b. Filsafat sebagai Ilmu Kritis
“Filsafat adalah ciri berpikir manusia yang bersifat radikal, sistematis dan universal.”
Sidi Gazalba (1974)
Filsafat berciri radikal karena hal yang dibicarakan diupayakan tuntas ke akarpermasalahan sampai kepada hakekatnya. Filsafat berciri sistematis artinya berpikirsecara logis selangkah demi selangkah dan menunjukkan hu dandamenunjukanhubungan yang utuh dan saling berkaitan satu sama lain. Filsafat berciri universaldimaksudkan karena filsafat memandang persoalan secara umum, menyeluruh, tidak terikat ruang dan waktu.
Objek kajian dalam filsafat :
# Alam (Kosmologi)# Manusia (Filsafat manusia, Filsafat social-politik Filsafat moral (etika), FilsafatKebudayaan)# Tuhan (Filsafat ketuhanan)
c. Ilmu Pengetahuan Empiris
Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi sehingga sesuatu itu dapat dikatakansebagai suatu imu. Poedjawijaya menyebutnya sebagai syarat ilmiah (Kaelan, 1998),yaitu :1. Berobjek 2. Bermetode3. Bersistem4. Bersifat Universal
SEJARAH PANCASILA1. Masa Kerajaan
Sejarah Indonesia selalu menyebut bahwa ada dua kerajaan besar yangmelambangkan kemegahan dan kejayaan Indonesia Masa Purba, yaitu Sriwijaya danMajapahit.
2. Masa Penjajahan dan Perlawanan terhadap Penjajahan
Pada mulanya para imperialis hanya ingin mencari bahan mentah untuk industri.Namun, imperialisme ini akhirnya menimbulkan “Politik Penghisapan” daerah jajahansehingga menimbulkan pemberontakan penduduk pribumi.
3. Kebangkitan Nasional
Perkembangan pendidikan di Indonesia sebagai akibat dari politik etis telahmenimbulkan perubahan besar bagi sebagian rakyat Indonesia atau lebih tepatnyamengarah pada kesadaran nasional.
4. Sumpah Pemuda
Pada kongres II 26 – 28 Oktober 1928 PPPI telah memperoleh pengakuan yang bulatuntuk semua golongan, yaitu keinsyafan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasasebagai cermin tertanamnya Indonesia bersatu (“Sumpah Pemuda”).