Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1996-KEP-MENPAN-19-JFA & SK

1996-KEP-MENPAN-19-JFA & SK

Ratings: (0)|Views: 322|Likes:
Published by Pitri Rahayu

More info:

Published by: Pitri Rahayu on Dec 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/01/2010

pdf

text

original

 
 
MENTERI NEGARAPENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARAKEPUTUSAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARANOMOR: 19/1996TENTANGJABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYAMENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pengawasan di Instansi Pemerintahsangat diperlukan adanya Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan secara penuhuntuk melaksanakan tugas pengawasan secara profesional; b. bahwa untuk menjamin pembinaan profesi dan karier, kepangkatan dan jabatan, dipandang perlu menetapkan jabatan fungsional Auditor dan AngkaKreditnya;Mengingt : 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian(Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55; Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041 );2.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1975 tentang WewenangPengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil(Lembaran Negara Tahun 1975 Nomor 26; Tambahan Lembaran Negara Nomor 3058) jo. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1991 (Lembaran Negara Tahun 1991 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3437);3.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11; Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir denganPeraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1993 (Lembaran Negara Tahun 1993 Nomor 21 );4.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 tentang Pengangkatan DalamPangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1980 Nomor 6;Tambahan Lembaran Negara Nomor 3156) jo. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1991 (Lembaran Negara Tahun 1991 Nomor 28, TambahanLembaran Negara NOmOi 3438);5.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1994 tentang Pendidikan DanPelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 20, Tarnbahan Lembaran Negara Nomor 3545);6.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1994 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3546);7.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan FungsionalPegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22, TambahanLembaran Negara Nomor 3547);
 
8.
 
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1984 tentangSusunan Organisasi Departemen Sebagaimana Telah Dua Puluh Empat KaliDiubah Terakhir kali Dengan Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1996;9.
 
Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kedudukan, Tugas Pokok,Fungsi Dan Tata Kerja Menteri Negara Serta Susunan Organisasi Staf Menteri Negara;10.
 
Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 1983 tentang PedomanPelaksanaanPengawasan;Memperhatikan : 1. Surat Bersama Sekretaris Jenderal' Badan Pemeriksa Keuangan dan KepalaBadan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dengan suratnya Nomor :S-96/K/1996 dan Nomor : 88/S/11/1996 tanggal 9 Pebruari 1996;2. Pertimbangan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara dengansuratnya Nomor : K.26-25N3-46/18 tanggal 14 Maret 1996.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR  NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKAKREDITNYA.BAB IKETENTUAN UMUMPASAL1Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :1.
 
Auditor adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan pada instansi pemerintah.2.
 
Auditor terdiri dari Auditor Trampil dan Auditor Ahli.3.
 
Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional Auditor yang digunakan sebagai salah satusyarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Auditor.4.
 
Instansi Pembina Jabatan Fungsional Auditor di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan(BEPEKA) adalah Sekretaris Jenderal BEPEKA.5.
 
Instansi Pembina Jabatan Fungsional Auditor di lingkungan Badan Pengawasan Keuangan danPembangunan (BPKP) dan instansi pemerintah lainnya kecuali di lingkungan BEPEKA, adalahBadan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.6.
 
Audit (pemeriksaan) adalah pengujian atas kegiatan obyek pemeriksaan dengan caramembandingkan keadaan yang terjadi dengan keadaan yang seharusnya.7.
 
Melakukan tugas secara mandiri adalah melakukan tugas dalam suatu tim pengawas mandiriyang merupakan kerja bersama, tetapi tanggung jawab hasil pelaksanaan tugas dan kewenangan pelaksanaan tugas tetap melekat pada masing-masing pejabat fungsional auditor tersebut.8.
 
Peran Auditor Trampil dan Auditor Ahli dalam tim adalah peran dalam tim mandiri sebagaiAnggota Tim, Ketua Tim, Pengendali Teknis dan Pengendali Mutu.
 
