Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pertanian Masukan Energi Luar Rendah Dan Pertanian Berkelanjutan (LEISA) Serta Prospek Penerapannya Pada Usahatani Sayuran

Pertanian Masukan Energi Luar Rendah Dan Pertanian Berkelanjutan (LEISA) Serta Prospek Penerapannya Pada Usahatani Sayuran

Ratings: (0)|Views: 790 |Likes:
Published by wietadiyoga

More info:

Published by: wietadiyoga on Dec 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

 
 
1
PERTANIAN MASUKAN ENERGI LUAR RENDAH DAN PERTANIAN BERKELANJUTAN -
LEISA(LOW-EXTERNAL-INPUT AND SUSTAINABLE AGRICULTURE)
SERTA PROSPEKPENERAPANNYA PADA USAHATANI SAYURANWitono Adiyoga, Nani Sumarni dan Udin S. Nugraha
Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Jl. Tangkuban Perahu 517 Lembang, Bandung-40391
Dalam usaha mempertahankan dan meningkatkan produksi sayuran, kebijakan umum pengembanganyang ditempuh pada dasarnya masih bertumpu pada teknik budidaya konvensional yangmengutamakan penggunaan input berenergi tinggi. Sarana produksi tersebut dihasilkan darisumberdaya alam yang
non-renewable
dan secara ekonomis maupun ekologis cenderung semakinmahal. Intensitas dan frekuensi penggunaan pupuk buatan, hormon tumbuh, dan pestisida yangsemakin meningkat, dikhawatirkan dapat menjadi ancaman yang serius terhadap kesehatan manusiadan lingkungan hidup. Pada beberapa kasus, intensitas penggunaan input kimiawi ini malahan dapatdapat menghambat pencapaian sasaran produksi sayuran (
counterproductive
). Beberapa kondisiberikut ini bahkan mengindikasikan bahwa sistem pertanian konvensional bukan pilihan yang tepatuntuk meningkatkan produktivitas sayuran di negara-negara berkembang, karena:1.
 
Pertanian konvensional dianggap gagal dalam melaksanakan misi ketahanan pangan.Introduksi pupuk kimia dan pestisida sintetis pada kebanyakan kasus telah meningkatkanoutput per hektar dan produksi total. Namun demikian, peningkatan produksi tersebutpertumbuhannya cenderung semakin melambat, bahkan pada beberapa kasusmengindikasikan adanya penurunan produksi. Penyebab utama dari kondisi ini adalah: (a)penurunan kesuburan tanah, (b) kerusakan biodiversitas dan lingkungan, (c) degradasi ataukerusakan sumberdaya air, serta (d) peningkatan populasi hama dan resistensi.2.
 
Kesalahan sistem. Akar masalah pertanian konvensional berasal dari introduksi pupuk danpestisida kimiawi yang telah menstimulasi sistem produksi untuk berperilaku independenterhadap proses pengaturan alami dan sumberdaya lokal, namun sangta bergantung kepadasumberdaya yang
non-renewable
. Keadaan ini telah mendorong berkembangnya pertanaman
monocropping
dan spesialisasi wilayah dalam sistem pangan yang mengarah pada semakinmeningkatnya masalah hama dan pengelolaan hara, sejalan dengan rusaknya siklus alami.Untuk memecahkan masalah ini, bahkan lebih banyak pupuk dan pestisida kimiawi harusdigunakan, sehingga terbentuklah suatu
vicious circle
.3.
 
Pengaruh jangka panjang terhadap kesuburan lahan dan erosi tanah. Penurunan kesuburantanah dikompensasi oleh petani dengan meningkatkan aplikasi pupuk kimiawi. Hal ini malahanmemperberat permasalahan, karena salah satu penyebab penurunan kesuburan adalahpengelolaan bahan organik tanah yang kurang tepat. Pada saat pupuk sintetis lebih banyakmenggantikan cara alami pengelolaan hara, seperti rotasi tanaman serta daur ulang bahanorganik, maka bahan organik tanah semakin tererosi. Hilangnya bahan organik akanmenyebabkan tanah menjadi lebih rentan terhadap erosi fisik (oleh angin dan air), kapasitasretensi air menurun dan penyerapan unsur hara terganggu.4.
 
Penurunan keamanan pangan dan pengaruh negatif terhadap kesehatan manusia.Penggunaan pestisida berlebih, terutama di negara-negara berkembang, sudah menjadiancaman serius bagi kesehatan manusia, khususnya petani dan pekerja di sektor pertanian.Pengaruh jangka panjang kadar/kandungan rendah berbagai jenis pestisida di dalam makananbelum dapat diketahui secara pasti, namun risiko kesehatan yang ditimbulkannya jelas tinggi.Penggunaan pestisida berlebih juga mengarah pada tertimbunnya substansi yang tidakdikehendaki di dalam makanan, misalnya kandungan nitrat yang lebih tinggi karenapenggunaan pupuk nitrogen atau kandungan kadmium sebagai akibat dari kontaminasi fosfat.5.
 
