Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
etnofarmasi suku tengger kecamatan sukapura kabupaten probolinggo

etnofarmasi suku tengger kecamatan sukapura kabupaten probolinggo

Ratings: (0)|Views: 2,498 |Likes:
Published by YayaSulthonAziz
Etnofarmasi berasal dari kata etno dan farmasi. Etno adalah suku atau kelompok, sedangkan farmasi adalah ilmu yang mempelajari tentang obat obatan. Menurut Pieroni et al, (2002) Etnofarmasi adalah gabungan disiplin ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara kebiasaan kultur dalam suatu kelompok masyarakat ditinjau dari sisi farmasetisnya. Oleh sebab itu akan melibatkan studi identifikasi, klasifikasi dari produk natural (etnobiologi), preparasi secara farmasetis (etnofarmasetis) dan efek yang diklaim (etnofarmakologi) beserta aspek pengobatan secara sosial (etnomedisin).
Penelitian etnofarmasi difokuskan pada sebuah komunitas untuk menemukan kembali “ Resep” tradisional dan mencoba mengevaluasinya baik secara biologis maupun secara kultural (Pieroni et al., 2002). Dalam pendekatannya dengan masyarakat, etnofarmasi sama dengan etnografi yang menjadikan pengamat terlibat dalam kebudayaan yang sedang diteliti (Haviland, 1999). Oleh sebab itu akan didapatkan referensi untuk pengembangan atau penemuan obat baru yang berasal dari komunitas atau etnis tertentu.
dan studi yang dilakukan di suku tengger kecamatan sukapura kabupaten probolinggo menemukan kembali pengobatan- pengobatan tradisional yang sudah turun temurun dingunakan oleh suku tersebut.
Etnofarmasi berasal dari kata etno dan farmasi. Etno adalah suku atau kelompok, sedangkan farmasi adalah ilmu yang mempelajari tentang obat obatan. Menurut Pieroni et al, (2002) Etnofarmasi adalah gabungan disiplin ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara kebiasaan kultur dalam suatu kelompok masyarakat ditinjau dari sisi farmasetisnya. Oleh sebab itu akan melibatkan studi identifikasi, klasifikasi dari produk natural (etnobiologi), preparasi secara farmasetis (etnofarmasetis) dan efek yang diklaim (etnofarmakologi) beserta aspek pengobatan secara sosial (etnomedisin).
Penelitian etnofarmasi difokuskan pada sebuah komunitas untuk menemukan kembali “ Resep” tradisional dan mencoba mengevaluasinya baik secara biologis maupun secara kultural (Pieroni et al., 2002). Dalam pendekatannya dengan masyarakat, etnofarmasi sama dengan etnografi yang menjadikan pengamat terlibat dalam kebudayaan yang sedang diteliti (Haviland, 1999). Oleh sebab itu akan didapatkan referensi untuk pengembangan atau penemuan obat baru yang berasal dari komunitas atau etnis tertentu.
dan studi yang dilakukan di suku tengger kecamatan sukapura kabupaten probolinggo menemukan kembali pengobatan- pengobatan tradisional yang sudah turun temurun dingunakan oleh suku tersebut.

More info:

Published by: YayaSulthonAziz on Dec 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

 
BAB 1. PENDAHULUAN1.1Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki hutan tropika terbesar kedua di dunia, kaya dengan keanekaragaman hayati dan dikenal sebagai salah satunegara
megabiodiversity
kedua setelah Brazilia (Ersam, 2004)
.
Didalamnyaterdapat kurang lebih 40.000 jenis tumbuhan, dan dari jumlah tersebut sekitar 1.300diantaranya digunakan sebagai obat tradisional (Muktiningsih
et al.
, 2001).Keanekaragaman obat tradisional yang ada memberikan suatu referensi baru terhadapdunia pengobatan.Menurut Kuntorini (2005) melonjaknya harga obat sintetis dan efek sampingnya bagi kesehatan meningkatkan kembali penggunaaan obat tradisional olehmasyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada di sekitar. Obattradisional dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat secara turun temurun dan sampaisekarang ini banyak yang terbukti secara ilmiah berkhasiat obat (Syukur danHernani, 2002). Selain itu obat tradisional tersebut dapat digunakan sebagai dasar  pengembangan obat baru (Siswandono dan Soekardjo, 2000).Akan tetapi cara-cara pengobatan tradisional tidak dicatat dengan baik karenateknik pengobatannya diajarkan secara lisan (Rosita
et al.
, 2007), sehingga dalam perkembangannya banyak teknik pengobatan lama yang hilang atau terlupakan. Haltersebut mendorong untuk dilakukannya upaya pemanfaatan dan pelestarian pengetahuan masyarakat atau suku tentang pengobatan tradisional yang telahdilakukan secara empiris. Upaya tersebut mulai dari inventarisasi, pemanfaatan, budidaya sampai dengan penggalian kembali pengetahuan suku lokal tentang obattradisional (Darmono, 2007).1
 
