Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Republika Yogya, Rabu (1-12-2010)

Republika Yogya, Rabu (1-12-2010)

Ratings: (0)|Views: 1,245|Likes:
Published by heri purwata

More info:

Published by: heri purwata on Nov 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/19/2012

pdf

text

original

 
Yulianingsih
lind corner 
atau pojok baca di PerpustakaanKota Yogyakarta yang diperuntukkan bagipenyandang tunanetra resmi dibuka, Selasa(30/11), setelah menjalani serangkaian proses ujicoba sejak Agustus.“Ini adalah layanan tambahan di PerpustakaanKota Yogyakarta yang didasari pada sebuah komit-men, yaitu semua orang memiliki kesetaraan hakatas akses memperoleh informasi,” kata KepalaKantor Arsip dan Perpustakaan Kota Yogyakarta, SriSulastri di sela-sela acara peresmian
Blind Corner 
Sri menambahkan, setiap orang seharusnyamemiliki kesempatan yang sama untuk dapat menun-tut ilmu. “Para tuna netra tidak dapat melihat tetapilebih peka bisa menggunakan indera lainnya untukberinteraksi dengan lingkungan. Atas dasar itulahArpusda berupaya mengakomodasi kebutuhan paradifabel dengan menyediakan perangkat komputeryang adaptif,” terangnya.Layanan ini kata dia, diharapkan dapatmemenuhi kebutuhan tunanetra akan aksesibilitasinformasi sebagai upaya menuju perpustakaaninklusif yang melayani seluruh lapisan masyarakattanpa kecuali.Menurut dia, sasaran utama dari layanan terse-but adalah penyandang tunanetra dan tidak terba -tas untuk warga Kota Yogyakarta, tetapi untuk se-mua penyandang tunanetra yang sedang berada dikota tersebut.Ia mengatakan, layanan
blind corner 
tersebutdidasarkan pada sistem teknologi informasi, sehing-ga buku-buku koleksi di pojok baca tersebut berben-tuk digital dan membutuhkan media komputer untukdapat menikmati layanan tersebut.“Untuk sementara ini, baru ada satu unit kom-puter yang disediakan di
blind corner 
, tetapi dimasa yang akan datang, kami akan menambahperangkat komputer sehingga layanan bisa semakinbaik,” paparnya.Apabila terdapat lebih dari satu penyandang tu-nanetra yang ingin menikmati layanan tersebut, lan- jut dia, maka tunanetra bisa memanfaatkannya se-cara bersama-sama dengan mengeraskan suarayang keluar dari komputer alih-alih menggunakan
head phone 
, sehingga suara bisa didengarbersama-sama.“Kami memanfaatkan perangkat lunak
Jaws
Pojok Bacauntuk Tunanetra
>>
sisi lain
<<
REPUBLIKA
Jawa Tengah & DIY 
RABU, 1 DESEMBER 2010
24 DZULHIJAH 1431 H
Halaman
>>
21
KANTOR PERWAKILAN DIY - JATENG
Jl Perahu No 4 Kotabaru Yogyakarta
Telepon Redaksi
: (0274) 566028
TeleponSirkulasi
: (0274) 541582
TeleponIklan
nnnn: (0274) 544972
Layanan Pelanggan
: (0274) 3050444
K
egiatan di sektor riil khusus-nya usaha kecil menengah(UKM) sangat memerlukandukungan permodalan yang bersum-ber dari perbankan termasuk per-bankan syariah. Beberapa pengusa-ha UKM yang berkonsultasi denganpenulis pernah mengemukakanmasalah keterbatasan permodalan-nya saat ini.Mereka ingin meningkatkan skalausahanya melalui peningkatan volu-me produksi dan jenis produk yangberorientasi ke pasar internasional.Kendala yang dihadapi adalah mere-ka belum sepenuhnya memahamidan mengenal dengan baik jenis– jenis pembiayaan yang ditawarkanbank syariah. Pada kesempatan itupenulis menyarankan untuk
mu sya rakah
dengan bank syariah sertamemanfaatkan fasilitas akad musya-rakah sesuai dengan kebutuhannyaSalah satu yang penulis reko-mendasi adalah jenis
musyarakahmutanaqishah
(MMTQS) untuk diper-timbangkan sebagai alternatif pembi-ayaan investasi.Secara umum pengertian
mu syarakah
adalah akad antara orang-orang atau para pihak yang sepakatuntuk berserikat dalam modal dankeuntungan. Pada bank syariah, pembi-ayaan
musyarakah
ditujukan untukpembiayaan modal kerja atau investasiyang sebagian dipenuhi oleh pihakbank sebagai penyertaan modal.Dalam penyertaan ini, bank berhak ikutserta dalam pengelolaan bisnis nasa-bah dengan risiko, jika terjadi kerugian,bank syariah ikut menanggung keru-gian yang diderita usaha nasabah.Keikutsertaan bank syariah dalampengelolaan usaha nasabah mem-berikan keuntungan pada nasabahkarena bank syariah memiliki ahli-ahliyang bisa membantu manajemenusaha nasabah yang menjadi partner.MMTQS pembiayaan investasimerupakan pembiayaan yangdiberikan oleh bank syariah denganprinsip penyertaan secara bertahapdikurangi (
decreasing ownwrship 
)melalui pengalihan kepemilikan kenasabah bank syariah. Tujuan dariakad MMTQS membantu nasabahpada tahap tertentu agar dapatmemenuhi kebutuhan dananyamelalui penyertaan modal dari banksyariah. Pada tahap berikutnyamelalui
surplus cashflow 
