kemudian berkembang hingga ke masa kini. Jika dilihat darialat musik (instrument) yang dipakai pada tari zapin ini ataudai maqan (maqam) melodi lagunya, tidak dapat dipungkiribahwa kesenian ini berasal dari Timur-Tengah. Bahwa, parapeneliti sepakat mengatakan zapin dibawa oleh parapedagang-pedagang beragama Islam dari SemenanjungArabi, Persia, Gujarat dan India. Hal ini dapat ditandai dariperkembangannya di Nusantara, terutama umumnya sukuMelayu di kawasan pesisir dengan berbagai-bagai namatempatan, seperti kata zapin di Riau, Malaysia dan Deli, dana-sarah di Jambi, bedara di Lampung, zafin di Jawa pesisir danMadura, jepin atau jepen di Kalimantan, Sulawesi dan Maluku,dana-dani di Nusa Tenggara. Zapin di pesisir Jawa, Madura,dan Nusa Tenggara hanya dikenal pada masyarakatketurunan Arab.Musik (istilah Melayu: bunyi-bunyian) pengiring tari zapintradisional ini terdiri dari alat-musik: sebuah gambus yangdisebut dengan gambus selodang, dan beberapa buahgendang.Gambus SelodangGambus zapin Melayu ini adalah alat-musik menyerupai ud(oud) di Timur Tengah berbentuk seludang kelapa yang dibuatdari batang nangka. Pada tengah-tengah resonator-nyaditutup dengan kulit sapi, kerbau atau kulit kambing yangsudah diraut tipis. Junlah dawai gambus selodang ini adalah 7(tujuh) yang semuanya disetel berpasangan kecuali senarpaling atas (nada paling rendah) batang petikan, tetapi padaakhir-akhir ini ada kemungkinan bertambah menjadi 9(sembilan) atau 11 (sebelas), seperti pada ud Arab.Pada mulanya dawai ud Arab dibuat dari usus binatang (gut)atau dari sutera yang pernah dikerjakan oleh orang Persia-