Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Penampang Kolom Beton Bertulang Persegi Berlubang

Analisis Penampang Kolom Beton Bertulang Persegi Berlubang

Ratings: (0)|Views: 254 |Likes:
Published by igunz245200

More info:

Published by: igunz245200 on Nov 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2014

pdf

text

original

 
 
dinamika TEKNIK SIPIL, Volume 6, Nomor 2, Juli 2006 : 87 – 93
 
87
ANALISIS PENAMPANG KOLOM BETON BERTULANG PERSEGI BERLUBANGMENGGUNAKAN PCA COL
Renaningsih
*
ABSTRACT
The use of conduit in column is useful aesthetically as a place for water pipe or electrical pipe. The new code of concrete in Indonesia (SNI 03-2847-2002) gives a limitation that maximum conduit area is 4% towards the column cross-section area. This research aims at analyzing towards a conduit area in column cross-section that over the limit  permitted, in its strength. The study was done by analyze the strength of three columns with the dimension of 200 x 200mm
2
and the conduit area are 0%, 4%, and 7% of the column cross-section area from the research of Sabariman (2004).The material uses for this research are, concrete compressive strength is 26 MPa and steel yield tension is 327 MPa. Analyzing of column strength use a computer software program name PCA COL ver 2.3. The result of the analyze showsthat, 4% conduit area in column cross-section didn’t reduce the column strength but the 7% conduit area in columncross-section would be reduce the column moment strength until 10,52% when the column in compression failurecondition.
 
Key words
:
conduit, kolom berlubang, PCA COL, compression failure
 
PENDAHULUAN
Pemasangan pipa pada kolom bangunan(
conduit 
) banyak ditemukan dalam struktur betonbertulang. Pemasangan pipa ini dianggapmenguntungkan karena pipa di dalam kolom dapatdimanfaatkan sebagai saluran listrik, air hujan, airkotor, dan sebagainya sehingga bangunan akanterlihat rapi tanpa pipa yang tampak dari luar.Peraturan beton yang baru (SNI 03-2847-2002) menyebutkan: Saluran pipa bersama kaitnya,yang ditanam pada kolom tidak boleh menempatilebih dari 4% luas penampang yang diperlukan untuk kekuatan atau untuk perlindungan kebakaran.Dari uraian di atas dapat disimpulakanadanya permasalahan untuk memberikan saran-saranmengenai pemakaian
conduit 
di dalam penampangkolom mengingat pentingnya elemen kolom dalammenopang beban bangunan. Tujuan pembahasandalam artikel ini adalah mengetahui sejauh manapengaruh luas penampang lubang kolom yangmelebihi batas 4% terhadap luas penampang kolompada kemampuannya dalam memikul beban strukturberdasarkan hasil diagram interaksi kolom.Kekuatan kolom dalam memikul bebandidasarkan pada kemampuannya memikul kombinasibeban axial (Pu) dan Momen (Mu) secara bersamaan.Sehingga perencanaan kolom suatu strukturbangunan didasarkan pada kekuatan dan kekakuanpenampang lintangnya terhadap aksi beban aksial danmomen lentur. Untuk mempermudah mengetahuikekuatan penampang kolom biasanya dibuat diagraminteraksi, yaitu suatu grafik daerah batas yangmenunjukkan ragam kombinasi beban aksial danmomen yang dapat ditahan oleh kolom secara aman(Wahyudi, 1997).Pada Diagram Interaksi kolom (lihat Gambar1), sumbu vertikal menunjukkan beban axial yangdapat ditahan kolom sedang sumbu horizontalmenunjukkan beban momen yang dapat ditahan olehkolom.Kolom yang mengalami beban axial murni(
 Axial Load only
) terjadi apabila kolom hanyamenahan beban sentris pada penampangnya (tanpaeksentrisitas). Pada kondisi ini gaya luar akan ditahanoleh penampang kolom yang secara matematisdirumuskan dalam persamaan:P
n
= 0,8 x { 0,85. f 
c
’. (A
g
– A
st
) + A
st
.f 
y
} (1)dengan
c
= Kuat tekan beton yang disyaratkan(MPa),A
g
= Luas penampang kolom,A
st
= Luas tulangan,
y
= Kuat tarik tulangan baja yangdiijinkan (MPa).Apabila beban P bergeser dari sumbu kolom,maka timbul eksentrisitas beban pada penampangkolom, sehingga kolom harus memikul kombinasipembebanan aksial dan momen. Pada kolom yangmengalami beban eksentris, apabila besarnya bebanaksial dan momen yang ditahan oleh kolom di-plotkan dalam gambar diagram interaksi kekuatanpenampang kolom, maka akan terdapat 4 jeniskondisi keruntuhan penampang kolom.
* Renaningsih, staf pengajar jurusan Teknik Sipil -Universitas Muhammadiyah Surakarta,Jl. A. Yani No.1 Tromol Pos 1, Pabelan Kartasura, Surakarta 57102.
 
