Golongan IA (Logam alkali)
Logam alkali umum ditemukan dalam senyawaannya dengan unsure lain, mineral-mineral dan juga dalam bentuk ion-ion. Salah satu sifat khas dari golongan ini ialah unsure-unsur pada golongan ini sangat reaktif (explosive) sehingga dalam laboratorium alkali ditaruh dalammedia inert (sulit bereaksi) seperti dalam minyak tanah. Semakin besar nomor atom alkali,semakin reaktif. Hal ini dikarenakan dalam satu golongan, semakin ke bawah jari-jari atomsemakin besar, mengakibatkan energy yang diperlukan untuk melepaskan electron terluar semakin kecil. Karena hanya membutuhkan sedikit energy, maka semakin bawah alkali semakinmudah bereaksi. Kereaktifan alkali membuat alkali sulit ditemukan dalam keadaan bebas.Alkali dalam suhu kamar berwujud padat, kecuali hydrogen, caesium dan fransium.Hydrogen wujud gas, caesium dan fransium berwujud cair. Salah satu sifat lain dari alkali adalahlogamnya bersifat lunak, artinya dapat diiris. Mengapa? Jika kita menulis konfigurasi unsurealkali, maka pada electron terluar akan kita temui konfigurasi ns1, karena hanya memiliki s1maka tentunya tidak akan sulit untuk mengirisnya, coba kita bandingkan dengan logam transisi besi yang memiliki electron terluar 4s2 3d6, tentunya tidak akan mudah untuk mengirisnya.Selain lunak alkali itu mengkilap keperakan.Semakin besar nomor atom alkali, titik didih dan lelehnya semakin kecil, hal ini karenasemakin bawah energy ikatan alkali semakin kecil, oleh karena itu tidak dibutuhkan banyak energy untuk memutuskan ikatan tersebut. Alkali merupakan reduktor kuat.Jika kita membakar alkali pada Bunsen, alkali akan memancarkan spectrum warna yangkhas. Hal itu dikarenakan sifat atomnya yang jika dikenakan energy akan menyebabkan electrondalam atom terekstitasi. Electron yang tereksitasi akan kembali ke keadaan semula dengan jalanmemancarkan radiasi gelombang elektromagnetik berupa gelombang cahaya dengan panjanggelombang tertentu untuk masing-masing atom. Sekedar pembuka, akan disebutkan nyalamasing-masing untuk unsure-unsur di IA : Litium-merah, Natrium-kuning, Kalium-ungu,Rubidium-merah, Sesium-biru. Golongan IA jika direaksikan dengan oksigen dapat membentuk oksida basa, semakin ke bawah sifat basa alkali semakin tinggi bersamaan dengan semakinmeningginya kelarutan alkali.Dari litium ke fransium, daya hantar listrik dan panas semakin menurun, kecuali padalogam natrium dan kalium yang semaki bertambah karena electron valensi pada atom Na dan K mudah bergerak bebas.Dari Li sampai Cs, kecenderungan logam alkali untuk menghasilkan senyawa peroksidaatau superoksida semakin besar karena sifat logamnya semakin reaktif.
1.Hidrogen (Hydrogenium)
Hydro-air, genes-membentuk Sejarah HidrogenGas hidrogen, H
2
, pertama kali dihasilkan secara artifisial oleh T. Von Hohenheim(dikenal juga sebagai Paracelsus, 1493±1541) melalui pencampuran logam dengan asam kuat.Dia tidak menyadari bahwa gas mudah terbakar yang dihasilkan oleh reaksi kimia ini adalahunsur kimia yang baru. Pada tahun, Robert Boyle menemukan kembali dan mendeskripsikanreaksi antara besi dan asam yang menghasilkan gas hidrogen. Pada tahun 1766, Henry Cavendishadalah orang yang pertama mengenali gas hidrogen sebagai zat diskret denganmengidentifikasikan gas tersebut dari reaksi logam-asam sebagai "udara yang mudah terbakar".Pada tahun 1781 dia lebih lanjut menemukan bahwa gas ini menghasilkan air ketika dibakar.