9.
 
Pengawasan adalah seluruh proses kegiatan penilaian terhadap obyek pengawasan dan ataukegiatan tertentu dengan tujuan untuk memastikan apakah pelaksanaan tugas dan fungsi obyek  pengawasan dan atau kegiatan tersebut telah sesuai dengan yang telah ditetapkan.10.
 
Mempersiapkan perumusan kebijakan pengawasan dan kebijakan lainnya adalah kegiatanmembantu menyiapkan dan atau memberikan masukan-masukan terutama berasal dari aparat pengawas yang mengetahui permasalahan dan kebutuhan pengawasan dalam rangkamenetapkan kebijakan pengawasan dan kebijakan lainnya.11.
 
Menyiapkan Rencana Induk Pengawasan (RIP) adalah kegiatan membantu menyiapkan danatau memberi masukan untuk penyusunan RIP guna menjamin tercapainya pengawasan yangoptimal, menyeluruh, dan terpadu.12.
 
Menyiapkan kebijakan pengawasan tahunan adalah kegiatan membantu penyusunan dan perumusan kebijakan pengawasan tahunan dalam rangka penyusunan Rencana KerjaPengawasan Tahunan (RKPT).13.
 
Menyiapkan RKPT adalah kegiatan membantu menyiapkan/memberikan masukan dalamrangka penyusunan RKPT.14.
 
Menyiapkan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) adalah kegiatan membantumenyiapkan dan atau memberi masukan antara lain dalam bentuk rincian kegiatan dan anggaran pengawasan dalam rangka penyusunan PKPT.15.
 
Menyusun pedoman dan atau sistem pengawasan adalah kegiatan membantu mengumpulkan,mengolah data serta menyusun pedoman dan atau sistem dibidang pengawasan.16.
 
Memutakhirkan pedoman dan atau sistem pengawasan adalah kegiatan membantu meneliti,mengevaluasi, dan merumuskan kembali pedoman dan atau sistem pengawasan dengan maksudagar tetap sesuai dengan kebutuhan.17.
 
Menyusun petunjuk pelaksanaan (juklak) dan atau petunjuk teknis (juknis) adalah kegiatanmembantu menjabarkan peraturan perundang-undangan, pedoman, dan atau sistem untuk memudahkan pelaksanaan pengawasan.18.
 
Memutakhirkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan atau petunjuk teknis (juknis) adalahkegiatan membantu meneliti, mengevaluasi, dan merumuskan kembali juklak dan juknis denganmaksud agar tetap sesuai dengan kebutuhan.19.
 
Menyusun ukuran kinerja di bidang pengawasan adalah kegiatan membantu mengumpulkanJmengolah data, serta merumuskan ukuran kinerja pengawasan yang dapat dipergunakan sebagaitolok ukur dalam melakukan pengujian dan penilaian terhadap obyek pengawasan dan ataukegiatan tertentu.20.
 
Membina dan menggerakan Aparat Pengawasan Fungsional (APF) adalah peran aktif untuk membantu mengarahkan, membimbing, dan mengkoordinasikan APF dengan tujuan uiituk meningkatkan kualitas pelaksanaan dan hasil pengawasan.21.
 
Menelaah peraturan perundang-undangan adalah kegiatan membantu mempelajari, meneliti,memeriksa, menyelidikiJ dan menilik peraturan perundang-undangan.22.
 
Melaksanakan penyuluhan di bidang pengawasan adalah kegiatan membantu penyebarluasanaspek dan arti penting pengawasan agar setiap pelaku dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat memahami pengawasan secara benar.23.
 
Melaksanakan asistensi dan konsultasi di bidang pengawasan adalah kegiatan perbantuan ataukerjasama antara sesama aparat fungsional atau dengan instansi lain dibidang pengawasan, dandi bidang lainnya untuk menunjang kelancaran dan ketepatan pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->