Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permainan Trandisional Sorodot Gaplok

Permainan Trandisional Sorodot Gaplok

Ratings: (0)|Views: 4,280|Likes:
Published by Denzevil Artknight

More info:

Published by: Denzevil Artknight on Nov 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

 
Permainan/ Child's Play (Kaulinan Budak): SORODOTGAPLOK
oleh: McDeeck
KEKAYAAN ragam permainan anak jaman dahulu sangat memancing jiwa sportif, membangkitkangairah, sekaligus berolah raga. Salah satu permainan yang cukup dikenal di Jawa Barat adalahSORODOT GAPLOK. Permainan ini menggunakan batu sebagai alat permainan. Jumlah pemain adalahgenap, jadi minimal ada dua orang untuk bermain secara bergantian. Bisa juga menyertakan lebihbanyak pemain, namun terbagi dalam dua tim. Cara bermain, disepakati satu garis untuk memasangbatu secara berdiri. Lantas ada satu garis pada jarak tertentu untuk pemain lawan melemparkan batuBiasanya berjarak 3 - 5 meter. Pemain yang memasang batu secara berdiri adalah pemain/tim yangberjaga. Sedangkan pemain/tim yang melempar batu adalah yang bermain. Tim pemain akan berdiriberjajar di garis lempar untuk melemparkan batu miliknya untuk menjatuhkan batu lawan. Ada yangdalam satu lemparan bisa langsung menjatuhkan batu lawan, ada juga yang lemparannya terlaludekat atau terlalu jauh, sehingga harus melempar dari posisi jatuh batunya. Jika jaraknya dekat,lemparan dilakukan secara ngolong, yaitu posisi setengah berjongkok dan batu dilemparkan lewatkolong kaki. Jika jaraknya cukup jauh, batu dikolongkan namun ke arah atas, lalu ditangkap, kemudiandilemparkan seperti biasa. Jika semua batu lawan sudah jatuh, dilanjutkan dengan tahap kedua, yaitumenjatuhkan batu lawan dengan menggunakan kaki. Batu diletakkan di atas kaki, lalu melangkahseraya berusaha membenturkan batu ke batu lawan. Biasanya pada jarak terntentu, langkah terhenti,sehingga batu meluncur datar. Inilah yang disebut sorodot (meluncur) dan batu yang saling menubrukbatu seolah sedang saling menampar (gaplok).
 
Olimpiade "Sorodot Gaplok"
"Sorodot Gaplok"Ada di OlimpiadeMASIH ingat dengan istilah egrang, sorodot gaplok, toktak, ataumengbal? Ya, itu adalah beberapa jenis permainan tradisional khas JawaBarat yang kini semakin langka dimainkan.Egrang atau jajangkungan, jenis permainan dengan menggunakan bambuyang mengharuskan peserta untuk berjalan dengan ketinggian pijakantertentu. Sorodot gaplok, jenis permainan menggunakan batu yang harusdilontarkan dengan menggunakan kaki. Toktak, permainan mirip badmintontapi alat yang digunakan terbuat dari kayu, dan mengbal atau sejenisfutsal mini.Sungguh suatu hal yang menggembirakan, karena permainan itu kini masukolimpiade. Memang sih, bukan tingkat dunia, tapi paling tidak kaulinanurang Sunda itu mulai dilirik para elite.Dengan tujuan ingin melestarikan permainan tradisional atau kaulinanurang Sunda, Universitas Padjadjaran menggelar Olimpiade Olah RagaTradisional, Sabtu (1/11) di kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur Bandung.Sekitar 1.277 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, staf, dankaryawan Unpad, bertanding dalam cabang permainan tradisional ini.Rektor Unpad Ganjar Kurnia yang juga turut serta sebagai peserta grandprix egrang menuturkan, permainan tradisional sebenarnya memilikimakna lebih dari sekadar olah raga. Sebab untuk bisa melakukankaulinan tradisional ini dituntut kreativitas terutama dalam membuatalat permainan."Ke depan akan terus kita kembangkan dengan berbagai jenis permainanlainnya. Minimal kita bekerja sama dengan pemda sehingga kabupatenkota juga mengirimkan kontingennya. Kalau dilombakan pasti bisabertahan," katanya seraya menambahkan kegiatan ini merupakan bagiandari rangkaian Dies Natalis ke-51 Unpad.Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Lex Laksamana yang hadir dalamkesempatan tersebut, juga berharap ke depan ajang seperti ini bisadilakukan di semua daerah di Jawa Barat. Bahkan bukan tidak mungkinbisa menjadi salah satu ajang wisata budaya Jawa Barat.Dona, salah seorang peserta olimpiade, mengaku, cukup antusiasmengikuti kegiatan ini. Terlebih selama ini, kata Dona yang mahasiswa
 
F
akultas Hukum Unpad ini, dirinya tidak pernah tahu kalau adapermainan menarik seperti ini di Jawa Barat.Senada dengan Dona, mahasiswa Unpad lainnya Ega mengaku antusias danbangga bisa menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal Sunda.Ke depan, kata Ega, sosialisasi mengenai permainan tradisional iniharus dilakukan terutama kepada generasi muda. Sebab saat ini, katadia sudah banyak generasi muda yang berangsur melupakan permainantradisional. (Nuryani/"PR")***

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mega Wanti liked this
Radhista Notia liked this
Jery Widodow liked this
Dony Loe Ary liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->