Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
32Activity
×
P. 1
ISI SKRIPSI

ISI SKRIPSI

Ratings: (0)|Views: 6,628|Likes:
Published by Candra Winata

More info:

Published by: Candra Winata on Dec 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/01/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANI.1 Latar Belakang
Radikal bebas adalah suatu atom atau molekul yang mempunyai satu ataulebih elektron yang tidak berpasangan pada orbit terluarnya (1,2). Adanyaelektron yang tidak berpasangan ini menjadikan radikal bebas sangat labil dan bersifat reaktif (3). Keadaan tersebut menyebabkan radikal bebas bereaksi dengancara mengikat elektron dari molekul sel yang stabil didekatnya. Molekul yangkehilangan elektronnya akan menjadi radikal bebas juga sehingga akan memulaisuatu reaksi berantai, yang akhirnya terjadi kerusakan sel tersebut (4,5).Pengambilan elektron oleh radikal bebas dapat juga disebut sebagai suatu peristiwa oksidasi (5).Di dalam sel hidup, radikal bebas terbentuk melalui reaksi-reaksienzimatis dan dapat menimbulkan perubahan kimiawi serta merusak komponensel hidup (1). Radikal bebas yang dapat merusak sel dapat berasal dari dalammaupun luar tubuh (6).
 
Makanan berlemak termasuk 
 junk food 
atau makanandengan kadar lemak tinggi seperti yang terdapat dalam kuning telur dan mentegamerupakan salah satu sumber kolesterol “Low Density Lipoprotein” (LDL) (7).“Low Density Lipoprotein” mudah teroksidasi oleh radikal bebas dan sangat berbahaya karena LDL teroksidasi inilah yang memicu berbagai mekanismeterbentuknya benjolan pada dinding pembuluh darah yang disebut sebagai plak ateromatosa sebagai awal penyebab terjadinya aterosklerosis (7).
 
1
 
Istilah aterosklerosis berasal dari bahasa
Yunani
, yang berarti penebalantunika intima arteri (
 sklerosis
, penebalan) dan penimbunan lipid (
atere
, pasta)yang mencirikan lesi yang khas.
 
Dalam proses patogenesisnya, dinding pembuluhdarah arteri terpajan oleh berbagai agen iritan yang dapat menyebabkan cedera pada tunika intima yang merupakan awal terjadinya proses inflamasi kronisdinding arteri dan mengakibatkan timbulnya ateroma atau plak ateromatosa. Plak ateromatosa ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu sel (termasuk sel otot polos, makrofag dan leukosit), matriks ekstraseluler (termasuk kolagen, seratelastik dan proteoglikan) dan lemak (intrasel dan ekstrasel) (8,9). Dari banyaagen penyebab iritan, keadaan hiperkolesterolemia dianggap sebagai faktor terpenting dalam patogenesis aterosklerosis (9,10).Hiperkolesterolemia terjadi akibat adanya akumulasi kolesterol dan lipid pada dinding pembuluh darah. Hiperkolesterolemia sendiri dapat secara langsungmengganggu fungsi sel endotel melalui peningkatan pembentukan radikal bebasoksigen yang akan mendeaktifasi nitrat oksida, yang merupakan faktor pelemasendotel utama (9,10).
 
Pemajanan radikal bebas dalam sel endotel dinding arterimenyebabkan LDL teroksidasi. Hiperkolesterolemia juga akan memicu adhesimonosit, migrasi sel otot polos subendotel, dan penimbunan lipid dalam makrofagdan sel-sel otot polos. Apabila terpajan dengan LDL yang teroksidasi, makrofagakan menjadi sel busa, yang beragregasi dalam lapisan intima dan terlihat secaramakroskopik sebagai bercak lemak.
 
Pada akhirnya, deposisi lipid dan jaringanikat serta adanya proliferasi sel otot polos dan matriks ekstrasel akan mengubah bercak lemak ini menjadi ateroma atau plak aterosklerotik (8).
2
 
Ateroma atau plak aterosklerotik yang ada di dinding pembuluh darah bersifat rapuh dan mudah pecah, menyebabkan inti bagian dalam plak terpajandengan LDL yang teroksidasi dan meninggalkan luka pada dinding pembuluhdarah yang dapat mengaktifkan pembentukan bekuan darah (7,8)
.
Di arteri kecil, plak aterosklerotik dapat menyumbat lumen dan mengganggu aliran darah distal.Selain itu, plak aterosklerotik ini dapat mengalami kerusakan dan memicuterbentuknya trombus yang semakin menghambat aliran darah dan bahkan dapatmenyumbat pembuluh darah secara total (11,13). Di arteri besar, plak aterosklerosis bersifat destruktif, merusak tunika media di dekatnya danmemperlemah dinding pembuluh darah yang terkena serta menyebabkanterbentuknya aneurisma yang dapat pecah (9). Jika aterosklerosis terjadi di dalamarteri yang menuju ke otak (arteri karotid), maka dapat terjadi stroke. Jika terjadidi dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri koroner), dapat terjadi serangan jantung (11-13).Aterosklerosis yang banyak ditemukan di sebagian besar negara maju, jauh lebih jarang terjadi di Amerika tengah dan selatan, Afrika, dan Asia karenasetiap penduduknya memiliki reseptor LDL yang lebih banyak di bandingkannegara maju. Angka kematian untuk penyakit jantung iskemik akibataterosklerosis di Amerika Serikat, termasuk yang paling tinggi di dunia dan enamkali lebih besar daripada di Jepang (9).
 
Dalam beberapa dekade terakhir telahdicapai kemajuan berarti tentang dampak penyakit terkait aterosklerosis padakesehatan. Antara tahun 1963 dan 2000 terjadi penurunan sekitar 50 % angkakematian akibat penyakit jantung iskemik dan penurunan 70 % kematian akibatstroke, suatu penurunan mortalitas yang dapat meningkatkan usia harapan hidup
3

Activity (32)

You've already reviewed this. Edit your review.
gie_05 liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Silvianti Budi liked this
Silvianti Budi liked this
Hlyna Nainggolan liked this
Fransiska Mila liked this
Megawati Imhe liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->