yang diper-oleh, atau melalui penambahanmodal sendiri, nasabah berpeluangmengurangi penyertaan modal banksyariah sampai tahap dimana kepe-milikan modal sepenuhnya beradapada nasabah.Akad ini bermanfaat ketikanasabah kekurangan modal tetapimemiliki sumber modal potensialyang sementara belum dapat digu-nakan (misal dalam masih dalambentuk piutang), sehingga nasabahmelalui akad MMTQS, dapat meman-faatkan tawaran penyertaan modaldari bank syariah. Produk MMTQS juga memberikan manfaat baginasabah yang bisnisnya potensialmampu menghasilkan
surplus cash- flow 
yang besar sehingga diperhi-tungkan mampu mengurangi porsikepemilikan modal secara bertahap.Ketentuan akad MMTQS terdiri dariakad
musyarakah
dan jual beli (
Ba’i 
).Landasan hukum yang digunakanadalah Fatwa DSN No. 8 Tahun 2000,tentang Pembiayaan
Mu syarakah
,menjelaskan para mitra memiliki hakdan kewajiban tertentu, kerugianditanggung bersama berdasarkan pro-porsi modal dan nisbah bagi hasilsesuai kesepakatan pada saat akad.Persoalannya adalah,
musya ra kah
belum semenarik akad pembi-ayaan murabahah karena nasabahmasih berpola pikir lebih menyukaimembayar margin lebih kecil daripa-da “membayar” sebesar bagian ke-untungan. Dalam hal ini bagi nasa-bah, skim
murabahah
lebih diminatidaripada bagi hasil.Nasabah bank syariah yangbanyak juga menjadi nasabah bankkonvensional, selalu memban-dingkan antara membayar bungasebagai
cost of capital 
yang relatif lebih rendah dibandingkan denganmembagi keuntungan.Bank syariah ke depan memangharus memperluas jenis produk ung-gulannya disertai sosialisasi yangintensif agar lebih dikenal dan dimi-nati oleh calon nasabah. Bank syari-ah harus berperan sebagai bagiandari
back-up 
atau
supporting system
dalam memenuhi kebutuhan pembi-ayaan UKM. Belajar dari Jepang,
back-up system
inijuga menjadikekuatan UKM di Jepang.Survei yang penulis lakukan padatahun 1986 di Kyoto Jepang, menun- jukkan,
back-up system
inilah yangmenjadi kekuatan para pengusahaboneka mainan di pedesaan yangmenjamin kontinuitas produk danpemasaran ke berbagai negara.Belajar dari itu, dukungan pembia-yaan oleh bank syariah melaluiberbagai jenis produk yang di-
launching 
bank syariah sangat pen-ting artinya bagi penguatan ekonomisyariah.
Musyarakah
Mutanaqishah 
S Y A R I A H
Oleh
Drs Syafaruddin Alwi MS*
anggota Dewan Pengawas Syariah Bank BPD DIY Syariah
Kantor Cabang SyariahKantor kas Syariah AMC
Jln Cik Ditiro 34 Gedung Asri Medical Center (AMC)YogyakartaJln HOS Cokroaminoto 17Telp 0274 - 550740Telp 0274 - 617978
CILACAP —Niat maumencari kerja tapi apa dayajustru kemalangan yang di-dapat. Itulah derita yang se-olah tiada akhir dialami pa-ra duta devisa atau tenagakerja Indonesia (TKI). Menu-rut data Komisi Penanggu-langan AIDS (KPA) Kabu-paten Cilacap, dari 236 ka-sus HIV/AIDS yang dideritapara warga disana ternyatasebanyak 64 orang di anta-ranya adalah mantan TKI.Menurut Sekretaris KPA,Sarjono mengatakan dari236 kasus HIV/AIDS di ka-bupaten ini, 64 kasus di an-taranya menimpa mantantenaga kerja Indonesia.“Jumlah tersebut berda-sarkan data per September2010 karena data bulan Ok-tober belum kami terima,masih divalidasi. Namunyang menarik, dari 236 ka-sus tersebut ternyata 64orang di antaranya pernahbekerja di luar negeri se-bagai TKI dan kemungki-nan tertular saat masih be-kerja di luar negeri,” kata -nya, Selasa (30/11) sepertidikutip
 Antara.
Menurut dia, pihaknyatelah berkoordinasi denganDinas Tenaga Kerja danTransmigrasi Kabupaten Ci -lacap maupun Balai Pelaya- nan Penempatan dan Perlin- dungan TKI Provinsi JawaTengah terkait kasus tersebut.Dalam hal ini, kata dia,KPA bersama dua instansitersebut maupun lembagaswadaya masyarakat (LSM)pendamping berupayamemberikan pembekalanmengenai HIV/AIDS kepa-da para calon TKI sebelumdiberangkatkan ke luar ne-geri khususnya yang bekerjadi sektor informal.Terkait perincian 236 ka-sus HIV/AIDS tersebut, diamengatakan, jumlah terse-but terdiri 179 kasus HIVdan 57 positif AIDS. Menu-rut dia, kasus HIV/AIDS diCilacap hingga saat ini telahmerenggut 33 korban jiwa.Disinggung mengenaikelompok terbesar dalamkasus HIV/AIDS, dia me-ngatakan, hal itu didominasimasyarakat umum yangmencapai 58 persen. “Ma-syarakat umum ini merupa-kan ibu rumah tangga, man-tan TKI, maupun pekerjakantoran. Sedangkan kasusHIV/AIDS dari para peng-guna jarum suntik ataunarkoba jumlahnya sangatkecil karena hanya delapanpersen,” jelasnya.Ia mengatakan, kasusHIV/AIDS dari para peng-guna narkoba ini ditemukandari para warga binaan yangmendekam di lembaga pema-syarakatan di Cilacap mau-pun Pulau Nusakambangan.Menurut dia, pemeriksa-an HIV/AIDS warga binaandilakukan rutin oleh Klinik
Voluntary Counseling andTesting
(VCT)
Mobile
dariRumah Sakit Umum DaerahCilacap.
