Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Model Konsumsi Rumah Tangga Di Indonesia

Model Konsumsi Rumah Tangga Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 350 |Likes:
Published by fajarakatsuki86
estimasi fungsi konsumsi indonesia
estimasi fungsi konsumsi indonesia

More info:

Published by: fajarakatsuki86 on Dec 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2013

pdf

text

original

 
MODEL KONSUMSI RUMAH TANGGA DI INDONESIA
Oleh Muhammad Fajar*
1.
 
Latar Belakang
Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan salah satu indicator ekonomi makro untuk mengukur seberapa besar keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi.Dari sisipenggunaan, PDB tersusun atas komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga,pengeluaran konsumsiPemerintah, investasi, dan net ekspor (selisih antara ekspor denganimpor).Jika kita lihat struktur PDB Triwulan I dan II pada tahun 2009 dan 2010, ternyatakonsumsi rumah tangga masih memberikan andil yang besar, yakni dikisaran 56 - 61persen dibandingkan komponen penyusun lainnya.Hal ini menunjukkan bahwapertumbuhan ekonomi Indonesia dipush dengan mendorong masyarakat selalu konsumtif.Tabel 1. Struktur PDB Indonesia Menurut Penggunaan Triwulan I dan II pada tahun2009 dan 2010Sumber: BPSPengeluaran konsumsi RT (Rumah Tangga) secara makro tergantung dari seberapabesar pendapatan yang diterima masyarakat. Oleh karena itu, dalam makalah ini akanmembahas bagaimana model konsumsi RT di Indonesia.
2.
 
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, ada dua masalah yang ingin dijawab, yaitu:a.
 
Apakah konsumsi dan pendapatan saling terkointegrasi?b.
 
Bagaimana model konsumsi RT di Indonesia?
 
 
3.
 
Tujuan Penelitian
Tujuan dari makalah ini, adalah:a.
 
Untuk mengetahui hubungan jangka panjang antara konsumsi dengan pendapatan.b.
 
Mendapatkan model konsumsi RT di Indonesia.
4.
 
Kendala Penelitian
Data yang digunakan pada penelitian ini adalah konsumsi nominal dan pendapatannasional nominal periode 1983 s.d. triwulan II 2010 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, variabel yang nominal digunakan agar pengaruh inflasi tidak hilang. Kendalapenelitian adalah karena konsumsi RT secara teoretis dipengaruhi oleh pendapatandisposable, sedangkan variabel pendapatan disposable tidak tersedia secara akurat sehingga variabel tersebut diproksi dengan variabel pendapatan nasional.
5.
 
Kajian Teoretis
Pengeluaran uang yang dilakukan oleh rumah tangga untuk membeli berbagai jeniskebutuhannya dalam satu tahun tertentu dinamakan pengeluaran konsumsi rumah tanggaatau dalam analisis makroekonomi lebih lazim, disebut sebagai konsumsi rumah tangga.Pendapatan yang diterima RT akan digunakan untuk membeli makanan, membelipakaian, membiayai jasa pengangkutan, dan lain-lain. Barang-barang tersebut dibeli olehRT untuk memenuhi kebutuhannya dan perbelanjaan tersebut dinamakan konsumsi, yaitumembeli barang dan jasa untuk memuaskan keinginan memiliki dan menggunakan barangtersebut.Keynes merumuskan fungsi konsumsi sebagai sebuah skedul konsumsi yangdirencanakan pada berbagi tingkat pendapatan disposabel. Keynes percaya bahwa skedul
konsumsi yang direncanakan ini merupakan ”hukum psikologis yang fundamental”, dimana
perubahan konsumsi lebih kecil dari perubahan pendapatan disposibel. Sehingga,kecenderungan mengonsumsi marginal (MPC) bernilai lebih kecil dari satu untuk fungsikonsumsi rumah tangga(C):
=
+

 
(1)
, dimana
:pendapatan disposabel
 Tetapi karena variabel pendapatan disposable belum tersedia secara lengkap dan akurat,maka diproksi dengan variabel pendapatan nasional sehingga model konsumsi rumahtangga adalah:
=
+

 
(2)
, dimana Y: pendapatan nasional
 
Pendapatan Nasional Konsumsi Rumah Tangga
 
6.
 
Metode Analisis6.1
 
Normalitas
Sifat normalitas diperlukan agar menghasilkan parameter-parameter yang dihasilkanbisa diujikan dan mengsinkronisasikan dengan alat uji statistik parametrik yang berakarpada asumsi normalitas.Penulis merekomendasikan uji Kolmogorof Smirnov untuk menguji normalitas tingkat suku bunga dan inflasi.Untuk memeriksa kenormalan residual pada model regresi maka digunakan ujiKolmogorov-Smirnov.Dalam uji Kolmogorov-Smirnov diasumsikan bahwa distribusivariabel yang sedang diuji mempunyai sifat kontinyu.Hipotesis yang digunakan:H
o
:distribusi variabel mengikuti distribusi normalH
1
:distribusi variabel tidak mengikuti distribusi normalStatistik Uji :
=

 
0
 
 

(3) ,
=1,2,3,
.
 dimana:
0
(
 
)
= fungsi distribusi frekuensi kumulatif relatif dari distribusiteoretis dalam kondisi H
o
.
(
 
)
= distribusi frekuensi kumulatif dari amatan sebanyak n.Dengan cara membandingkan nilai
D
terhadap nilai
D
pada tabel Kolmogorov-Smirnov
dengan level signifikansi (α) sebesar
0,05
 ,
maka aturan pengambilan keputusan dalam ujiini adalah sebagai berikut:
 
Jika D D
tabel
, maka H
o
diterima
 
Jika D > D
tabel,
maka H
o
ditolak Asumsi ini harus terpenuhi karena jika asumsi ini tidak terpenuhi maka analisis yangdilakukan tidak sah dalam statistik parametrik.
6.2
 
Stasioneritas
Stasioneritas sangat diperlukan dalam analisis time series agar tidak terjadi spuriouspada analisis. Karena pada periode penelitian terjadi dua
shock 
krisis, maka penulismerekomendasikan uji Philip-Perron untuk memeriksa stasioneritas dan alat uji inimampu merespon adanya shock yang terjadi.Prosedur pengujian akar unit dengan menggunakan uji Philips-Perron adalah sebagaiberikut:1.
 
Misal terdapat persamaan:
=

−
1
+
(4)
,
Dimana ρ adalah koefisien otoregresif,
adalah
white noise term
1
. Jika nilai ρ = 1,
maka
memiliki sebuah akar unit. Dalam ekonometrika, suatu time series yang
1
Kondisi dimana
mempunyai mean sama dengan nol, varians konstan, dan kovarians sama dengan nol
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->