 
 Analisis Penampang Kolom Beton Bertulang Persegi Berlubang
...........(Mochamad Solikin)88
M
u
= P
u
.eP
u
CBAaxial load onlyBalanced failurePure bendingP
b
.e
b
P
b
A - B : Compression failureB - C : Tension failure
 Gambar 1. Tipikal Diagram Interaksi kolom (Park dkk, 1975)Jenis-jenis kondisi keruntuhan kolom tersebut adalah: kondisi keruntuhan tekan, kondisi keruntuhanbalance, kondisi keruntuhan tarik, dan kondisi lenturmurni.Kondisi keruntuhan tekan (
Compression failure
) terjadi apabila beban P bergeser sedikit darisumbu penampang kolom, sehingga sebagian kecilpenampang kolom akan mengalami kondisi tarik,namun sebagian besar penampang kolom akanmengalami kondisi tekan. Kondisi ini mengakibatkan jarak garis netral penampang kolom lebih besar darinilai c balance, yaitu jarak garis netral kolom padakeadaan setimbang.Kondisi keruntuhan berimbang (
balance failure
) terjadi apabila eksentrisitas beban P bergeserlebih besar dari kondisi keruntuhan tekan, maka akantercapai regangan tarik tulangan mencapai leleh (f 
s
=
y
) dan bersamaan itu regangan tekan beton mencapaimaksimal (
ε
c
= 0,003).
dd
s
c
b
ε
s
ε
c
ε
s =
ε
y
A
s
A
s
 
Gambar 2. Diagram regangan kolom pada keadaansetimbang (Asroni, 2001)Jarak garis netral penampang kolom dalamkondisi berimbang (c
balance
) dengan anggapan nilai
ε
c
= 0,003 dan Es = 200.000 MPa dapat diperolehdengan persamaan:
 y yccb
 f c
+=+=
600.600''.
ε ε ε 
(2)Kondisi keruntuhan tarik (
Tension failure
) didalam diagram interaksi terjadi apabila eksentrisitasbeban P bergeser sedikit lagi dari kondisi setimbang,maka luas penampang kolom yang mengalamikondisi tarik semakin besar dan luas penampangkolom yang mengalami kondisi tekan semakin kecil.Apabila penampang kolom hanya menerimabeban momen saja (
 pure bending
) maka perhitunganpenampang kolom dilakukan seperti perhitunganbalok biasa.Pada kolom yang berlubang, maka kekuatanmenahan beban axial akan menurun disebabkanberkurangnya luas penampang kolom. Sedangkankekuatan memikul momen akan menurun manakalatinggi blok tekan beton (a) mencapai lubang kolom,disebabkan berkurangnya luas penampang akibatlubang di dalam kolom. Tinggi blok tekan kolomakan mengalami penyesuaian menjadi a’ dan gayatekan beton juga mengalami penurunan menjadi C
c
’.
C
s’
C
c’
T
s
0,85 f
c
a'aA
s’
A
s
 