ed
: indra wisnu
64 Duta DevisaTerkena HIV/AIDS
KLATEN—Kerugianyang harus dialami Peru-sahaan Listrik Negara(PLN) Area Pelayanan danJaringan (APJ) Klaten aki -bat erupsi Merapi mencapaiRp 2,3 miliar. Kerugian ter-sebut diketahui berdasarkanpendataan jaringan atauinstalasi listrik yang rusakdi sekitar lereng Merapi.Manager PLN APJ Kla-ten, I Ketut Wriyana menga-takan jaringan yang rusaktersebut seperti trafo, tianglistrik, sistem jaringan te-gangan menengah (JTM)dan jaringan tegangan ren-dah (JTR). Dia menyebutkanJTM yang masih padamhingga saat ini mencapai99,6 kms. Sementara JTRyang rusak sepanjang 9,8kms. “Kalau untuk trafoyang padam sebanyak 193buah, sementara yang rusakmencapai 22 buah, “ sebutWriyana kepada wartawandi Klaten, Selasa (30/11).Kerusakan jaringan lis-trik tersebut, lanjutnya, ber-dampak pada terputusnyasaluran perangkat jaringanlistrik ke 14.629 pelangganPLN. Hal ini mengakibat-kan pemadaman sebagianwilayah masih dilakukanlantaran pihaknya belumdapat melakukan penyam-bungan jaringan yang rusak.“Pascaerupsi Merapi, kitasudah berusaha memper-baiki jaringan terutama un-tuk daerah aman. Sekarangkita mulai memperbaiki ja-ringan di Desa Balerante, “ungkapnya.Pelanggan PLN yang ber-ada di radius lima kilometer,ungkapnya, hingga saat inimasih belum dapat menik-mati aliran listrik. Di kawas- an tersebut, terdapat sekitar254 pelanggan. “Kita belummemperbaiki kawasan itu,karena masih dalam zonabahaya, “ ujar Wriyana.Humas PLN APJ Klaten,Santoso menambahkanwarga Klaten yang menjadikorban erupsi Merapi akandiberikan keringanan. Pi-haknya akan menggratiskantagihan rekening listrik bagipelanggan PLN yang ru-mahnya rusak berat. “Bagipelanggan yang saluran lis-triknya terputus karenaerupsi Merapi juga tidakakan kita pungut biaya. Se-mentara pelanggan yangsempat mengungsi akan kitaberi toleransi pembayaranrekening listrik hingga tang-gal 20 Januari 2011, “ ujar-nya.
ed:
indra wisnu
Pemadaman ListrikMasih Berlangsung
Yulianingsih
UGM akan bangun
Wisdom Park 
diGedung Grha SabhaPramana (GSP).
YOGYAKARTA — Sedikit-nya 500 pakar budaya, ilmupengetahuan dan pendidikandari beberapa negara di duniaserta dari 30 perguruan tinggidi Indonesia akan membahastentang kearifan lokal untuksolusi masalah dunia di kampusUniversitas Gadjah Mada(UGM) Yogyakarta.Kegiatan yang dikemas da-lam tajuk
World Conference onScience, Education and Culture
(WISDOM 2010) ini sebenarnyasudah dilaksanakan Novemberlalu namun akibat letusan Me-rapi kegiatan pertama pemba-hasan kearifan lokal se-duniaini diundur menjadi tanggal 5-8 Desember 2010.“Rencana awal WISDOM di-gelar 8-11 November 2010 namunditunda akibat erupsi Merapi.Saat ini kondisi berangsur-angsur sudah aman, bahkan Ban-dara Adisucipto kembali nor-mal,” terang Ketua KonferensiWISDOM 2010, Dr WienduNuryanti, di UGM, Selasa (30/11).Menurutnya, kegiatan inidigelar bersama dengan 30 per-guruan tinggi di Indonesia baiknegeri maupun swasta. Karena-nya mengawali kegiatan itu pi-haknya akan membangun
Wis-domPark
atau taman kearifanlokal di halaman Gedung GrhaSabha Pramana (GSP) UGM.Taman tersebut akan diisi pena-naman 30 pohon secara bersa- ma-sama sebagai simbol kearif-an bersama. “Kegiatan ini akanterus berlangsung dan nantibergilir penyelenggaranya,”terangnya.Menurutnya, hingga 29 No-vember 2010, sedikitnya ada490 peserta yang merupakanpeneliti, dosen, dan guru besardi bidang ilmu pengetahuan,budaya dan pendidikan menya-takan diri akan ikut dalam ke-giatan ini.Kegiatan yang diisi dengankolokium membahas masalah-masalah kearifan lokal di bi-dang ilmu pengetahuan, pen-didikan dan budaya ini akandilakukan di tujuh sentra buda-ya dan seni yang berbeda diYogyakarta antara lain di Ru-mah Seni Tembi, Rumah BatikWinotosastro, Museum Sono-budyo hingga Museum Affandi.Ketua
Organizing Committee
,Prof Atyanto Dharoko menga-takan, dalam kesempatan itu pi-haknya akan menghadirkanpembicara kunci yaitu tokohkonservasi kreatif dunia, Jean-Michel Cousteau dari Perancis.Jean-Michel selain dikenal se-bagai pemerhati lingkungan danproduser film bertema kelautan,juga menjabat sebagai
Exe-cutive Vice President CousteauSociety
dan pendiri serta Pre-siden
Ocean Futures Society
, se-buah lembaga nirlaba yang ber-gerak di bidang konservasi kre-atif kelautan dan pendidikan.
The Spirit of Merapi 
Sementara terkait denganmusibah letusan Gunung Mera-pi, seluruh peserta WISDOM2010 imbuh Atyanto akan di-ajak melakukan lawatan ke be-berapa desa dan lokasi peng-ungsian korban letusan GunungMerapi. “
Post-Merapi EruptionSocial Program”
ini bertujuanuntuk memberi kesempatan ba-gi para peserta WISDOM 2010untuk memahami
The Spirit of Merapi
yang menjadi akar ke-arifan lokal yang telah ada da-lam masyarakat sekitar Mera-pi selama berabad-abad.“Kunjungan tersebut jugamenunjukkan kepada para pe-serta WISDOM 2010, bagaima-na kearifan lokal berperan se-bagai sumber daya alam untukmenjaga Merapi dan pendudukdi sekitarnya,” paparnya.WISDOM 2010 ini juga me-ngagendakan kolokium untukmengenang hidup dan kontri-busi Dr Ann Dunham Soetorodan Prof Mubyarto.
ed:
indra wisnu
Pakar BahasKearifan Lokal
Bersambung ke hlm 24 kol 1-2
 JEMBATAN PUTUS
Lahar dingin yang menerjang sungai Kali Code, Senin (29/11) lalu membuat fasilitas warga seperti jembatanpenyeberangan di perkampungan Ledok Code, Kotabaru rusak dan sebagian badannya terputus. Jembatantersebut kini tak bisa dilewati sehingga lalu lintas warga kedua kampung yang dipisahkan sungai sejak Selasa(30/11) terpaksa harus memutar.
PANTAU SUNGAI
Masyarakat yang tergabung dalam Pare Anom
Community 
, memasang antena komunikasi diRusunawa Cokrodirjan, Selasa (30/11). Paguyubansosial yang bergerak pada bantuan komunikasi dan
rescue 
ini secara intensif memantau sungai-sungaidi Yogyakarta.
