Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
10Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perencanaan agribisnis

Perencanaan agribisnis

Ratings: (0)|Views: 2,178|Likes:
Published by wietadiyoga

More info:

Published by: wietadiyoga on Dec 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/04/2013

pdf

text

original

 
1
PERENCANAAN AGRIBISNIS
1
 
  Witono Adiyoga
Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Jl. Tangkuban Perahu 517, Lembang, Bandung-40391
   
 
Batasan Lingkup Agribisnis
 Sebelum tahun 1997, pertumbuhan sub-sektor pangan dan hortikultura, meningkat secaramantap, walaupun relatif lebih lambat dibandingkan dengan sub-sektor kehutanan danperikanan, maupun industri manufaktur. Sementara itu, sebagai dampak dari krisis ekonomidan
el nino
, pertumbuhan dari semua sub-sektor di atas  mengalami penurunan. Walaupundemikian, penurunan tingkat pertumbuhan sektor pertanian/agribisnis ternyata lebih kecildibandingkan dengan penurunan tingkat pertumbuhan di sektor industri. Pada tahun 1998,luaran sub-sektor tanaman pangan dan hortikultura masih mengalami peningkatan positif,sementara itu sub-sektor industri manufaktur mengalami penurunan yang sangat parah. Hal inimemberikan suatu gambaran bahwa selama periode krisis, kepentingan relatif sektor pertanian/agribisnis cenderung meningkat. Kondisi tersebut menimbulkan suatu ekspektasibahwa sektor pertanian/agribisnis secara umum, akan dapat memainkan peranan yang lebihbesar sebagai mesin penggerak pemulihan perekonomian nasional dari krisis ekonomi danmoneter yang sedang dialami. Namun demikian, ekspektasi ini perlu pula disertai dengankehati-hatian menimbang bahwa pangsa sektor pertanian terhadap produk domestik brutotelah menurun cukup drastis dari 45% pada awal tahun 1970an, menjadi 17% padapertengahan tahun 1990an, dan bahkan diestimasi akan menjadi kurang dari 10% pada tahun2020. Dalam lima tahun terakhir, terminologi agribisnis seringkali muncul dalam setiap pembicaraanmenyangkut topik pembangunan pertanian, dengan pemahaman mengenai batasan dan ruanglingkup agribisnis yang cukup beragam Keberagaman pendapat tentang batasan dan ruanglingkup agribisnis pada dasarnya tergantung pada unit dan tujuan analisis. Penggagas awalagribisnis (Davis and Goldberg, 1957) secara lengkap mendefinisikan terminologi tersebutsebagai berikut: "
Agribusiness is the sum total of all operations involved in the manufacture and distribution of farm supplies; production activities on the farm; and storage, processing and distribution of commodities and items made from them
". Sejalan dengan adanya perubahanatau dinamika struktur produksi pertanian serta semakin meningkatnya kebutuhan untukmewujudkan koordinasi vertikal dan horisontal dalam sektor agribisnis, terminologi agribisnisditerjemahkan pula ke dalam beberapa pengertian yang pada dasarnya memiliki cakupanserupa. Sektor agribisnis adalah suatu rantai dari berbagai industri yang secara langsung, maupuntidak langsung terlibat dalam proses produksi, transformasi dan distribusi pangan serta serat.Berbagai industri yang tergabung di dalam
agribusiness chain
adalah:
 
Produksi primer 
dari berbagai komoditas, misalnya bahan makanan yang belumdiolah, akua-kultur dan serat
 
1
Makalah disampaikan dalam Kegiatan Diseminasi Agribisnis Sayuran, Balai Penelitian Tanaman Sayurandan PT. Telkom, 21-25 Oktober 2002.
 
2
 
Transformasi tertier 
dari suatu komoditas ke sejenis produk yang memiliki nilai tambah(nilai tambah diperoleh dari proses transformasi)
 
Pasokan input 
untuk sektor primer dan tertier 
 
Jasa eceran dan grosir 
untuk berbagai komoditas untuk sampai ke tangan konsumen
 
Jasa pelayanan
, misalnya perbankan, finansial, investasi dan konsultasi/bantuanteknis untuk semua mata rantai Dalam konteks ini, agribisnis mencakup semua aktivitas dari produsen ke konsumen dalamproses produksi, transformasi/penambahan nilai dan distribusi pangan, serta produk lain yangberkaitan. Agribisnis merupakan nomenklatur alternatif dari sistem pangan atau serat (
food or fibre systems
) – sistem yang meliputi rantai kompleks dari berbagai interaksi yang memberikanfasilitasi terhadap kegiatan produksi suatu komoditas, proses transformasinya menjadi produkolahan, serta distribusinya ke konsumen. Terminologi lain yang juga digunakan untuk menjelaskan agribisnis adalah
agribusiness valuechain
.
 
Rantai nilai agribisnis terdiri dari dua komponen input yaitu input pengetahuan(
knowledge
) dan input usaha/upaya (
effort 
).
 
 Input pengetahuan (
knowledge
) termasuk:
 
Pendidikan pertanian dan agribisnis
 
Sektor pelayanan, termasuk perbankan, finansial, legal, serta jasa konsultasi
 
Kebijaksanaan dan regulasi pada tingkat nasional dan regional. Input usaha/upaya (
effort 
) termasuk:
 
Produksi komoditas tertentu, misalnya padi, sayuran, daging dsb.
 
