Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
297Activity
P. 1
proposal-thesis-susilo

proposal-thesis-susilo

Ratings:

4.85

(40)
|Views: 11,123 |Likes:
Published by susilowirawan
proposal-thesis-susilo
proposal-thesis-susilo

More info:

Published by: susilowirawan on Aug 03, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Seperti tertulis dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Pendidikan Nasional2005-2009, maka ada masalah mendasar yang dihadapi dalam pembangunanpendidikan di Indonesia dewasa ini. Permasalahan pendidikan ini dikelompokkanmenjadi tiga masalah besar, pertama yaitu masalah yang berkaitan denganpemerataan dan perluasan akses pendidikan, masalah kedua meliputi mutu,relevansi dan daya saing keluaran (output) pendidikan dan yang ketiga masalahmanajemen, akuntabilitas dan citra publik tentang pengelolaan pendidikan(Depdiknas, 2005).Melalui Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nomor 298/Menkes-Kessos/SK/IV/2001 tanggal 16 November 2001 maka terbentuklahPoliteknik Kesehatan, salah satunya adalah Politeknik Kesehatan DepartemenKesehatan (Poltekkes Depkes) Mataram yang merupakan salah satu UnitPelaksana Teknis Depkes RI di Provinsi NTB. Poltekkes ini terbentuk dariakademi-akademi yang sebelumnya pernah berdiri dengan pengelolaanmanajemen sendiri-sendiri. Setelah terbentuknya Politeknik Kesehatan Mataram,segera diikuti dengan pelimpahan tenaga, peralatan dan inventaris dari akademi-akademi ke Politeknik Kesehatan Depkes Mataram. Penyelarasan danpengaturan penggunaan keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan prosesbelajar mengajar yang meliputi kurikulum, dosen, laboratorium, perpustakaan danpenunjang yang lain terus diupayakan agar Politeknik Kesehatan Mataram dapatmenghasilkan produk lulusan yang berkualitas.Dalam Profil Poltekkes Depkes tahun 2007 disebutkan bahwa pada Maret2006 setelah berakhirnya satu periode kepemimpinan direktur yang lama dansejalan dengan telah dimulainya periode kepemimpinan baru, maka struktur organisasi Politeknik Kesehatan Depkes Mataram semakin dibenahi agar dapatberjalan seragam, serasi, efektif dan efisien. Selama kurang lebih lima tahunberdirinya Poltekkes Depkes Mataram kegiatan–kegiatan ditekankan padasosialisasi keberadaan Poltekkes Depkes Mataram baik secara internal maupun
1
 
eksternal organisasi. Bersamaan dengan itu pula dilakukan konsolidasi denganmendirikan lembaga dan unit-unit baru untuk lebih memadukan kegiatanadministrasi dan teknis serta peningkatan sarana dan prasarana.Poltekkes Depkes Mataram yang terdiri dari 3 lokasi kampus yang berbedayaitu Kampus A, B dan C sebagian besar telah terkoneksi dengan jaringaninternet, yaitu sebanyak 9 komputer di kampus A dan 7 komputer di kampus B.Bahkan sejak bulan Mei 2008, di kampus A dan kampus B telah dibangun sistem jaringan nirkabel
(wireless)
sehingga semakin memudahkan bagi dosen maupunmahasiswa untuk mendapatkan akses internet secara bebas dan mudah.Diharapkan pula dengan dibangunnya jaringan internet di Poltekkes Depkes inihambatan akses internet bagi pengguna, baik oleh dosen maupun mahasiswatidak akan ditemui lagi. Namun untuk kampus C (Prodi Keperawatan Bima) belumdapat terhubung dengan Poltekkes, mengingat sangat jauhnya lokasi kampustersebut dari Mataram (Kampus A dan B). Hal tersebut cukup menyulitkan dalamsistem koordinasi dengan Poltekkes Depkes Mataram. Direncanakan tahunanggaran 2008 ini ketiga-tiganya sudah dapat saling terhubung.Sejak awal 2007 sampai dengan saat ini Poltekkes Depkes Mataram telahmenggunakan jasa penyelenggara layanan jaringan
(Backbone Internet)PT.LINTASARTA Indosat Group
. Politeknik Kesehatan Depkes Mataram hanyamemiliki situs institusi resmi dengan namahttp://poltekkesmataram.com. Situs inimerupakan situs yang lebih bersifat statis dan bukan situs untuk prosespembelajaran
(e-learning)
. Hanya sedikit yang mengakses situs ini disebabkan isi
(content)
dari situs tersebut yang amat jarang di-
update
datanya. Di samping itupengelolaan situs ini masih belum optimal mengingat pembuatan situs tersebutdiserahkan kepada vendor dan penguasaan terhadap pengelolaan situs ini bagistaf 
(administrator)
yang ditunjuk masih sangat kurang.Setelah Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional (Sisdiknas)diberlakukan, maka semua lembaga penyelenggara pendidikan dapat dandiizinkan menyelenggarakan pendidikan dengan menggunakan alat bantupembelajaran elektronika atau
e-learning (web based learning)
. Pembelajaranmelalui jasa web ini mengandalkan pada keunggulan teknologi informasi dankomunikasi (Soekartawi, 2007).
2
 