ALFIAN SYAFRILIMAM BUDI UTOMO/REPUBLIKA
 
Assalamu’alaikum Wr Wb 
Bapak/Ibu pengasuh ekonomi syariah,dalam banyak hal yang saya amati, pemba-hasan tentang ekonomi syariah lebih banyakmenyoroti perbankan syariah. Saya sebagaiseorang pegawai di lembaga keuangan mikrosyariah menjumpai bahwa dalam praktikpenentuan marjin atau laba pembiayaan(kredit) tidak ada panduan yang jelas darisisi syariah sehingga lebih banyakdidasarkan pada intuisi dan perbandingandengan lembaga lain. Yang saya tanyakan,apakah syariah tidak memiliki panduan, seti-daknya aturan main tentang bagaimanacaranya penentuan
marjin
ini? Kamiberharap bisa dijelaskan dan terimakasihkarenanya.
Wassalamualaikum
.
ApriliyantoYogyakartaJawab:
Saudara April yang kami hormati, kere-sahan yang saudara tanyakan sebenarnyasudah banyak ditanyakan dari sejak awalberdirinya perbankan syariah di Indonesia,yaitu mengenai panduan syariah dalammenentukan harga. Khusus mengenai ke-uangan perbankan, Dewan Syariah Nasional(DSN) telah mengeluarkan fatwa pada tahun2000, misalnya tentang
murabahah
(fatwaDSN No 04/DSN-MUI/IV/2000) yang menje-laskan mengenai masalah harga atau
marjin
.Dalam fatwa ini dijelaskan bahwa hargabarang harus secara transparan menjelaskanberapa harga beli barang dan biaya-biayayang ditimbulkan dalam proses jual beli di-tambah dengan
marjin
atau
laba 
yang dise-pakati oleh pihak pembeli dan penjual. Fatwaini tidak menjelaskan mengenai berapabesarnya
marjin
yang dituntun oleh syariah,kecuali aspek kesepakatan.Demikian pula dalam fatwa DSN lainnyatentang sewa dan jual beli jenis lain (
salam,istisna) 
tidak dijelaskan dasar pertimbangandalam menentukan ongkos sewa atau harga,yang pada intinya dikembalikan kepadakesepakatan antarpihak. Dalam praktik,sebagaimana dibahas bulan Juni 2010,penentuan
marjin
murabahah banyak didugaada kemiripan dengan praktik yang ada diperbankan konvensional dan menggunakanbunga sebagai perbandingan.Pada dasarnya syariah telah memberikanbatasan atau pegangan kita dalam menentu-kan harga atau keuntungan dalam perda-gangan secara umum. Sebagaimana dijelas-kan Ibn ‘arabi (1148) bahwa syariah meng-hendaki terwujudnya perdagangan yang dida-sarkan pada ‘
iwad al-mitsl 
atau kompensasiyang wajar dan adil.Dijelaskan setiap tambahan yang tanpadiikuti oleh
‘iwad 
atau kompensasi yang adiladalah
riba 
. Oleh karena itu,
‘iwad 
yang men- jadi dasar atau syarat dibolehkannya (halal-nya) jual beli. Hal ini dikarenakan yang dina-makan perdagangan adalah pertukaran anta-ra suatu nilai dengan nilai yang setara.Ketika seorang pedagang menjual suatubarang dengan harga yang lebih tinggi daribiaya
input 
, maka
marjin
laba harus mengan-dung
iwad 
. Perdangangan ini tidak sebatas jual beli
murabaha 
h, namun juga bentukpertukaran lainnya seperti sewa menyewa,gadai, ataupun persekutuan (
mudharabah
dan
musyarakah
).Menurut syariah,
iwad 
ini mesti memenuhitiga prinsip. Pertama, prinsip laba (
ghanm) 
berjalan seiring dengan risiko pasar (
gharm) 
.Implikasinya, dibolehkan mengambil tingkatkeuntungan yang lebih tinggi selama menang-gung risiko yang lebih tinggi pula.Prinsip
kedua 
adalah laba meski berse-suaian dengan kerja dan usaha atau nilaitambah yang diberikan (
kasb 
). Sebagaimisal, pembelian dengan model pesananyang membuat penjual meski bekerja danmemesan barang terlebih dahulu dimungkin-kan untuk diterapkan
marjin
yang lebih tinggidaripada pembelian langsung tanpa pesa-nan. Prinsip
ketiga 
, adalah
marjin
memper-timbangkan biaya atau modal yang diinvesta-sikan (
daman
). Biaya yang dimaksudkan ter-masuk harga pokok pembelian dan biayatransaksi.
Wallahu a’lam.
 Aturan Penentuan
Marjin 
MES
MASYARAKATEKONOMISYARIAH
Redaksi:
Rubrik
MES DIY Menjawab
mene-rima pertanyaan seputar masalah ekonomiserta perbankan syariah dari pembaca.Pertanyaan dapat dikirimkan melalui email:mesdiy@yahoo.co.id, republika@gmail.comatau faks 0274-882589.
Menjawab
D
iasuh Oleh Tim MES Yogyakarta
kabar
diy
&
 jateng
REPUBLIKA
Halaman
>>
Rabu
>
1 Desember 2010
22
>>
kilas
<<
Muswil PPP DigelarAwal Tahun Depan
SEMARANG — Dewan Pimpinan Wilayah PartaiPersatuan Pembangunan (DPW PPP) Provinsi JawaTengah memperkirakan Musyawarah Wilayah (Mus-wil) DPW PPP Jawa Tengah dapat dihelat awal tahun2011. Kepastian ini disampaikan setelah sejumlahagenda tahapan pelaksanaan anggaran dasar dananggaran rumah tangga (AD/ART) menuju Muswil initelah terselesaikan di tingkat ranting dan cabang.Hingga saat ini musyawarah ranting (Musting) danmusyawarah cabang (Muscab) sudah selesai. Se-dangkan tahapan musyawarah cabang (Muscab)sebagian sudah terselenggara. Antara lain di Banjar-negara, Kebumen, Rembang, Klaten dan Pemalang.“Ditargetkan Muscab di 35 kabupaten/kota ini akanrampung pada akhir tahun ini,” ungkap SekretarisDPW PPP Jawa Tengah, Drs Alfasadun MM Akt, diSemarang, Selasa (30/11).Menurutnya, setelah Muscab selesai dilanjutkanMuswil untuk menuju Muktamar DPP PPP sebagaisarana konsolidasi untuk menghadapi Pemilihan Umum(Pemilu) 2014 mendatang. Alfasadun menilai dilihatdari perangkat organisasinya, PPP mampu menaikkansuara pada Pemilu 2014. Karena dengan Pemilu yangmakin liberal, PPP telah mengubah peraturan pemilihanpengurus yang lebih luwes.
