Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel Publikasi-Informal-2-for USAHAWAN

Artikel Publikasi-Informal-2-for USAHAWAN

Ratings:

4.67

(9)
|Views: 8,941|Likes:
Published by Anton Agus Setyawan
This article is a research about informal sector in Indonesia
This article is a research about informal sector in Indonesia

More info:

Published by: Anton Agus Setyawan on Aug 03, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/06/2012

pdf

text

original

 
ARTIKEL PUBLIKASIMEMBERDAYAKAN SEKTOR INFORMAL PERKOTAAN,STUDI EMPIRIK PKL KOTA SOLO
Oleh:Anton A Setyawan, SE,MsiDosen Fak Ekonomi Univ Muhammadiyah Surakarta danMahasiswa S3 Ilmu-ilmu Ekonomi UGMFak Ekonomi Univ Muhammadiyah SurakartaJl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57102HP 08156718444e-mail:agussetyawan-a@mailcity.comdanrmb_anton@yahoo.com FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2006
*
Paper ini telah disampaikan penulis dalam Kongres ISEI XVI “Meletakkan Kembali Dasar-Dasar Pembangunan Ekonomi Yang Kokoh” Manado 18-20 Juni 2006
1
 
MEMBERDAYAKAN SEKTOR INFORMAL PERKOTAAN,STUDI EMPIRIK PADA PKL KOTA SOLOAbstract
 Informal sector is an interesting issue in Indonesia’s economic development. The terminformal sector in this paper refers to PKL (Pedagang Kaki Lima). It has two different  sides. First, PKL has been recognized as a social net to underemployment problem inmany cities in Indonesia, while their existence always against regional government’sinterest in their city development. This research analyses the effect of work experienceand location to PKLs revenue. This research uses regression analyses with dummyvariables. The result shows that work experience and location has a positive effect to PKL’s revenue. This research has two implications to regional government. First, theenterpreneurship of PKL is a great potency for regional government in developing unemployment reduction program. Second, PKL should relocate by considering their business interest.
Keywords
:
 Informal sector, PKL, location, experience, enterpreneurship
.
PENDAHULUAN
Keberadaan sektor informal dalam perekonomian nasional ternyata mempunyai duasisi yang kontradiktif. Di saat perekonomian nasional masih lesu karena dampak krisisekonomi, sektor informal ternyata mampu bertahan. Bahkan eksistensinya mampumenghidupi jutaan korban PHK akibat terpuruknya industri nasional. Namun, demikiansektor informal seringkali menimbulkan masalah terutama di perkotaan. Masalah yangmuncul terkait dengan kepentingan pebisnis sektor informal dan rencana tata kota. Dikota Surakarta keadaannya tidak jauh berbeda. Setelah di landa tiga kali kerusuhan yangmemporakporandakan perekonomian regional, sektor informal berkembang sangat pesat.Terlepas dari lokasi usaha sektor informal yang terkadang menyalahi aturan tatakota, tidak bisa dipungkiri bidang usaha ini menjadi salah satu solusi dalam mengatasimasalah pengangguran di kota Surakarta. Sektor informal merupakan wujud nyata dari
 self employed 
yang dilakukan masyarakat strata bawah di Surakarta. Akan tetapi, seperti2
 
kebanyakan unit usaha kecil lainnya, sektor informal ini kurang di kelola secara profesional. Hal ini tentu tak lepas dari banyaknya permasalahan yang dihadapi usahakecil pada umumnya. Permasalahan tersebut a.l : kekurangan modal, menghadapiketidakpastian pasar, produk-produk yang akan di jual, harga jual, serta ketidakpastianapakah dalam beberapa tahun pertama perusahaan dapat bertahan hidup atau tidak (Bangs, Jr, 1995 ).Perekonomian Kota Solo saat ini didominasi oleh sektor perdagangan. Data dariBappeda Kota Solo menunjukkan adanya trend peningkatan dari sumbangan sektor  perdagangan, hotel dan restoran terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) KotaSolo.Tahun 1999 sektor ini memberikan sumbangan sebesar 23,58 persen dari PDRBatau Rp 6 milyar. Selanjutnya tahun 2000 angka ini meningkat menjadi 24,97 persen dariPDRB atau Rp 7,4 milyar. Tahun 2001 angka ini meningkat lagi menjadi 24,93 persendari PDRB atau Rp 8,2 milyar. Data statistik ini menunjukkan potensi riil dari sektor  perdagangan dan pariwisata dalam mendukung perekonomian Kota Solo. Trend internyata juga berlaku dalam sektor informal di kota Solo. Sektor perdagangan di kota inidiramaikan pula oleh sektor perdagangan informal atau yang popular disebut denganPerdagangan Kaki Lima (PKL).PKL Kota Solo menyebar di hampir seluruh wilayah perkotaan, namun demikianada 3 sentra PKL di kota ini yang merupakan pusat kegiatan perdagangan informal. Ke-3sentra perdagangan informal itu adalah Monumen 45 Banjarsari, sekitar StadionManahan dan sekitar Lapangan Kotta Barat. Ke-3 sentra PKL ini seringkali menjadimasalah karena oleh pemkot Solo dianggap menganggu tata kota, maka pemkotkemudian berencana untuk melakukan penataan. Penataan yang dilakukan mencakup penertiban lokasi perdagangan dan relokasi. Dalam proses ini selalu terjadi konflik antaraPKL dan Pemkot Solo. PKL merasa mereka berhak menempati wilayah itu karena pemkot menarik retribusi dari mereka, sementara Pemkot menganggap penataan kotalebih penting. Penelitian ini menganalisis tentang potensi PKL Kota Solo dilihat dari duahal yaitu kemampuan kewirausahaan, yang diukur dengan lamanya mereka bekerjasebagai PKL dan lokasi PKL yang sering menjadi perdebatan antara Pemkot dan PKL.Penelitian ini mengadopsi model dari Mincer (1974) yang dikombinasikan dengan modeldari Jones (2001) yang menganalisis produktivitas pekerja sektor informal di Afrika serta3

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Daryono Soebagyo liked this
Muhammad Sukri liked this
Herdi Yanto liked this
xzaril liked this
Berry Mc liked this
Mazhari Ari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->