Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
KTI IDENTIFIKASI PERUMAHAN DAN SOSIAL EKONOMI PADA BALITA PENDERITA ISPA

KTI IDENTIFIKASI PERUMAHAN DAN SOSIAL EKONOMI PADA BALITA PENDERITA ISPA

Ratings: (0)|Views: 1,264 |Likes:
Published by Ghokil Nursin'k

More info:

Published by: Ghokil Nursin'k on Dec 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

 
 
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satumasalah kesehatan di seluruh dunia, baik dinegara maju maupun di negara berkembang termasuk Indonesia. Hal ini disebabkan masih tingginyaangka kesakitan dan angka kematian karena ISPA khususnya
 pneumonia
 atau
bronchopneumonia
, terutama pada bayi dan anak balita (Prayitno,dkk,. 2008).Balita yaitu anak yang berusia di bawah lima tahun, merupakangenerasi yang perlu diperhatikan, karena beberapa hal yaitu balita merupakangenerasi penerus dan modal dasar untuk kelangsungan hidup bangsa. Balitaamat peka terhadap penyakit infeksi dan tingkat kematian balita yang masihtinggi. Salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi dan balita adalah penyakit infeksi pernafasan akut atau yang dikenal ISPA. Hal ini dapatdikemukakan bahwa dari 10 besar penyakit menular, penyakit ISPAmerupakan masalah kesehatan utama khususnya pada anak balita . Kematianakibat ISPA pada anak, khususnya balita di Negara sedang berkembangdinyatakan bahwa dari 100.000 jiwa, 75 % penyebab kematiannya adalah penyakit ISPA (Endi , 1999).Di Amerika
 pneumonia
merupakan peringkat ke 6 dari semua penyebab kematian dan peringkat pertama dari seluruh penyakit infeksi,angka kematian akibat
 pneumonia
mencapai 25% di Spanyol dan 12 %
 
2atau 25. 30 per 100.000 penduduk di Inggris dan Amerika (Prayitno, dkk,.2008).Di Indonesia, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selalumenempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita.Selain itu ISPA juga sering berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumahsakit. Survei mortalitas yang dilakukan oleh Subdit ISPA tahun 2005menempatkan ISPA/Pneumonia sebagai penyebab kematian bayi terbesar diIndonesia dengan persentase 22,30% dari seluruh kematian balita (Anonim,2008). Penemuan penderita ISPA pada balita di Sulawesi Tenggara, sejak tahun 2006 hingga 2008, berturut±turut adalah 74.278 kasus (36,26 %),62.126 kasus (31,45%), 72.537 kasus (35,94%) (Syair, 2009).Dari studi pendahuluan jumlah penderita ISPA di Kabupaten kolaka pada tahun 2009 sebanyak 47690 kasus terdiri dari ISPA bukan Peneumoniasebanyak 47126 kasus dan
 P 
neumonia
sebanyak 564 kasus. Dimana untuk wilayah kerja Puskesmas Ladongi Welala, angka kejadian terdapat 2.039kasus dengan jumlah terbanyak berada di Desa Lembah Subur dengan jumlah penderita sebanyak 786 kasus yang tercatat pada bulan Januari sampaiOktober 2009 (PKM Ladongi Welala, 2009).Berdasarkan uraian latar belakang diatas sehingga peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul
³
Identifikasi Perumahan DanSosial Ekonomi Pada Balita Penderita Ispa di Desa Lembah Subur KecamatanLadongi Kebupaten Kolaka tahun 2010 ³
 
3
B.
 
Rumus
an Ma
s
alah
Dengan adanya uraian di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian infeksi saluran pernafasan (ISPA) di Desa Lembah Subur Kecamatan Ladongi KebupatenKolaka tahun 2010.
C
.
 
T
uju
an Penelitian
1.
 
Tujuan UmumDiperolehnya informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) di Desa Lembah Subur Kecamatan Ladongi Kebupaten Kolaka tahun 2010.2.
 
Tujuan khususa. Untuk mengedintifikasi keadaan perumahan di Desa Lembah Subur Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Tahun 2010. b. Untuk mengedintifikasi tingkat sosial ekonomi di Desa Lembah Subur Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Tahun 2010.
D.
 
Manfaat Penelitian
1.
 
Manfaat ilmiahDiharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagaisumbangan ilmiah atau bahan bacaan bagi seluruh lapisan masyarakatdalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA.2.
 
Manfaat institusiDiharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salahsatu sumber informasi bagi institusi terkait dalam hal penentu kebijakan

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ranii Wiidya liked this
ilikevolkswagen liked this
Ugen La Pulga liked this
Weedhy Kha Gleda liked this
Mega Muslimah liked this
Zulha Pakai liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->