bowo pribadi
ed:
heri purwata
Lokakarya PengembanganKurikulum
YOGYAKARTA — Kelemahan pendidikan terletakpada sumber daya manusia (SDM) guru dan kuriku-lum yang diterapkan belum sepenuhnya menyentuhdunia nyata. Di antaranya, mengajarkan bagaimanakita harus belajar tentang ketrampilan hidup,bagaimana harus belajar memperjuangkan kehidup-an secara eksis dengan menjunjung tinggi moral danmartabat.Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINSunan Kalijaga, Prof Dr Sutrisno mengemukakanhal tersebut pada seminar dan lokakarya Pengem-bangan Kurikulum
Teaching School 
di Yogyakarta,Senin (29/11).Sutrisno juga mengharapkan kesejahteraan gurudan dosen yang semakin baik seharusnya dibarengidengan profersionalitas guru.Saat ini, kata Sutrisno, masih banyak guru yangmelakukan pembelajaran dengan cara lama, sebataspada transfer pengetahuan semata. “Lokakarya
Teaching School 
ini juga berkomitmen menyiapkancalon guru untuk berani menggunakan cara-carabaru mengajar dan berani meninggalkan cara-caralama dalam mengajar yang sudah berpuluh tahunditerapkan di negeri ini,” jelas Sutrisno.
heri purwata
ed:
indra wisnu
Bowo Pribadi
SEMARANG — Me-nyambut respon positif atasdiluncurkannya programPensiun Sehat Sejahtera(PSS), Bank Tabungan Pen-siunan Nasional (BTPN)Tbk akan memperbanyakprogram
Corporate SocialResponsibility
(CSR) ini ta-hun 2011. Diharapkan ta-hun depan bisa merambahkepada 800 ribu nasabah diseluruh kantor cabang.“Tahun depan, programPSS ini akan dilaksanakanserentak di 400 kantor ca-bang BTPN di tanah air de-ngan jumlah penerima man-faat mencapai 800 ribuan,”ungkap
Corporate SocialResponsibility Head
BTPN,Rizal Algamar, di Semarang,Selasa (30/11).Dijelaskan Rizal, sampaitriwulan ketiga 2010 pro-gram PSS, yang diluncur-kan 24 Juni 2009, baru me-nyentuh sedikitnya 3.170nasabah yang tersebar di141 kantor cabang BTPN.PSS merupakan programCSR yang terintegrasi de-ngan bisnis bagi para pen-siunan. Konsep awal pro-gram ini digagas denganmenganalisa berbagai kebu-tuhan yang diinginkan pen-siunan.Dari hasil analisis ini, ke-butuhan para pensiunan(baik PNS maupun TNI/Polri) yang paling utamaadalah kesehatan, spiritualdan kekeluargaan. Sehinggahasil analisis kebutuhanpensiunan ini diformulasi-kan dalam program PSS.Yakni sebuah kepedulianyang bertujuan untuk me-masyarakatkan kebiasaanhidup sehat dengan meng-hindari jatuh sakit. Sehing-ga para pensiunan dapatmencapai usia yang lebihpanjang serta mendorongpandangan hidup positif,holistik dan tidak terbataspada kesehatan jasmanimaupun rohani.Program ini terdiri atastiga pilar utama, yang per-tama, meliputi pusat infor-masi yang menyajikan ber-bagai informasi kesehatanyang dibutuhkan para pen-siunan dalam mengisi haritua mereka. Kedua, menye-lenggarakan berbagai kon-sultasi medis dan kesehatanlainnya. Termasuk menye-lenggarakan berbagai semi-nar tentang kesehatan yangbermanfaat bagi para pen-siunan secara reguler.Pilar ketiga, lanjutnya,menawarkan kesempatanuntuk berwirausaha melaluiprogram yang menggabung-kan penyebarluasan infor-masi dan pelatihan wirausa-ha bagi para pensiunan ma-upun pra pensiun untuk me-mulai dan mengelola usaha.“Untuk pilar ketiga ini, sa-lah satu fokus kegiatannyaberupa pemberian pelatihanberwirausaha kepada parapensiunan maupun pra pen-siun. Termasuk memberikanwawasan peluang usahayang sesuai dengan parapensiunan,” imbuh Rizal.Pada awal diluncurkan,lanjutnya, PSS hanya dilaku-kan untuk 80 pensiunanpenerima manfaat di empatkantor cabang. Program initerus diperluas.
ed:
heri purwata
Program PensiunSehat Sejahtera
BELIBN TCJUAL
Tanggal : 30 November 2010
Catatan : kurs sewaktu-waktu dapat berubah
MULIA
AUTHORIZED MONEY CHANGER
Inna Garuda Hotel Jl. Malioboro 60 Yogyakarta(Depan Tiket Counter Garuda Indonesia)
Senin - Jumat : 07.00 - 19.00, Sabtu - Minggu : 08.00 - 15.00 WIB
Telp. 0274-563314 (Hunting), 566353 Ext. 8901 Fax.(0274) 549777
USD 8,875
8,725 8,975
EURO
12,050 11,850 12,175
AUD
8,750 8,650 8,900
CAD
8,750 8,200 8,900
GBP
14,200 14,000 14,500
CHF
9,025 8,775 9,175
SGD
6,825 6,950
HKD
1,135 1,210
 JPY 107.50
101.50 110.00
RM
2,825 2,925
KWD
30,000 31,500
WON 7.25
 /7.75 8.75
NT
273/283 313
BND
6,800 6,950
NZD
6,800 6,950
PHP
190 230
THB
290 315
YUAN
1,320 1,395
SAR 2,300
2,425
CURRENCY
Mulia
B U M I A RTA
Bowo Pribadi
Diprediksikan awalDesember pengeprasanBukit Cemorosewuselesai.