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesatdan sesuai dengan UU tersebut, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanismebelajar mengajar (pendidikan) berbasis Teknologi Informasi (TI) menjadi takterelakkan lagi, tak terkecuali di Poltekkes Depkes Mataram. Tak jarang ditemukanbahwa mahasiswa memiliki kemampuan penguasaan teknologi informasi yanglebih baik dibandingkan dosennya. Masih dijumpai pula dosen-dosen yangmenggunakan materi yang sama dari tahun ke tahun pada angkatan yangberbeda dan kelas yang sama tanpa dilakukan update materi. Di samping itukebutuhan profesionalisme bagi dosen tidak cukup hanya mengandalkan bukuatau literatur yang tersedia di perpustakaan, namun tuntutan kompetensi bagiseorang dosen sebagaimana yang tertuang dalam tri dharma perguruan tinggimengharuskannya memiliki sumber-sumber pengetahuan yang lebih luas.Dengan adanya pemanfaatan teknologi baru di Poltekkes berupa metodepembelajaran digital
(e-learning)
diharapkan mahasiswa yang biasanya pasidapat berperan lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itumahasiswa akan terdidik untuk berjiwa mandiri dan memungkinkan tumbuhnyakreatifitas berfikir yang selanjutnya mempercepat terjadinya proses belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mahasiswa
(student learning approach).
Konsep ini diharapkan dapat membawa pengaruh terjadinyaproses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secaraisi (
content 
) maupun sistemnya. Di sisi lain saat ini konsep
e-learning 
sudahbanyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan semakin maraknyaimplementasi
e-learning 
di lembaga pendidikan (sekolah, training dan universitas)maupun di industri.Di antara alasan dikembangkannya metode ini adalah hasil evaluasidampak penggunaan
e-learning 
berkelanjutan pada pengajar bidang medis yangdilakukan Curran (2006). Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa secaraumum materi
e-learning 
atau kursus yang dievaluasi dapat memberikanpeningkatan yang bermakna pada post test dibandingkan pretest, terutamapengetahuan dan adanya perubahan kepercayaan diri. Demikian pulapenggunaan tutorial
e-learning 
yang
asynchronous computer 
juga ditemukanadanya peningkatan efektifitas dalam bidang pengetahuan, kepercayaan diri dankemandirian individu yang beragam dalam menghadapi persoalan medis.
3

Activity (297)

You've already reviewed this. Edit your review.
masri liked this
Bambang Gastomo liked this
dianwiryo liked this
Parmayadi liked this
sahid.indonesia liked this
Triana Saiful liked this
Ramadhana Azhar liked this
arie_spp liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->