Hilangnya biodiversitas dan menurunnya kualitas lingkungan. Introduksi sistem pertanamanmonokultur dan varietas silangan moderen telah menyebabkan hilangnya keragaman genetik
 
 
2
sebesar 75% selama abad dua puluh (Pretty, 1995). Kehilangan habitat merupakan ancamanutama terhadap biodiversitas dan kegiatan pertanian berpengaruh terhadap 70% spesiesburung dan 49% spesies tanaman yang terancam. Pengaruh langsung negatif dari pertaniankonvensional adalah polusi nitrat, fosfat dan pestisida terhadap air. Penelitian menunjukkanbahwa 60% pupuk nitrogen yang diaplikasikan tidak diserap tanaman, tetapi hilang mencemariair tanah dan aair permukaan.Beberapa hal tersebut memberikan gambaran bahwa sistem produksi pertanian konvensionalcenderung menciptakan banyak sumber pencemaran yang mengakibatkan degradasi lingkungan danperusakan sumberdaya alam baik di tingkat lokal, nasional dan global. Pengkajian lebih lanjutmengenai proporsi jumlah input-output selama beberapa tahun bahkan mengindikasikan bahwa sistemkonvensional menjadi semakin tidak efisien dan boros. Argumentasi tersebut ditambah dengan isu pertanian berkelanjutan mendorong berbagai pihak untukmencari dan mempertimbangkan teknologi alternatif yang dipandang kompatibel dengan asas-asaslingkungan, sehingga dapat tetap menjamin kelestarian dan keberlanjutan pemanfaatan sumber dayaalam bagi generasi mendatang.
PERTANIAN LEISA
Salah satu teknologi alternatif yang semakin sering dijajagi penerapannya adalah Pertanian MasukanEnergi Luar Rendah dan Pertanian Berkelanjutan atau
LEISA (Low-External-Input and Sustainable Agriculture)
. LEISA merupakan teknik budidaya yang diarahkan agar dapat secara optimalmenggunakan sumber daya yang tersedia di lokasi setempat. Hal ini ditempuh melalui perpaduanberbagai komponen sistem usaha tani, seperti tanaman, binatang, tanah, air, iklim, dan manusia,sehingga komponen-komponen tersebut saling melengkapi dan sinergis satu sama lain. Metode LEISA juga mengupayakan penggunaan input eksternal hanya bila diperlukan, yaitu untuk memenuhikebutuhan unsur hara yang defisien di ekosistem serta meningkatkan kinerja sumberdaya biologis,fisik dan manusia yang tersedia. Penggunaan input eksternal diusahakan yang dapat didaur ulangsecara maksimal, dan berdampak negatif paling minimal bagi lingkungan.LEISA tidak diarahkan untuk memenuhi sasaran produksi maksimum dalam jangka pendek, tetapiditujukan untuk memperoleh produksi yang memadai dan stabil dalam jangka panjang. LEISAberusaha untuk mempertahankan dan bila mungkin meningkatkan sumber daya alam danmemanfaatkan semaksimal mungkin proses-proses alami. LEISA menggabungkan secara maksimalpengetahuan dan praktek-praktek pertanian tradisional, praktek pertanian layak ekologi yangdikembangkan di tempat-tempat lain, dan perkembangan ilmu-lmu pertanian mutakhir berwawasanlingkungan.Sistem LEISA yang dianggap sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan dan umumnya dilakukanoleh petani kecil seringkali diragukan kemampuannya untuk dapat memecahkan masalah kebutuhanpangan. Rasa skeptis sering timbul sehubungan dengan kecukupan bahan organik dan tenaga kerjauntuk mendukung operasionalisasi sistem ini, serta produktivitas sistem yang relatif rendah. Sukar untuk membuktikan apakah kritik tersebut valid atau tidak, karena ketersediaan data untuk komparasisangat terbatas. Walaupun demikian, beberapa kajian cenderung memberikan konfirmasi bahwakondisi lokal merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan sistem tersebut. Lebih jauh lagidiindikasikan bahwa sistem LEISA yang sukses biasanya dikembangkan oleh petani (kecil) sendirisebagai respon terhadap tekanan penduduk, kesempatan pasar dan ketersediaan lahan yang semakinlangka.
 