SEMARANG — Dinas Bina Mar-ga Provinsi Jawa Tengah, akhirnya‘buka suara’ terkait dengan molor- nya penyelesaian proyek pembangu-nan jalan tol Semarang- Solo seksi I.Dinas ini menuding, pengeprasan Bu-kit Cemorosewu dan Galepek (Ceper)di wilayah Kecamatan Ungaran Ti-mur, Kabupaten Semarang menja-di kendala utama penyelesaian jalurtol seksi Semarang – Ungaran ini.Kepala Dinas Bina Marga JawaTengah, Danang Atmodjo mengata- kan, kontur bukit dan faktor cuacamenjadi penghambat utama penye-lesaian proyek ini. Ia memperkira-kan, pengeprasan bukit Cemorosewuini dipastikan dapat selesai pada 6Desember mendatang. “Sekarangtinggal sedikit dan separo pekerjaansudah rata,” jelasnya kepada war-tawan di Semarang, Selasa (30/11).Kontur tanah di Bukit Cemorose- wu ini, jelas Danang, sangat berbedadibandingkan di Bukit Ceper. Curahhujan yang tinggi seringkali menyu-litkan pengeprasan di Bukit Ceper.Ia pun juga mengharapkan penge-prasan Ceper juga cepat tersele-saikan. Dengan catatan curah hujanyang turun di kawasan ini juga tidakterlalu tinggi.Saat ini ketinggian bukit yangtersisa tidak lebih dari enam meterdari ketinggian semula sekitar 35meter. Setelah rata dengan jalan, pe-laksana proyek akan segera melaku-kan pengerasan jalan untuk meng-hubungkan jalan tol Semarang-Ungaran.Sementara pembangunan akhir
interchange
di Ungaran, Danangmengatakan, masih menunggu pro- ses pengeprasan bukit Ceper selesaiterlebih dahulu. Danang berharapSeksi I Semarang – Ungaran dapatsecepatnya selesai. Bahkan untukmengejar tenggat waktu penyelesai-an, pihak pelaksana proyek men-datangkan dua alat berat dari Ka-limantan Timur.Sebelumnya, Gubernur Jawa Te-ngah, H Bibit Waluyo menghendakiuntuk mengejar tenggat penyelesai-an telah didatangkan dua alat beratuntuk mempermudah pengeprasanbukit. Alat berat tersebut merupa-kan peralatan khusus untuk menge-pras bukit yang didatangkan pelak-sana proyek.Penambahan alat itu diharapkanmempermudah proses pengeprasanbukit yang merupakan salah satukendala terberat. “Untuk selesai 100persen dan dioperasikan pada tang-gal 16 Desember diperkirakan me-mang belum akan tercapai. Namunkalau bukit menjadi rata bisa sajaterealisasi pada tenggat waktu terse-but,” jelasnya.Sementara Manajer OperasionalPT Istaka Karya, Herman Soepriyadidi Ungaran, Ahad (28/11) mengata-kan, dua bukit yang saat ini masihdalam proses pengeprasan adalahbukit Cemoro Sewu di Kilometer9+400 tepatnya di Desa Kalirejo, danBukit Ceper di Desa Sidomulyo Ke-camatan Ungaran Timur. Ia menga-takan, ketinggian Bukit Ceper yangharus dikepras masih sekitar 15 atau20 meter, sedangkan di Bukit Cemo-rosewu masih 10 meter. Menurutnya,tanah yang perlu keruk dari keduabukit tersebut masih sekitar 200.000meter kubik.“Kami sudah berganti-bergantimendatangkan alat berat sepertieskavator dan bolduser yang besar-besar, tapi karena medannya sulit,alat tersebut sering mengalami ke-rusakan,” katanya seperti dikutip
 Antara.
Menurut dia, akibat sering terjadihujan, mengakibatkan pembangu-nan proyek tersebut terkendala, se-lain karena jalannya licin, juga men-gakibatkan banyak alat berat dantruk pengangkut mengalami keru-sakan. Ia menambahkan, strukturtanah di Bukit Cemorosewu cende-rung keras karena bercampur de-ngan batu-batuan, sehingga menim-bulkan kerusakan pada alat berat.Sedangkan struktur tanah di Bu-kit Ceper cenderung basah, sehing-ga jalan di bukit tersebut juga licin.“Kalau terjadi hujan biasanya parapekerja libur sampai tanahnya di-pastikan kering, karena untuk meng-hindari kerusakan alat maupunmenghindari bahaya kecelakaan,”katanya.
ed:
heri purwata
Mengepras Bukit,Penyelesaian Tol Molor
BELAJAR MEMBATIK
Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) tengah belajar membatik di Pusat Industri Kecil dan Kerajinan (PIKK) Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa(30/11). Kegiatan ini diselenggarakan untuk menumbuhkan minat anak- anak terhadap seni batik.
