Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fikih Puasa

Fikih Puasa

Ratings: (0)|Views: 314 |Likes:
Published by Alfajar
Hal-hal Yang Membatalkan Puasa Yang Hanya Mewajibkan Qadla' (Tidak Kafarat)
Hal-hal Yang Membatalkan Puasa Yang Hanya Mewajibkan Qadla' (Tidak Kafarat)

More info:

Published by: Alfajar on Nov 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/17/2011

pdf

text

original

 
Fikih Puasa : Hal-hal Yang Membatalkan PuasaYang Hanya Mewajibkan Qadla' (Tidak Kafarat)
 Hal-hal yang membatalkan puasa ada dua macam: yangmewajibkan qadla' saja (tidak kafarat), dan ada yangmengharuskan qadla' dan kafarat. Kali ini, kita akanmenampilkan yang pertama, yang mewajibkan qadla' saja,menurut 4 mazhab besar : Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah, dan Hanbaliyah. A. Mazhab Hanafiyah Hal-hal yang membatalkan puasa, dalam mazhab Hanafiyah initerbagi ke dalam 3 kelompok besar. Pertama,memakan/menelan/meminum sesuatu yang tidak selayaknya iamakanan. Masuk dalam kelompok ini adalah hal-hal berikut:
memakan beras mentah.
makan adonan tepung yang tidak dimasak.
menelan obat-obatan (tanpa maksud yang jelas).
 Memakan buah yang belum masak.
 Memakan sisa-sisa makanan di mulut sebesar kacang Arab(sama dengan setengahnya kacang tanah).
 Memakan garam banyak dengan sekali telan jugamewajibkan qadla' (tidak kafarat), berbeda jikamenelannya sedikit-sedikit, maka selain qadla' puasa ia juga wajib membayar kafarat.
 Memakan biji-bijian.
 Memakan/menelan kapas, kertas atau kulit, kerikil, besi,debu, batu, uang kertas/perak atau sejenisnya.
 Memasukkan air atau obat ke dalam tubuh dengan caramenyuntukkan melalui lubang kemaluan, hidung, atautenggorokan.
 Meneteskan minyak ke dalam telinga (bukan air, karenaair tidak bisa meresap lebih jauh ke dalam).
 Masuknya air hujan atau salju ke dalam tenggorokantanpa sengaja, dan dia tidak menelannya.
 Sengaja muntah-muntah, atau mengeluarkan muntahdengan paksa lantas ditelankannya kembali, jikamuntahannya itu memenuhi mulut; atau walaupun tidaksampai memenuhi mulut namun yang kembali tertelanminimal menyamai biji kacang Arab, sementara dia sadar bahwa dia puasa. Namun jika muntahan itu terjadi dengantanpa sengaja; atau kalaupun muntah secara disengajanamun muntahannya tidak memenuhi mulutnya; atau saat muntah dia lupa bahwa dia sedang puasa; ataumuntahannya itu berupa lendir, tidak makanan; maka puasanya tidak batal. Ini berdasar hadis "Barang siapamuntah dengan tanpa sengaja maka dia tidak wajib
 
