Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MARTABAT KELUARGA

MARTABAT KELUARGA

Ratings: (0)|Views: 74 |Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Aug 03, 2008
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/25/2010

pdf

text

original

 
Ramadhan,“Marhaban bil Muthahhir”
 Tidak berapa lama lagi, kita akan memasukiBulan Ramadhan. Bagi umat Islam, Ramadhanmerupakan satu bulan mulia yang senantiasa ditunggusecara khusus dan penuh kegembiraan. Bulan ibadahdan bulan pengampunan. Keyakinan ini telah mengakarhingga tampak pada prilaku orang-orang dalammenyambutnya dan menghormatinya. Berbekas pulapada adat kebiasaan anak negeri, khususnyadibeberapa daerah yang masih kokoh dengan adatbudayanya.Ramadhan adalah penghulu sekalian bulan, dinamaibulan puasa sesuai ibadah yang dilaksanakansepanjang bulan itu. Orang Minang menyebutnya jugadengan “
bulan basaha
” (saha =
sahur 
, satu bentukSunnah Rasul yang diujudkan dalam makan
 parak siang
sebelum terbitnya fajar, menurut bimbingan ibadahshaum (puasa) mendahului imsak).
Tatkala Ramadhan datang menjelang, RasulullahSAW menyambut dengan ucapan :” marhaban bil-muthahhir”, artinya, “selamat datang wahai 
H. Mas’oed Abidin
1
 
 pembersih. Sahabat yang mendengabertanya,“Wa mal muthahhiru ya Rasulullah?,(siapakah yang di maksud pembersih itu, wahai Rasulullah?)”. Rasulullah SAW menjawab “al-muthahhiru syahru Ramadhana, yuthahhirunamin dzunubii wal ma’ashiy (pembersih itu adalahRamadhan, dia membersihkan kita dari dosa danma’shiyat 
 )”.
Marhaban artinya, ruangan luas tempatperbaikan untuk mendapatkan keselamatan dalamperjalanan. Kata-kata ini kerap dipakai untukmenyambut dan menghormat tamu yang mulia.Bermakna ungkapan
selamat datang
. Ucapan inimenyiratkan makna kegembiraan menyambutkedatangan tamu mulia –bulan Ramadhan— disertaikesiapan dan kelapangan waktu maupun tempat,hingga orang dapat leluasa melakukan amalan (tindak-perbuatan) yang berkaitan dengan mengasuh danmengasah jiwa untuk mewujudkan keberhasilan dankebersihan bersamanya. Bersih (diri dan jiwa) adalahbukti ketaqwaan seseorang. Puasa (shaum) merupakanibadah khusus dalam bulan Ramadhan, niscaya sangatberperan membersihkan diri pelakunya (shaimin),manakala bisa menerapkan sikap dan amalan-amalanterpuji tadi.Bimbingan Allah Subhanahu Wa Taala, jelasmenyebutkan di dalam Al Quranul Karim, yang artinya ;
  
 
    
  
 
  
  
 
  
 
  
 
 
  
  
  
 
  
  
 
  
 
 
    
  
 
  
 
  
 
 
 
 
H. Mas’oed Abidin
2
 
”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan ataskamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atasorang-orang sebelum kamu (pengikut Taurat danInjil) agar kamu bertaqwa (tetap terpelihara,bersih dari dosa dan makshiayat)”. (QS.2, al Baqarah,ayat 183).
 Ramadhan telah ditetapkan sebagai bulanpelaksanaan puasa juga terhadap umat terdahulu(dalam Taurat, Zabur dan Injil), dan dipilih sebagai bulanturunnya Kitabullah (AlQuran) kepada Muhammad SAW.Al Quran dipersiapakan sebagai petunjuk, bimbingan,pembeda untuk benar dan salah, dan berisikanpenjelasan-penjelasan paradigma hidup manusia.Dalam kehidupan orang Minang yang beradat denganindikasi beragama Islam, maka bulan Ramadhanmendapat tempat yang khusus sejak doeloe. SetiapMukmin bila datang bulan Ramadhan wajibmengerjakan ibadah shaum (puasa). Bila telah mukallaf (baligh berakal) mesti mengerjakan ibadah puasasecara sadar dan penuh ketaatan (ketaqwaan). Allahtelah menyediakan
rukhsah
(keringanan) denganmengganti puasa Ramadhan dihari (bulan) lain ataumenukarnya dengan pembayaran
fidyah
(memberimakan orang miskin) bagi orang-orang sakit (tua),musafir (melakukan perjalanan) dan tidak memilikikesanggupan berpuasa dibulan suci itu. Keringanan inimerupakan bukti kasih sayang Allah, dan bukti pulabahwa Agama Islam adalah ajaran yang tidakmemberatkan, sehingga tidak ada alasan seseorangMukmin menolak melaksanakannya.
H. Mas’oed Abidin
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->