Pasokan input untuk proses produksi maupun proses transformasi
 
Aktivitas penambahan nilai, misalnya transformasi komoditas menjadi produk lainmelalui pengolahan, pengemasan dan distribusi
 
Aktivitas pemasaran komoditas dan produk olahan Berbagai definisi agribisnis tersebut pada dasarnya secara baku menjelaskan suatu “sistem”(beserta “subsistem-subsistem” yang ada di dalamnya). Namun demikian, di dalam prakteknya,pengertian sistem ini justru jarang digunakan. Terminologi agribisnis seringkali dianalogikandengan usahatani komersial skala menengah/luas. Dalam kaitan ini, agribisnis cenderungdiartikan secara parsial – hanya menyangkut sub-sistem produksi atau
on-farm
saja. Walaupundari sisi praktikalitas hal ini tidak menyalahi (parsial tetapi masih berada dalam lingkup sistem),pengertian utuh menyangkut terminologi agribisnis tetap harus dipahami.  
 
Uraian Singkat Perkembangan Sayuran
  Pasokan sayuran per kapita per tahun Indonesia pada tahun 1999 baru mencapai 29,8 kg danberada di urutan 14 dari 15 negara-negara Asia (OECD, 1999). Sementara itu, konsumsisayuran di Indonesia sampai tahun 1996 sebesar 38 kg  per kapita per tahun ternyata relatif masih jauh jika dibandingkan dengan rekomendasi FAO untuk konsumsi sayuran, yaitusebesar 65 kg per kapita per tahun (Hadi dkk., 2000). Indikator-indikator tersebutmenggambarkan bahwa tingkat konsumsi yang lebih rendah dari rekomendasi inipun belumdapat dipenuhi oleh pasokan dalam negeri. Berdasarkan tiga skenario elastisitas pendapatan
 
3
(0,3; 0,6 dan 0,9), pertumbuhan permintaan sayuran 2000-2005 diproyeksikan sebesar 2,7; 4,1dan 5,5% per tahun (Jansen, 1992). Permintaan sayuran diperkirakan akan meningkat dari 5835 ribu ton pada tahun 2000, menjadi 7 131 ribu ton pada tahun 2005.  Sementara itu, tingkatpertumbuhan rata-rata produksi sayuran selama periode 1969-1995 berkisar antara 7,7-24,2%.Faktor dominan sumber pertumbuhan produksi sebagian besar jenis sayuran adalahpeningkatan areal tanam dari tahun ke tahun. Peningkatan produktivitas ternyata masihmerupakan faktor dominan pertumbuhan produksi untuk sebagian kecil jenis sayuran saja,misalnya bawang merah, petsai dan mentimun (Adiyoga, 1999).  Selama periode 1981-1995,volume total ekspor sayuran secara konsisten selalu lebih besar dibandingkan dengan volumetotal impor sayuran. Surplus neraca perdagangan selama periode tersebut cenderung lebihdisebabkan oleh adanya surplus volume perdagangan, bukan oleh adanya peningkatan hargasatuan ekspor. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekspor rata-rata sayuran selama periode1981-1995 adalah sebesar 15,63% per tahun, dengan pola pertumbuhan yang konstan.Sementara itu, pertumbuhan impor rata-rata sayuran selama periode tersebut adalah sebesar 16,05 % per tahun, dengan pola pertumbuhan yang meningkat (Adiyoga, 2000). Kondisi di atas memberikan gambaran mengenai tantangan pengembangan sayuran diIndonesia yang secara umum mencakup (Adiyoga, 2001):
 
Sumber pertumbuhan produksi yang lebih didominasi oleh pertumbuhan areal tanam,sehingga cenderung bersifat jangka pendek jika dikaitkan dengan ketersediaan lahanproduktif yang semakin terbatas.
 
Proyeksi permintaan yang cenderung melebihi proyeksi pasokan dan mengarah padakeadaan defisit sebagai akibat dari pertumbuhan produktivitas yang relatif datar sertapertumbuhan penduduk yang terus meningkat
 
Lahan garapan yang semakin sempit cenderung mendorong produsen untukmeningkatkan penggunaan input eksternal dalam upaya meningkatkan produksi –mempercepat timbulnya degradasi lingkungan
 
Kehilangan hasil dan kerusakan pasca panen yang masih cukup tinggi – cenderungberakibat pada meningkatnya marjin tataniaga dan menurunnya bagian penerimaan yangditerima produsen
 
Kualitas produk yang relatif masih rendah serta biaya produksi per unit produk yang relatif tinggi, sehingga akses pasar ekspor yang semakin terbuka tidak dapat dimanfaatkansecara optimal – produk bersangkutan kurang kompetitif dibandingkan dengan produk darinegara lainBerbagai indikator di atas masih menunjukkan adanya peluang yang cukup terbuka untukbergerak di dalam bisnis sayuran. Namun demikian, berdasarkan pertimbangan investasi padabisnis/usahatani sayuran yang cukup tinggi serta derajat ketidak-pastian yang juga relatif tinggi,keputusan untuk terlibat di dalam bisnis (produksi) sayuran perlu diawali dengan perencanaanyang tertata dan teliti.  
 
Perencanaan Agribisnis Sayuran
 Semua usaha bisnis harus memiliki perencanaan tertentu  untuk semua unit bisnis yangdimilikinya. Perencanaan tersebut perlu disusun untuk pengembangan bisnis baru, maupunperluasan bisnis yang sudah ada. Perangkat perencanaan berfungsi sebagai kerangka kerjaatau acuan bisnis yang harus diperbaharui secara periodik. Suatu rencana bisnis juga dapatdigunakan sebagai alat untuk mengundang investor potensial atau sebagai alat negosiasi awaluntuk memperoleh pinjaman dari institusi finansial. Kegunaan lain dari perencanaan bisnis,diantaranya adalah:

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Sohih Pasha Undu liked this
Abde Firmansyah liked this
Mr_AB liked this
B'MAZ liked this
greensangrilla liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->