Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
LANDASAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

LANDASAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ratings: (0)|Views: 670|Likes:
Published by Dedi Mukhlas
Landasan pemerintah. Oke
Landasan pemerintah. Oke

More info:

Published by: Dedi Mukhlas on Nov 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/30/2010

pdf

text

original

 
LANDASAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
 
DALAM TEKNOLOGI PENDIDIKAN1. PENDAHULUAN
 A. Latar BelakangBerbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah guna tercapainya cita-cita dalam bidangpendidikan sepeerti yang diamanatkan oleh pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskankehidupan bangsa. Upaya yang dilakukan tersebut berupa pembaharuan atau inovasi dalambidang pendidikan. Pembaharuan atau inovasi pendidikan merupakan suatu perubahan yangbaru, yang kualitatif dan berbeda dari sebelumnya, serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam pendidikan (Wijaya, Djajuri, dan Rusyan, 1988:7).Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam pendidikan. Kebijakan-kebijakan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, program-program, undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri, dan sebagainya. Kebijakan-kebijakantersebut sudah banyak yang dikeluarkan oleh pemerintah, di antaranya ada yang berkaitandengan
teknologi pendidikan.
 Pengertian teknologi pendidikan yang dimaksud bukan hanya alat-alat bantu belajar sajaseperti audio, audio visual, dan sebagainya, melainkan perencanaan, desain kurikulum,evaluasi kurikulum, analisis pengalaman belajar, implementasi program dan reinovasi belajardan sebagainya. Jadi teknologi pendidikan menyangkut teori dan praktek, sehingga teknologipendidikan bersifat rasional, menggunakan
 problem solving approach
dalam pendidikan danskeptis serta sistematis dalam cara berfikir tentang belajar dan membelajarkan.Untuk lebih jelasnya Donal P. Ely seperti yang dikutip oleh Wijaya, Djajuri dan Rusyan(1988:39) mengatakan bahwa teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang mencakupberbagai fasilitas belajar melalui identifikasi yang sistematis, pengembangabn,pengorganisasim dan penggunaan sumber-sumber yang maksimal dan penghelolaabnprosesnya.Dari uraian di atas maka dapat kita contohkan beberapa bentuk perubahan di dalam bidangpendidikan. Contoh-contoh tersebut ialah: Proyek Pamong atau SD pamong, radiopendidikan, televisi pendidikan, SMP Terbuka, Program Kesetaraan Paket A, B, C,pembelajaran jarak jauh, dan sebagaianya. Contoh-contoh tersebut merupakan upaya yangdilakukan dalam pembaharuan bidang pendidikan oleh pemerintah terutama yang berkaitandengan teknologi pendidikan.B. Perumusan Masalah dan Batasan Masalah.Dari uraian di atas, maka yang menjadi masalah adalah apa
 sajakah kebijakan pemerintah dalam pendidikan yang berkaitan dengan teknologi pendidikan ?
 
 
Karena kebijakan pemerintah itu terlalu luas apabila dilihat dari segi waktunya, makarumusan masalah tersebut dibatasi hanya
 kebijakan yang tertuang dalam UUD 1945 dan Program Pembangunan Nasional 1999-2004 dan 2004-2009.
 
2. PEMBAHASAN
 A Kebijakan-Kebijakan UmumSecara umum kebijakan pemerintah tertuang dalam
UUD 1945
yaitu pasal 28 huruf c, e; danpasal 31. Bunyi pasal 28 huruf c adalah sebagai berikut.Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya,
berhakmendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi,seni dan budaya
, demi m,eningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umatmanusia.Sedangkan dalan pasal 28 huruf e disebutkan sebagai berikut.Setiap orang bebas memeluk agama, dan beribadat menurut agamanya
, memilih pendidikandan pengajaran
, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.Dalam pasal 31 dikatakan sebagai berikut.1. Setiap warga Negara
berhak mendapatkan pendidikan
.2. Setiap warga Negara
wajib mengikuti pendidikan dasar
dan pemerintah wajibmembiayainya.3. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional.4. Negara
memprioritaskan anggaran pendidikan
sekurang-jkurangnya 20% dariAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.5. Pemerintah
memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan menjunjung tingginilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraanmanusia.Dari beberapa pasal di atas, tampak jelas bahwa pendidikan merupakan bidang yang sangatpenting dan diutamakan dalam pembangunan. Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan,bahkan menjadi suatu kewajiban terutama pendidikan dasar. Sebagai konsekuensinyapemerintah wajib pula membiayainya dengan anggaran yang diprioritaskan. Selainpembiayaan pemerintah melakukan program-program atau kegiatan-kegiatan yangberhubungan dengan peningkatan pendidikan baik mutu maupun jumlah. Sehingga apapunbentuknya akan dilakukan oleh pemerintah guna meningkatkan
parsisipasi belajar
pesertadidik asal sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Dengan adanyakomitmen pemerintah, diharapkan masyarakat atau warga akan mendapatkan
kesempatanbelajar.
 
