Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
42Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Faktor Penyesuaian Dan Faktor Kelonggaran

Faktor Penyesuaian Dan Faktor Kelonggaran

Ratings: (0)|Views: 3,019 |Likes:

More info:

Published by: Windy Meilisa Pongtasik on Nov 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2013

pdf

text

original

 
FAKTOR PENYESUAIAN DAN FAKTOR KELONGGARAN
FAKTOR PENYESUAIAN
Rumus dari hitung waktu normal adalah :
=
x p
Dimana P adalah faktor penyesuaian.faktor ini diperhitungkan apabila apabila pengukur berpendapat bahwa´operator bekerja dengan tidak wajar´.Ketika pengukuran berlangsung,pengamat harus mengamati kewajaran kerjayang ditunjukkan operator.ketidakwajaran dapat saja terjadi misalnya misalnya bekerjatanpa kesungguhan,sangat cepat seolah-olah diburuh oleh waktu,kerana menjumpaikesulitan-kesulitan misalnya kondisi ruang yang buruk.hal diatas tentu tidak diinginkankarena waktu baku yang dicari adalh waktu baku yang diperolah dari kondisi dan carakerja yang baku yang diselesaikan secara wajar.Apabila terjadi ketidakwajaran maka pengukur harus mengetahui serta menilaiseberapa jauh hal itu terjadi.sehingga berdasarkan hal tersebut perlu diadakan
penyesuaian.
 biasanya penyesuaian dilakukan dengan mengalikan waktu siklus rata-rata atau waktu elemen rata-rata dengan dengan suatu harga P yang diketahui sebagaifaktor penyesuaian.bila pengukur bahwa operator bekerja diatas waktu normal(terlalucapat)maka harga p>1 ,sebaliknya apabila operator dipandang bekerja dibawah waktunormal maka harga P < 1,dan apabila pekerja bekerja dengan wajar maka harga P = 1.
Cara menentukan faktor penyesuaian
Persentase merupakan cara yang paling awal yang digunakan dalam melakukan penyesuaian.disini besarnya faktor penyesuaian sepenuhnya ditentukan oleh pengukur melalui pengamatan selama melakukan pengukuran.sesuai pengukuran yang diamatiharga p ditentukan oleh pengamat menurut pendapatnya akan menghasilkan waktunormal bila harga ini dikalikan dengan siklus.misalnya pengukur mendapat p= 105%
 
W
aktu siklus yang terhitung adalah 14,2 menit maka waktu normalnya adalah
= 14,2 x 1,05 = 14,91 menit.Cara diatas merupakan cara yang sangat sederhana,sesuai dengan perkembanganZaman maka dikembangkan pula cara lain yang dianggap sebagai cara yang lebihobjektif.berikut adalah cara yang dapat yang dapat digunakan untuk mengerahkan penilaian pengukur terhadap kerja operator.yaitu :Cara ShummardCara ini merupakan cara yang memberikan petokan ±patokan melalui kelas-kelas performance kerja dimana setiap kelas mempunyai nilai sendiri-sendiri(pada tabel1 ).dalam hal ini pengukur diberikan patokan untuk menilai performance kerja menurtkelas ±kelas yang telah ditetapkan,misalnya seseorang dipandang bekrja normal bilanilainya 60,dengan nama performance kerja yang lain dibandingkan untuk faktor  penyesuaian.bila performance sesorang operator dinilai excellent maka mendapat nilai80,sehingga faktor penyesuaiannya adalah :P = 80 /60 =1.33Sehingga siklus rata ±ratanya adalah 270 detik maka waktu normalnya adalah a;
= 270,4 x 1,33 = 359,63 detik.Tabel 1
 
 
Cara
W
estinghouseCara ini mengarahkan pada penilaian 4 faktor yang dianggap dapat menetukankewajaran attau ketikwajaran dalam bekerja yaitu keterampilan ,kondisi kerja,konsintensi dan usaha,setaiap faktor faktor terbagi kedalam kelas ± kelas dengan nilaimasing-masing.Dalam hal ini keterampilan atau skil dibagi dalam beberapa bagian (misalnya ;keragu ±raguan,keprcayaan diri,ketelitian gerakan,koordinasi,irama gerakan dll)begitu pula dengan usaha (misalnya kesungguhan yang ditunjukkan ketika melakukan pekerjaan) ,setelah keduanya diuraiakn maka akan terlihat adanya hubungan antar keterampilan dengan usaha.terkadang banyak terjadi pada pekerja dimana pekerjamempunyai keterampilan rendah tetapi bekerja dengan penuh usaha yang sungguh-sungguh sebagai imbangannya.akan tetapi terkadang seorang pekerja mempunyaiketerampilan tinggi tapi bekerja tanpa usaha yang tinggi,dihasilkan performance yangkurang baik.Demikian juga dalam hubungan antara kondisi kerja dan konsistensi dimana pada cara
W
estinghouse kedua bagian tersebut duraikan juga.pada kondisi kerjamisalnya ideal,excellent,good,average,fair n poor,begitu pula pada konsistensi.faktor konsistensi ini perlu diperhatiakan karena kenyataan bahwa pada setiap pengkuranwaktu angka-angka yang dicatat tidak pernah semua sama,waktu penyelesaian yangditunjukkan pekerja selalu berubah-ubah dari satu siklus ke siklus lainya,dari jam kejam bahkan dari hari kehari.sebagaimana dengan faktor lain konsistensi juga mempunyai 6faktor-faktor lain yang harus diperhatikannya yaitu perfect,excellent,good,average,fair,dan poor.seseorang yang bekerja perfect adalah yangteoritis mesin atau pekerjaan yang waktunya dikendalikan oleh mesin,ini merupakncontoh dimana variasi waktu tidak diharapkan terjadi.sebalikknya konsistensi poor terjadi bila waktu penyelesaiaannya berselisih jauh dari rata-rata secara acak.Berdasarkan table 2 ,dalam menghitung faktor penyesuaian,bagi keadaan yangdianggap wajar diberi harga p = 1,sedangkan terhadap penyimpangan dari keadaan iniharga p nya ditambah dengan keterampilan pekerja yang di nilai fair (E1),usaha good(C2),kondisi excellent (B) dan kondisi poor (F),maka tambahan trhadap p = 1 adalah :

Activity (42)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nadila Kitazawa liked this
Galih Setio liked this
choi_hyuk liked this
Findy Find Fin liked this
Muthiah Hanifah liked this
Artha Yoljhu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->