mengqadla, namun jika sengaja muntah-muntah makadiwajibkan mengqadla'". Jenis kedua adalah memakan/meminum/menelan makan-makanan atau obat-obatan karena ada udzur, baik itu berupa penyakit, dipaksa, memakan/meminum/menelan secara keliru,atau karena menyepelekan, atau karena samar. Masuk dalamkategori ini adalah hal-hal berikut ini:
 Masuknya air kumur ke dalam perut secara tak sengaja.
 Berobat dengan cara membedah tubuh bagian kepala atau perut, lantas obat yang dimasukkan mencapai otak atau perut.
Orang tidur yang dimasuki air ke dalam tubuhnya dengansengaja.
Orang perempuan yang membatalkan puasanya denganalasan khawatir sakit karena melaksanakan suatu pekerjaan.
 Makan atau bersenggama secara syubhat/samar, setelah iamelakukan hal itu (makan atau senggama) karena lupa.
 Makan setelah ia berniat puasa pada siang hari.
 Seorang musafir (orang yang bepergian) yang makan saat niat puasanya dilakukan pada malam hari setelah iamemutuskan untuk menetap (mukim) di tempat ia berada.
 Makan/minum/senggama pada saat fajar telah terbit,namun ia ragu apakah fajar telah terbit.
 Makan/minum/senggama pada saat matahari belumterbenam, namun ia menyangka bahwa matahari telahterbenam (telah maghrib).CATATAN  Seorang yang makan atau melakukan hubungan badan sejaksebelum terbitnya fajar, kemudian fajar terbit, maka jika ialangsung menghentikannya atau memuntahkan makanan yangada di mulutnya, maka hal tersebut tidak membatalkan puasanya. Jenis ketiga adalah pelampiasan nafsu seks/birahi secara taksempurna. Masuk dalam kategori ini adalah hal-hal berikut:
 Keluarnya mani dikarenakan berhubungan badan denganmayit atau binatang atau anak kecil yang belummenimbulkan syahwat.
 Keluarnya mani karena berpelukan atau adu paha.
 Keluarnya mani karena ciuman atau rabaan.
 Perempuan yang disetubuhi saat ia tertidur.
 Perempuan yang menetesi kemaluannya dengan minyak.
 Memasukkan jari yang dibasahi dengan minyak atau air kedalam anus, lantas air atau minyak itu masuk ke dalam.
 
 Bercebok sehingga ada air yang masuk ke dalam melaluianus.
 Memasukkan sesuatu sampai tenggelam seluruhnya(kapas, kain, atau jarum suntik, dll) ke dalam anus.(Jikatidak tenggelam seluruhnya, maka tidak membatalkan puasa)
 Perempuan yang memasukkan jarinya yang dibasahidengan minyak atau air ke dalam vaginanya bagian dalam. B. Mazhab Malikiyah Dalam mazhab ini, hal-hal yang mewajibkan qadla' (tanpakafarat) ada 3 kategori berikut ini: 1.Membatalkan puasa-puasa fardlu (seperti qadla'  Ramadlan, puasa kafarat, puasa nadzar yang tidaktertentu, puasanya orang yang haji tamattu' dan qiraanyang tidak membayar denda). Adapun puasa nadzar yangditentukan, semisal bernadzar puasa hari/beberapahari/bulan tertentu, jika dia membatalkan puasanya itukarena udzur seperti haidl, nifas, ayan, gila, sakit, dll,maka ia tak wajib mengqadla'. Namun jika uzdurnya sudahhilang sementara apa yang dinadzarkannya masih tersisa,maka ia wajib melakukan puasa pada hari yang tersisa itu. 2.Membatalkan puasa dengan sengaja pada puasa Ramadhan, selama syarat-syarat wajibnya kafarat takterpenuhi. Seperti batalnya puasa karena udzur sepertisakit; atau karena udzur yang menghilangkan dosa sepertilupa, kesalahan, keterpaksaan; batalnya puasa karenakeluarnya madzi atau mani karenamelamun/melihat/memikir-mikir (sesuatu yangmenimbulkan syahwat), dengan tanpa berlebihan, namunkebiasaannya keluar mani pada saat berhenti daritindakan itu. Singkatnya, semua puasa wajib yangdibatalkannya wajib baginya mengqadla, kecuali puasanadzar tertentu yang dibatalkannya karena udzur. 3.Membatalkan puasa dengan sengaja pada puasa-puasasunat. Karena menurut mazhab ini, melakukan suatuibadah sunat, hukumnya wajib melakukannya sampaisempurna. Jika dibatalkan secara sengaja maka harusmengqadlanya, dan jika tanpa jika batalnya karena udzur tidak wajib mengqadlanya. Kesimpulannya, seseorang yang membatalkan puasa (semua jenis puasa) dengan sengaja maka ia wajib mengqadlanya, dantidak wajib membayar kafarat kecuali pada puasa Ramadhansaja. Dan barang siapa yang batal puasanya (jenis apa saja)karena lupa, wajib baginya mengqadla (tidak kafarat), kecuali

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
mawardieee liked this
darusono liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->