Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DEA-The Article-for JAK

DEA-The Article-for JAK

Ratings:

4.4

(5)
|Views: 1,013 |Likes:
Published by Anton Agus Setyawan
This is a research article about public finance in Indonesia
This is a research article about public finance in Indonesia

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Anton Agus Setyawan on Aug 03, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN BUMD DENGAN METODE DEA(STUDI EMPIRIK PADA BKK KAB SRAGEN)Anton Agus Setyawan dan WahyonoFakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah SurakartaABSTRACT
 At the present, BUMD plays an important role in regional economic development. As abusiness institutions owned by local governance, BUMD has two certain goals, they are public servant and profit resource. Many BUMDs in Indonesia have very poo performance. They could not contribute high enough for local government’s budget.Unfortunately, they become a cost center institution instead of profit center. Then again, BUMD has many hidden resources which has not been explored. This research aim istoo analyze the financial performance of BUMD. It uses Data Envelopment Analyses(DEA) to measure financial efficiency in BUMD at Sragen. This research analyses four  BKKs (a form of BUMD financial institution) in Sragen. They are BKK of Kalijambe, BKK of Gemolong, BKK of Plupuh and BKK of Miri. The result shows that BKK of Gemolong and BKK of Plupuh are inefficient. DEA analyses of BKK of Gemolong showsobjection value 0,8597199 while the objection value of BKK of Plupuh is 0,6939977.The managerial implication of this research is BKK of Gemolong and BKK of Plupuh hasto increase their output. BKK of Gemolong should increase their output by increasing credits, while BKK of Plupuh should increase their current assets.
Keywords:
 BUMD, DEA, efficiency, credits, current assets.
1
 
PENDAHULUAN
BUMD secara ideal merupakan salah satu sumber penerimaan dari sebuah pemerintahan daerah. BUMD adalah sebuah perwujudan dari peran pemerintah daerahdalam pembangunan ekonomi daerah. Namun demikian dalam perkembangannya BUMD justru menjadi salah satu titik lemah keuangan daerah. Alih-alih menjadi sumber  penerimaan, BUMD justru membebani keuangan daerah. Penelitian yang dilakukanSetyawan dan Riyardi (2000), memberikan temuan-temuan menarik terkait dengankinerja BUMD. BUMD di beberapa kabupaten di eks karesidenan Surakarta ternyatatidak efisien dalam operasionalnya. Sumbangan yang mereka berikan terhadap APBDtidak sebanding dengan asset yang dimiliki. Rata-rata sumbangan BUMD di Indonesiaterhadap PAD kurang dari 1 persen (Budisatrio, 2002).Buruknya kinerja perusahaan daerah adalah salah satu permasalahan yangseringkali dihadapi pemerintah daerah di Indonesia. Realitas yang ada banyak BUMDyang mengalami inefisiensi, sehingga membebani pemerintah daerah. Untuk menutupBUMD yang inefisien bukan pekerjaan yang mudah, masa depan karyawan BUMDadalah pertimbangan utama dalam melakukan efisiensi. Sebagai contoh adalah nasib PPDJakarta yang mengalami kebangkrutan dan 4000 karyawannya terancam menjadi pengangguran. Akan tetapi melakukan rekapitalisasi atau penambahan modal juga beresiko apabila tanpa ada pembenahan-pembenahan.Dalam kaca mata bisnis sebenarnya banyak BUMD yang tidak 
 profitable
, namunkita harus mengingat bahwa banyak BUMD yang tujuannya memberikan pelayanankepada publik dan memang tidak 
 profit oriented 
. Hal ini dikarenakan ada komoditastertentu yang sebaiknya ditangani pemerintah, misalnya pengadaan air bersih. PDAMsebagai penyedia air bersih di beberapa kabupaten juga mengalami masalah, namun tidak  bisa kita serta merta menutup perusahaan ini, karena komoditas air bersih menyangkuthajat hidup masyarakat. Pihak swasta belum tentu bersedia untuk terjun dalam bisnis inikarena mungkin tidak 
 feasible
dari sisi bisnis. BUMD Jateng mempunyai penyakithampir sama dengan BUMD daerah lain, yaitu inefisiensi dalam pemanfaatan sumber daya. Selain itu, ketidakmampuan mereka untuk bersaing dalam iklim bisnis yangkompetitif juga menyebabkan buruknya kinerja BUMD tersebut.BUMD di daerah dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu BUMD non2
 
keuangan dan BUMD keuangan. BUMD non keuangan misalnya adalah PDAM danPercada atau lembaga lain yang usahanya diluar bisnis keuangan. Sedangkan BUMDkeuangan misalnya Badan Kredit Kecamatan (BKK) dan Bank Pasar. Beberapa kasusyang terjadi di beberapa daerah di Indonesia adalah kedua jenis BUMD ini samakondisinya, tidak efisien dan menjadi beban keuangan pemerintah daerah. Sebagai contoh penolakan terhadap kenaikan tariff dari PDAM Solo pada pertengahan tahun 2004 lalu.Masyarakat menuntut agar PDAM Solo lebih dahulu melakukan efisiensi sebelummemutuskan menaikkan tariff langganan (Setyawan, 2004).Perusahaan publik seperti BUMD memang membutuhkan manajemen khusus.Hal ini dikarenakan perbedaan orientasi antara BUMD dengan perusahaan swastalainnya. Perusahaan publik bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakattanpa motivasi
 profit oriented 
. Bila ada keuntungan yang diperoleh perusahaan ini, makaakan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Selain itu, ada perbedaan karakter antarasector pemerintah (BUMD) dengan sector swasta. Perbedaan ini terkait dengan masalah pilihan publik, kepentingan publik, pemilikan publik, pemerataan, kebutuhan kolektif,keadilan dan nilai-naila semacamnya (Ranson dan Stewart, 1994 dalam Tarigan, 2003).Oleh karena itu, BUMD harus beroperasi secara efisien. Pengukuran efisiensi dalam perusahaan publik jauh lebih sulit, karena pengukuran kinerja dalam jenis perusahaan ini, pemerintah biaanya tidak mampu memilih pengawas yang tepat bagi direksi perusahaan pemerintah (Ehrlich
et al 
, 1994 dalam Budisatrio, 2002).Penelitian ini mengukur efisiensi BUMD di kabupaten Sragen. Penelitian inimengkaji tentang efisiensi BUMD lembaga keuangan di kabupaten Sragen. AdapunBUMD yang menjadi obyek penelitian adalah BKK Kecamatan Kalijambe, Plupuh,Gemolong dan Miri. Penelitian ini hanya akan meneliti tentang BUMD lembagakeuangan karena perusahaan daerah ini termasuk yang mempunyai kinerja lebih baik dibandingkan perusahaan daerah non lembaga keuangan. Penggunaan alat analisis DEA(
 Data Envelopment Analysis
) yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada modelDEA dalam penelitian Yudistira (2003), yang meneliti tentang efisiensi bank syariah diTimur Tengah.Penelitian ini menganalisis masalah inefisiensi dalam BUMD lembaga keuangandi kabupaten Sragen. Perumusan masalah dari penelitian ini adalah adakah masalah3

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hoga Hogaho liked this
Hoga Hogaho liked this
anggi indra liked this
Elly S. Machbuby liked this
Viky Chandra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->