 
Selain dalam UUD 1945, kebijakan-kebijakan yang bersifat umum juga terdapat dalamprogram-program pembangunan. Sebelum era reformasi kebijakan pembangunan tertuangdalam GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara) atau dalam Repelita (RencanaPembangunan Lima Tahun). Namun setelah itu kebijakan pembangunan tidak lagi tertuangdalam GBHN dan Repelita, melainkan tertuang dalam Program Pembangunan Nasional(Propenas). Dalam pembahasan ini ada dua Program Pembangunan Nasional Tahun 1999-2004 dan Program Pembangunan Nasional Tahun 2004-2009.v
Program Pembangunan Nasional (1999-2004)
 Di dalam
Propenas 1999-2004
Bab VII terdapat Pembangunan Pendidikan. Di dalamnyamemuat program-program baik untuk Pendidikan Dasar dan Prasekolah, PendidikanMenengah, Pendidikan Tinggi, maupun pendidikan luas sekolah. Di antara program-programtersebut terdapat
Program Pembinaan
baik berupa pembinaan Pendidikan Dasar danPrasekolah, maupun Pendidikan Menengah. Di dalam program pembinaan inilah ada tujuanyang hendak dicapai antara lain: meningkatkan kesamaan kesempatan untuk memperolehpendidikan bagi kelompok yang kurang beruntung, termasuk mereka yang tinggal di daerahterpencil dan perkotaan kumuh, daerah bermasalah, masyarakat miskin, dan anak yangberkelainan. Sasaran yang hendak dicapai dalam program ini antara lainmeningkatnya angka partisipasi kasar (APK) untuk SD/MI, SLTP/MTs, SMU/SMK/MA danpenuntasan wajib belajar 9 tahun sebanyak 5,6 juta siswa..Program pembinaan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) bertujuan untuk menyediakan pelayanankepada masyrakat yang tidak atau belum sempat memperoleh pendidikan formal untuk mengembangkan diri, sikap, pengetahuan dan keterampilan, potensi pribadi, dan dapatmengembangkan usaha produktif guna meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Untuk melaksanakan ini maka dilakukan usaha berupa: meningkatkan sosialisasi dan jangkauanpelayanan pendidikan dan kualitas serta kuantitas warga belajar
 Kejar Paket A setara SD, Kejar Paket B setara SLTP
untuk mendukung wajib belajar 9 tahun, dan mengembangkanberbagai jenis pendidikan luar sekolah yang berorientasi pada kondisi dan potensi lingkungandengan mendayagunakan prasarana dan kelembagaan yang sudah ada di masyarakat..Di samping itu terdapat pula upaya
pemerataan pendidikan.
Salah satu upaya pemerataanpendidikan adalah menerapkan
alternatif layanan pendidikan
, khususnya bagi masyarakatyang kurang beruntung (masyarakat miskin, berpindah-pindah, terisolasi, terasing,minoritasdan di daerah bermasalah, termasuk anak jalanan), seperti
SD dan MI kecil satu guru, guru kunjung dan sistem tutorial, SD Pamong dan SD/MI terpadu kelas jauh, serta SLTP/MTs terbuka.
Untuk meningkatkan kulaitas pendidikan dasar dan prasekolah dilakukan dengancara meningkatkan penyediaan, penggunaan, perawatan sarana dan prasarana pendidikanberupa
 buku pelajaran pokok, buku bacaan, alat pendidikan
Ilmu Pengetahuan Spsial(IPS), IPA dan matematika, perpustakaan, laboratorium, serta ruang lain yang diperlukan.Pada jenjang perguruan tinggi ada kegiatan pokok untuk memperluas
 kesempatan memperoleh pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Salah satu kegiatannya adalahmenyebarkan kapasitas pendidikan tinggi secara geografis untuk mendukung pembangunansdaerah serta memberikan kesempatan bagi kelompok masyarakat yang berpenghasilanrendah termasuk kelompok masyarakat dari daerah bermasalah, dengan menyelenggarakanpembinaan perguruan tinggi sebagai pusat pertumbuhan di kawasan serta menyelenggarakanpembinaan program unggul di wilayah kedudukan perguruan tinggi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->