BOWO PRIBADI/REPUBLIKA
 
Halaman
>>
Rabu
>
1 Desember 2010
23
REPUBLIKA
reportase
B UR UH DIL AR ANG HID UP L A Y AK
S
etiapkali menjelang diumumkannyaupah minimum kota/kabupaten(UMK), selalu terjadi tarik ulurantara kalangan buruh denganperusahaan. Bahkan tidak jarangmemicu aksi buruh di berbagai daerah, lan-taran buruh merasa dirugikan karena kenaikanupah, bahkan besarannya tidak sebandingdengan kebutuhan hidup layak (KHL). Rata-rataUMK yang diusulkan oleh setiap kabupaten/kota ke Pemerintah Provinsi selalu hanyaberdasarkan kebutuhan minimum (KHM).Untuk mendapatkan perlakuan yang lebihbaik terkait upah, jaminan sosial dan kesehat-an bagi kalangan buruh, ibarat pepatah ‘bagaipungguk merindukan bulan’. Upah yang dteri-ma tetap saja tak mampu menutup kebutuhankehidupannya, serta tidak mendapatkan jamin-an sosial serta kesehatan yang memadai.Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo mene-tapkan upah minimum 35 kabupaten/kotatahun 2011, dengan rata-rata besaran Rp780.801,44 per bulan atau masih di bawahangka kebutuhan hidup layak (KHL) yang men-capai Rp 830.108,4 perbulan.Besaran rata-rata upah minimum 2011tersebut mengalami kenaikan sekitar 6,25persen dibanding besaran UMK Provinsi JawaTengah tahun 2010 yang mencapai Rp 734.874,08 per bulan. Sedangkan rata-rata penca-paian upah minimum 2011 terhadap angkasurvei kebutuhan hidup layak, mencapai94,09 persen. Di mana, rata-rata besaran ang-ka survei kebutuhan hidup layak 35 kabupa-ten/kota pada tahun 2011, mencapai Rp830.108,4 per bulan.Sebelum ditetapkan, sejumlah serikatburuh/pekerja mendatangi Pemrov JawaTengah mendesak agar gubernur menetapkanupah minimum kabupaten/kota di wilayahnyasetara dengan 100 persen angka kebutuhanhidup layak (KHL).Sekretaris Serikat Pekerja Nasional JawaTengah, Nanang Setiono menyatakan pencapai-an upah yang sesuai kebutuhan hidup layak di35 kabupaten/kota di Jawa Tengah selalu ber-ubah-ubah. Padahal, sejak 2005 lalu Jawa Te-ngah sudah melakukan tahapan pencapaian be-saran upah yang sesuai kebutuhan hidup layak.Ia menyontohkan, selama dua tahun laluKota Solo telah menetapkan upah sesuaikebutuhan hidup layak, tapi besaran upah2011 yang diajukan justru melorot menjadihanya 90 persen dari angka kebutuhan hiduplayak. Nanang menegaskan meskipun angkahasil survei kebutuhan hidup layak secaranominal masih kecil, tapi pemerintah harusmencapai angka 100 persen kebutuhan layaktersebut. Namun kenyatannya yang ditetapkanPemprov saat ini hanya 94,09 persen.Dalam penetapan yang didasari oleh kepu-tusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 561.4/69/2010 tentang penetapan upah minimum35 kabupaten/kota tahun 2011, besaranupah tertinggi dicapai oleh Kota Semarangyang mencapai Rp 961.323. Sementara upahminimum terendah pada Kabupaten Cilacapwilayah barat sebesar Rp 675 ribu.
Kembang kempis
Sementara itu Pempov DIY menetapkanbesaran UMP di daerahnya sebesar Rp 808ribu. Besaran ini oleh kalangan buruh di dae-rah itu dirasakan tidak adil.’’ Semula kitaberharap, ada perubahan mendasar dalammenentukanbesaran UMP,yakni mengacupada KHL,bukan KHM.Meski adakenaikan,kalau caranyaseperti ini,tetap tidakakan menolong buruh yang kondisinya kem-bang-kempis,’’ kata Sekjen Aliansi BuruhYogyakarta, Kirnadi.Meski rata-rata UMK baik di Jawa Tengahmaupun DIY mengalami kenaikan, namun de-ngan laju inflasi serta terjadinya kenaikan har-ga kebutuhan pokok serta kebutuhan sekun-der, dengan upah yang diterima sesuai keten-tuan sekalipun, kehidupan buruh masih sajatetap tak mampu menutup kebutuhan dasarhidupnya. Sementara, sebagian besar perusa-haan juga masih mengabaikan jaminan sosialdan kesehatan buruh, bahkan memberi upahdi bawah UMK.Sodik (24), seorang buruh pabrik pengola-han kayu lapis di Temanggung mengatakan,gaji yang diterima memang sesuai denganUMK tahun 2010, yaitu Rp 650 ribu per bulan.Angka ini, tentu tidak mencukupi untukmemenuhi kebutuhan hidupnya. Apalagi, Sodikharus menghidupi seorang anak dan isteri.‘’Untuk mencukupi kebutuhan, terpaksasetiap hari kerja lembur, masuk pukul dela-pan, keluar pabrik pukul dua belas malam,’’katanya.Dengan kerja seharian seperti itu, Sodikmengaku baru mendapat penghasilanlumayan, yaitu sekitar Rp 1,4 juta perbulan. Initanpa jaminan sosial dan kesehatan. Kalausakit, kata Sodik, harus berobat sendiridan bila tidak masuk sehari gaji dipotong.Lebih mengenaskan laginasib Suwignyo (37), yang jugabekerja sebagai buruh pabrik ka-yu lapis di Kota Parakan. Ia me-ngaku hanya menerima Rp 10ribu perhari, tanpa uang makandan uang transpor.’’ Apa bolehbuat, mencari pekerjaan sulit, yadijalani saja,’’ katanya.Bahkan sebagian besar tokodi daerah ini belum menerapkanUMK. “Sekitar 70 persen toko didaerah ini belum menerapkanupah minimum kabupaten (UMK)karena belum mampu menggajiberdasarkan UMK,” kata Ke-pala Bidang Pembinaan danPengawasan Ketenagaker- jaan Dinas Tenaga Kerjadan Transmigrasi Kabu-paten Temanggung, SutarWidagdo sebagaimana diku-tip
Antara 
.“Hal ini banyak terjadidi pertokoan kecil ataukios. Mereka sebenarnyamampu membayar sesuaiUMK, namun dengancatatan harus mengurangi jumlah pegawai sehinggaakan terjadi PHK dan angkapengangguran meningkat,”katanya.Sementara itu, kenaikanRp 60 ribu dari UMK tahun 2010sebesar Rp 715 ribu menjadi Rp775 ribu perbulan, oleh kalangan pekerja diKabupaten Wonosobo juga dirasakan masih jauh dari cukup untuk bisa memenuhi kebu-tuhan hidup mereka.’’Dengan menanggungdua anak, satu sudah duduk di kelas dua SMPdan satu di kelas enam SD, ya harus pontang-panting, pinjam sana-pinjam sini, padahalisteri saya juga punya pekerjaan sebagaitukang cuci,’’ aku Wahyudi, warga Temanggungyang bekerja di perusahaan pengolahan kayudi Sapuran Wonosobo.