 
3
Pergeseran dari sistem konvensional ke LEISA akan menimbulkan berbagai perubahan signifikan.Salah satu perubahan yang paling nyata adalah komposisi penggunaan input. Bersamaan denganpengurangan penggunaan pupuk dan pestisida sintetis, peningkatan penggunaan input yang lain,misalnya bahan organik dan tenaga kerja, dapat terjadi. Rotasi tanaman juga mungkin berubah danmempengaruhi produktivitas, variabilitas produksi, produksi total dan pendapatan (pada saat ini danmasa yang akan datang). Hal-hal tersebut pada akhirnya akan berpengaruh terhadap ketahananpangan dan lingkungan. Perubahan- perubahan yang terjadi sering dipengaruhi dan mempengaruhiperubahan sosial di dalam masyarakat. Beberapa isu yang perlu dicermati sehubungan dengan upayamerealisasikan pergeseran paradigma dari sistem produksi konvensional ke sistem produksi rendahinput eksternal, diantaranya adalah: (1) input tenaga kerja, terutama berkaitan dengan perbedaanintensitas penggunaan, (b) input-input lainnya yang bergeser titik berat sumbernya, dari
off-farm
ke
on-farm
, (c) rotasi tanaman sebagai salah satu alat penting dalam pengendalian masalah hama penyakitdan pemeliharaan kesuburan lahan, (d) hasil produksi atau produktivitas, serta (e) produksi totalusahatani.Beberapa potensi dampak dari penerapan LEISA diantaranya adalah:
 
Produktivitas jangka panjangMelindungi dan mempertahankan kesuburan lahan mengandung implikasi jaminan kapasitasproduktif bagi generasi akan datang. Namun demikian, faktor utama yang akan menentukanapakah petani akan tertarik untuk melakukannya akan sangat bergantung kepada manfaat yangdapat dipetik dari perubahan tersebut. Oleh karena itu, keamanan dari status penguasaan lahanmerupakan faktor yang sangat menentukan. Jika keamanan status penguasaan lahan tidakterjamin, tidak akan ada insentif bagi petani untuk menanamkan investasinya dalam metodeproduksi yang akan memberikan pendapatan di masa depan. Petani akan lebih tertarik untukmenerapkan sistem produksi yang dapat menghasilkan pendapatan dalam jangka pendek.
 
Ketahanan dan stabilitas panganPrinsip diversifikasi di dalam LEISA memungkinkan adanya pengurangan risiko yang ditimbulkanoleh variabilitas produksi. Hal ini mengimplikasikan kecilnya kemungkinan terjadi ledakan produksiatau kegagalan produksi secara sekaligus dari semua cabang usaha yang dilakukan, sehinggadapat berkontribusi terhadap ketahanan dan stabilitas pangan untuk konsumsi. Ketahanan pangantidak selalu dapat tercapai melalui swasembada pangan. Harga premium untuk produk LEISAberpotensi untuk meningkatkan pendapatan petani, sehingga dapat pula berkontribusi secara tidaklangsung terhadap ketahanan pangan lokal atau rumah tangga. Karakteristik proses produksiLEISA (ketergatungan rendah terhadap input eksternal) memungkinkan petani menekan biayaproduksi, sehingga dapat meningkatkan status ketahanan pangannya.
 
Dampak lingkunganPengurangan penggunaan input sintetis berdampak langsung terhadap lingkungan, karenakebutuhan enerji fosil
non-renewable
serta pencucian nitrogen dapat ditekan. Petani meningkatkankesuburan lahan dengan menggunakan pupuk kandang, limbah tanaman, kacang-kacangan danpupuk hijau serta pupuk alami lainnya. Petani LEISA lebih mengandalkan pengendalian hamapenyakit secara alami, daripada penggunaan pestisida sintetis yang dapat membunuh organismeberguna, menyebabkan resistensi serta menimbulkan polusi air dan tanah. Teknik penyiapan lahan(terasering, tanaman penutup tanah) dapat mengurangi erosi, pemadatan, salinitas dan degradasilahan, terutama melalui penggunaan rotasi tanaman dan bahan organik yang diarahkan untukmemperbaiki kesuburan dan struktur tanah.
 
Dampak sosialPengelolaan LEISA banyak mengandalkan pengetahuan lokal dari interaksi kompleks sertakeragaman kondisi antar lokasi yang cenderung kurang memihak areal produksi luas. Dengandemikian, LEISA memiliki potensi untuk memperbaiki distribusi dan akses terhadap sumberdayaproduktif, yaitu lahan. Penerapan LEISA mengharuskan petani untuk melakukan eksperimentasi

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lee Huank liked this
Elena Porloy liked this
Rido Isfahan liked this
Fathu .. liked this
lucy_simarmata liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->