1
 
Langkah awal yang sangat membantu untuk menggali pengetahuan suku lokalterhadap resep tradisional berkhasiat obat yaitu dengan berbagai pendekatan secarailmiah (Kuntorini, 2005). Salah satu pendekatan tersebut adalah etnofarmasi (Pieroni
et al.
, 2002). Pendekatan etnofarmasi telah dilakukan di berbagai suku di Indonesia,diantaranya yang telah diterapkan pada masyarakat lokal Suku Muna KecamatanWakarumba, Kabupaten Muna, Sulawesi Utara (Windadri
et al 
, 2006), dan di sekitar kawasan Gunung Gede Pangrango (Rosita
et al 
, 2007). Keduanya mendapatkan reseptradisional dari pengetahuan suku lokal tersebut.Tengger sebagai salah satu suku di Indonesia, menurut Sutarto (2009)masyarakatnya masih bersikukuh dengan tradisi yang diwarisi dari para pendahulunya. Tradisi tersebut antara lain upacara Kasada, upacara Karo, UpacaraUnan-Unan dan masih banyak lagi upacara lain yang sampai sekarang masihdijalankan dengan norma-norma sosial yang tetap terjaga. Salah satu norma sosialyang ada adalah interaksi Suku Tengger dengan alam sekitar yang terdapat banyak sumberdaya alamnya. Sumberdaya alam tersebut berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang berupa fenomena Kaldera Tengger denganlautan pasir yang luas, pemandangan alam dan atraksi geologis Gunung Bromo danGunung Semeru, keragaman flora langka dan endemik serta potensi hidrologis yangtinggi termasuk keberadaan 6 buah danau alami yang indah (Hidayat dan Risna,2007). Keadaan alam yang ada mampu menarik banyak wisatawan domestik maupunmancanegara datang ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.Wisatawan umumnya membawa peradaban modern yang dapat menggeser sejumlah pengetahuan lokal masyarakat (Windadri
et al.
, 2006). Hal ini dapatmenyebabkan pengetahuan tentang tumbuhan obat pada masyarakat atau SukuTengger juga mengalami erosi (hilang). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitianetnofarmasi di suku Tengger agar kelestarian pengetahuan maupun penggunaan obattradisional tetap terjaga dan dapat digunakan sebagai referensi dasar pengembangan bahan obat baru.2
 
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang maka masalah dalam penelitian ini dirumuskansebagai berikut:1.Tumbuhan, hewan dan bahan mineral apa yang dimanfaatkan sebagai bahan obattradisional oleh Suku Tengger?2.Bagaimana cara penggunaan tumbuhan, hewan, dan bahan mineral tersebutsebagai obat tradisional?3.Berapa persentase pengetahuan atau penggunaan setiap tumbuhan, hewan, dan bahan mineral tersebut sebagai obat tradisional?
1.3
 
Tujuan
Penelitian di lingkungan Suku Tengger ini bertujuan untuk:1.Melakukan inventarisasi tumbuhan, hewan, dan bahan mineral yang dimanfaatkanSuku Tengger sebagai bahan obat tradisional.2.Mengetahui cara penggunaan tumbuhan, hewan, dan bahan mineral untu pengobatan.3.Mengetahui persentase pengetahuan atau penggunaan setiap tumbuhan, hewan,dan bahan mineral tersebut sebagai obat
1.4
 
Manfaat
Penelitian ini diharapkan membawa manfaat antara lain:1.Memberikan informasi mengenai tumbuhan, hewan, dan bahan mineral yangdigunakan oleh Suku Tengger sebagai bahan obat tradisional.2.Memberikan informasi cara penggunaan tumbuhan, hewan, dan bahan mineraltersebut untuk pengobatan.3.Memberikan informasi persentase pengetahuan atau penggunaan setiap tumbuhan,hewan, dan bahan mineral tersebut sebagai obat4. Sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai Etnofarmasi Suku Tengger dan pengembangan obat di Indonesia.3

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zendy Aprio liked this
Kasturi Rajah liked this
dwifit3 liked this
Om Monmon liked this
Femy Linggi Allo liked this
Rifki Aulia liked this
Eka Pratiwi liked this
Eka Pratiwi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->