasaran strategis. Standar adalah
ukuran
atas hasil kinerja yahg dapatditerima. Setiap standar biasanya memasukkan rentang
toleransi,
yangmenentukan penyimpangan yang dapat diterima. Standar dapat disusun tidakhanya untuk output akhir, tetapi juga untuk tahap di tengah-tengah prosesproduksi.Mengukur kinerja aktual: Pengukuran harus dilakukan pada saat awal penentuanstandar.Membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditetapkan: Jika hasilaktual berada dalam rentang toleransi, proses pengukuran berhenti di sini.Mengambil tindakan perbaikan:Jika hasil aktual berada di luar rentang toleransi yang ditetapkan, maka harusdiambil sebuah tindakan untuk memperbaiki penyimpangan tersebut. Beberapahal berikut ini harus diperhatikan sebelum mengambil tindakan perbaikan:
 
a.Apakah penyimpangan yang terjadi hanya merupakan suatu kebetulan?b.Apakah proses yang sedang berjalan tidak berfungsi dengan baik?c. Apakah proses yang sedang berjalan tidak sesuai dengan upaya pencapaian standar yang diinginkan? Tindakan harus diambil tidak hanya untuk memperbaiki penyimpanganyang terjadi, tetapi juga untuk mencegah berulangnya penyimpangan tersebut.Penelitian menunjukkan bahwa manajemen puncak sering melakukan dualngkah pertama dengan lebih baik daripada tiga langkah berikutnya. Manajemen uncakcenderung menetapkan sistem kontrol dan kemudian mendelegasikan nplementasinyakepada orang lain, yang seringkali membuat kinerja tidak seperti yang diharapkan.
Mengukur kinerja
Pengukuran yang digunakan untuk menilai kinerja tergantung pada unit organisaiyang akan dinilai dan bagaimana sasaran akan dicapai. Sasaran yang ditetapkan pada
 
tahap perumusan strategi dalam sebuah proses manajemen strategis (denganmernperhatikan protitabilitas, pangsa pasar, dan ,.u biaya. dar i berbagai ukuran lainnya)harus betul-betul digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan selama masaimplementasi strategi.Beberapa pengurkuran, seperti return on investment (ROI), adalah ukuran yangbaik untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan atau divisi dalam mencapai sasarannamun demikian, pengukuran seperti itu memiliki keterbatasan misalnya untukmengukur sasaran perusahaan lainnya seperti tanggung jawab sosial perusahaan ataupengembangan karyawan. Walaupun profitabilitas adalah sasaran utama bagi sebuahperusahaan, ROI dapat dihitung hanya setelah jumlah laba yang diperoleh ditotal dalamsatu periode. ROI menunjukkan apa yang telah terjadi setelah fakta diperoleh - bukanapa yang sedang terjadi atau apa yang akan terjadi. Oleh karena itu, perusahaan perlumengembangkan ukuran-ukuran yang dapat memprediksi kemungkinan profitabilitas.Upaya tersebut dapat dikatakan sebagai steering atau feed-forward control karenaukuran-ukuran tersebut akan menilai variabel-variabel yang mempengaruhi profitabilitasmasa yang akan datang. Salah satu contoh jenis pengendalian ini adalah penggunaancontrol chart dalam Statitistical Process Control (SPC). Dalam SPC, para pekerja danmanajer berusaha memperhatikan gambar dan grafik yang merinci kualitas danproduktivitas setiap harinya.Para manajer dapat menetapkan berbagai pengendalian untuk tetap memfokuskan dirimereka baik dalam aktivitas yang menghasilkan kinerja (perilaku) atau dalam hasilaktual kinerja (output). Pengendalian terhadap perilaku menunjukan bagaimana sesuatuharus dilakukan melalui serangkaian kebijakan, aturan, prosedur standar operasi, danperintah dari atasan. Pengendalian terhadap output menunjukkan apa yang harusdicapai dengan memfokuskan pada hasil akhir perilaku tertentu melalui penggunaansasaran dan kinerja atau tonggak peristiwa penting. Pengendalian terhadap perilaku danoutput adalah hal yang tidak dapat saling menggantikan. Pengendalian terhadapperilaku (seperti prosedur perusahaan. permintaan penjualan pada pelanggan potensial,bekerja tepat waktu) adalah metode yang paling tepat pada dimana hasil yang diperolehsulit untuk diukur dan ada hubungan sebab antara aktivitas dan hasil yang diperoleh.Pengendalian terhadap output (seperti kuota penjualan, sasaran khusus dalam upayamemperoleh laba atau pengurangan biaya, dan survai terhadap kepuasan pelanggan)merupakan metode yang paling sesuai untuk situasi di mana ada kesepakatan khusustentang pengukuran output dan tidak ada hubungan sebab-akibat yang jelas antara hasilyang diperoleh dan aktivitas yang dilakukan. Secara umum pengukuran outputmemberikan kebutuhan pengendalian terhadap perusahaan secara keseluruhan,sementara pengukuran terhadap perilaku memberikan informasi pada manajer sebagaiindividu.
 
Pengukuran yang paling umum digunakan dalam mengukur kinerja perusahaan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->