Gambar 3. Diagram tegangan penampangkolom berlubang
 
 
dinamika TEKNIK SIPIL, Volume 6, Nomor 2, Juli 2006 : 87 – 93
 
89Kekuatan penampang kolom berlubang yangterdiri dari kuat menahan beban axial dan momendapat diperoleh dengan persamaan:P
n
= 0,65 [-T
s
+ C
c’
+ C
s’
] (3)M
n
= 0,65 [T
s
.Z
s
+ C
c’
.Z
c
+ C
s’
.Z
s’
] (4)denganT
s
= A
s
.f 
s
 C
c’
= 0,85.f 
c
’.a’.bCs = As’.f 
s
Z
s
, Z
c’
, Z
s’
masing-masing adalah lenganmomen gaya dalam kolom beton berlubang.
Metode Analisis
Untuk mengetahui pengaruh lubang dalamkolom beton bertulang terhadap kekuatannya dalammemikul beban dilakukan analisis terhadap modelpenampang kolom dari penelitian: Efek PengekanganKolom Berlubang Beton Mutu Normal TerhadapDaktilitas Kurvatur (Sabariman, 2004). Pembahasandilakukan terhadap 3 buah penampang kolom denganukuran 200 x 200 mm
2
yang terdiri dari penampangkolom tak berlubang, penampang kolom berlubang4% dan penampang kolom berlubang 7%.Pembahasan kekuatan kolom dalam memikulbeban mula-mula dilakukan terhadap diagraminteraksi penampang kolom tanpa lubang, untuk mengetahui kekuatan kolom tanpa reduksi lubang.Selanjutnya ditinjau seberapa jauh penurunankekuatan memikul beban pada kolom dengan lubang4% dan 7%. Untuk menentukan letak kondisikeruntuhan kolom didasarkan pada beban axial yangdapat ditahan kolom tidak berlubang.Analisis kekuatan penampang kolommenggunakan program PCACOL-versi 2.30, suatupaket perangkat lunak yang dikeluarkan
Portland Cement Association,
Skokie, IL-USA, yang berfungsimembuat desain dan permeriksaan kekuatanpenampang kolom beton bertulang. Sehingga dapatdiperoleh kesimpulan pengaruh besarnya lubang padapenampang kolom terhadap kekuatan kolom dalammemikul beban.Model penampang dan
material properties
 kolom yang akan dibahas ditunjukkan pada Tabel 1.Dari nilai-nilai yang diperoleh pada Tabel 1,selanjutnya dilakukan input data dalam programPCACOL ver. 2.30 agar diperoleh diagram interaksimasing-masing penampang kolom. Dengandiperolehnya diagram interaksi masing-masingpenampang kolom, maka dapat dibandingkanpengaruh besarnya lubang kolom terhadap momenkapasitas berdasarkan beban axial (Pu) yang bekerja.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil-hasil diagram interaksi dari programPCACOL, untuk tiap-tiap penampang kolom yangditinjau ditunjukkan dalam Gambar 5 sampai denganGambar 7 pada lampiran.Dari diagram interaksi dapat diperoleh hasil,besarnya memen kapasitas kolom berdasarkan bebanaksial yang diterima kolom. Besarnya beban aksialuntuk menentukan kondisi keruntuhan kolomdidasarkan pada prosentase f 
c
’.A
g
yang diterimapenampang kolom tanpa lubang. Hasilnyaditunjukkan dalam Tabel 2.Tabel 1. Rincian model penampang kolom yang digunakan (Sabariman, 2004)BendaUjiRasiolubang (%)Diameterlubang (mm)Tulangan memanjang KeteranganKST
1
L
0
0 08
φ
13 (As = 1.010 mm
2
)
φ
= 12,68 mmKST
1
L
1
4,53 488
φ
13 (As = 1.010 mm
2
)
y
= 327 MPaKST
1
L
2
7,07 608
φ
13 (As = 1.010 mm
2
)f’
c
= 26 MPaTabel 2. Hasil analisis penampang kolom dengan PCA COL
No Beban aksial (Pu)kNKolomKST
1
L
0
 KolomKST
1
L
1
 KolomKST
1
L
2
 M
kap
 (kN-m)M
kap
 (kN-m)% M
kap
 (kN-m)%
(a) (b) (c) (d) (e) (f)1 0,1.f 
c
’.A
g
= 104 22,5 22,5 0 22,5 02 0,2.f 
c
’.A
g
= 208
Tension failure
24,5 24,5 0 24,5 03 P
balance
= 269 25,2 25,1 0 24,6 2,384 0,3.f 
c
’.A
g
= 312 24,1 24,0 0 23,3 3,235 0,4.f 
c
’.A
g
= 416 21,1 20,9 0 19,7 6,646 0,5.f 
c
’.A
g
= 520
Compres-sion failure
 17,1 17,0 0 15,3 10,52

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Sinta Sirait liked this
Isus Susendro liked this
Ian Civil liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->