S
elama ini penetapan pendapatanburuh melalui upah minimum provinsi(UMP) baik di Jawa Tengah maupunDIY, selalu saja hanya didasarkan untukmencukupi kebutuhan hidup buruh lajang(sandang, pangan), dengan masa kerja 0sampai 10 tahun.Hal itu belum termasuk jaminan sosial(kesehatan, kecelakaan kerja dan pen-didikan). Padahal tidak kecil jumlah pekerjakita harus menanggung hidup isteri dananak. Tak heran jika kehidupan kaum buruhkita bagai tak mau beranjak dari ‘kemiskin-an’ mereka.Undang-undang Ketenagakerjaan mewa- jibkan bagi semua perusahaan untuk mem-berikan Jamsostek (jaminan sosial tenagakerja). Bagi perusahaan yang tidak mema-tuhinya siap dipidana. Namun tampaknya,menurut Sekjen Aliansi Buruh YogyakartaKirnadi, selama ini negara membiarkan ataspelanggaran tersebut. ’’Bila buruh sakit,atau mengalami kecelakaan sampai mening-gal tidak ada santunan. Karena itu buruhmengalami kerugian ganda,’’ kata Kirnadipada
Republika 
, Senin (29/11).Data secara nasional katanya, menun- jukkan bahwa di Indonesia hanya delapanpersen perusahaan yang memberikan Jam-sostek kepada pekerjanya. ‘’Kalau di DIY sayabelum mendapatkan data resmi, tetapi ke-mungkinan lebih 50 persen perusahaan yangtidak memberikan Jamsostek,’’ tutur dia.Menurut Kirnadi, pihaknya sudah meng-usulkan kepada pemerintah agar dilakukanpengawasan terhadap ketentuan Undang-undang yang mewajibkan semua perusa-haan untuk memberikan Jamsostek, tetapitidak ada progres dari negara. Berkaitandengan UMP DIY tahun 2011 yang telahdiputuskan Gubernur DIY, kata Krinadi, ABYmenolak keputusan itu karena terlalu ren-dah dan sama dengan upah buruh terendahdi Kabupaten Kulonprogo.‘’Kalau didasarkan pada kebutuhan hiduplayak di Kabupaten Kulonprogo, ini tidakfair, sebab UMP kan untuk seluruh ProvinsiDIY. Seharusnya pertimbangan penetapanUMP adalah hasil survei rata-rata dari limakabupaten/kota.’’Apalagi dalam praktiknya, perusahaanmenerapkan UMP untuk semua buruh de-ngan tidak memperhitungkan masa kerja,serta tidak pernah memperhitungkan buruhyang sudah berkeluarga dan mempunyaianak. Sehingga tidak bisa menjamin kese- jahteraan buruh.‘’Menurut survei kami, kebutuhan hiduplayak buruh DIY sebesar Rp 1.118.000 danitu baru untuk sandang dan pangan. Artinya,Kirnadi menambahkan, baru bisa untukkebutuhan hidup yang layak, belum terma-suk anggaran biaya sekolah anak.’’Untuk membiayai anak seorang buruhserta kesehatan, harus dipenuhi dengananggaran sendiri,’’ katanya.Sementara itu Ketua PerhimpunanRakyat Pekerja DIY, Akbar Riewako menga-takan, UMP DIY yang telah diputuskansebesar Rp 808 ribu belum memenuhi kebu-tuhan buruh. Seharusnya UMP DIY di atasRp 1 juta, minimal sekitar Rp 1,4 juta.‘’Secara kasat mata saja, apabila sekalimakan biayanya sebesar Rp 10 ribu makadalam sebulan hanya untuk kebutuhanmakan sebesar Rp 900 ribu dan belum lagikebutuhan hidup lain seperti kesehatan,beli pulsa dan lain-lain.’’Penolakan serupa dilakukan SerikatPekerja Nasional (SPN) Kota Semarang.Mereka menyatakan menolak besaran upahminimum kabupaten/kota di Jateng tahun2011. Mereka menuntut gubernur Jateng,segera merevisi SK gubernur No:561.4/69/2009 tentang upah minimumdengan alasan penentuan UMK tak sesuaidengan mekanisme yang berlaku.Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC)SPN Kota Semarang, Heru Budi Utoyodalam keterangan persnya menyatakan,pihaknya menolak penetapan besaran UMKdi Kota Semarang yang hanya sebesar Rp961.323. Seharusnya besaran UMK yangdihitung sesuai dengan ketentuan Perme-nakertrans No 17/MEN/VIII/2005. Yaitusebesar Rp 1.047.543,10.Masih jauhnya UMK dari KHL juga diakuiKepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cila-cap, Uong Suparno ‘’Tapi secara bertahap,kita akan terus berupaya agar UMK bisasama dengan KHL,’’ katanya pada
Republi ka 
.UMK Cilacap ditetapkan antara Rp 675ribu hingga Rp 790 ribu per bulan. UMKtersebut terbagi untuk tiga zona wilayah.Yakni, Cilacap Kota Rp 790 ribu, CilacapTimur Rp 691 ribu dan terendah CilacapBarat Rp 675 ribu.Dia menyebutkan, berdasarkan hasil sur-vei yang dilakukan pihaknya, KHL di wilayahKabupaten Cilacap, juga terbagi dalam tigazona. Untuk wilayah Cilacap Kota, KHL-nyasenilai Rp 833.465, Cilacap Timur Rp 817.066 dan Cilacap Barat Rp 808.798. ‘’De-ngan demikian, UMK baru mencapai 94,5persen. Masih kurang lima persen lagi agarbisa sesuai dengan KHL,’’ katanya.Dibandingkan dengan UMK tahun 2010,Uong mengaku, kenaikkan memang sangatkecil, hanya naik sekitar tiga sampai empatpersen. Dengan demikian, masih jauh dariinflasi kabupaten yang mencapai di atasenam persen.Namun dia menyebutkan, UMK tersebuthanya merupakan batas terendah dari upahminimum yang harus diberikan oleh pihakpengusaha pada karyawannya. Denganpengertian tersebut, maka pihak pengusahadiharapkan memberi upah di atas UMK, jikakaryawan di perusahaannya sudah memilikimasa kerja di atas satu tahun.‘’Ketentuan UMK tersebut, adalah hanyauntuk karyawan memiliki masa kerja di bawahsatu tahun. Kalau sudah memiliki masa kerjadi atas satu tahun, mestinya ya tidak dibayarhanya sesuai dengan UMK,’’ jelasnya.
Buruh Alami Kerugian Ganda
Tim peliput:
Neni Ridarineni, Bowo Pribadi, Eko Widiyatno
Editor:
Mohammad As’adi
ILUSTRASI: OCHIN/REPUBLIKA

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Pandha Cubby liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->