Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
31Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pancasila Sebagai Etika Politik

Pancasila Sebagai Etika Politik

Ratings: (0)|Views: 8,856|Likes:
Pancasila Sebagai Etika Politik
Pancasila Sebagai Etika Politik

More info:

Published by: ABDULLAH ARIEF (TIF 09 A) on Dec 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/05/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANLATAR BELAKANG
Pancasila merupakan dasar pemkiran bansa Indonesia yang berdasarkanKeruhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Adil dan Beradap, Persatuan Indonesia,Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan permusyawaratan/ perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Pancasila juga merupakan pandangan hidup bangsa serta kepribadian bangsayang mempunyai nilai-nilai luhur. Pancasila juga merupakan suatu sistem etika dan politik yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, menjunjung persatuan dankesatuan, perdamaian dunia dan permusyawaratan yang adil dan beradap. Dalammakalah ini akan diulas tentang pancasila sebagai suatu sistem etika politik yangmempunyai nilai-nilai universal, sertaa moralitas.1
 
BAB IIISIA. Pancasila sebagai Etika Politik 
Dengan dipilihnya Pancasila sebagai dasar hidup bernegara dan berbangsaatau sebagai dasar hidup berpolitik, maka politik tidaklah netral, tetapi harusdilandasi nilai-nilai etis. Itulah salah satu tugas filsafat politik: mencerahi makna berpolitik dan mengekplisitkan nilai-nilai etis dalam politik yang didasarkan atasPencasila.Ada anggapan negatif dan sikap skeptik serta sinis terhadap politik. Adakecenderungan untuk menghindar dari politik. Namun perlu dicattat beberapa hal:
 pertama,
mau tidak mau kita tidak dapat lepas dari politik. Segala kegiatan kitamengandaikan kerangka Negara dan masyarakat.
 Kedua
, berbagai kesulitan yangdihadapi dunia modern, seperti peningkatan kesejahteraan, lingkungan hidup,kesenjangan sosial-ekonomi, pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan danteknologi tidak dapat dipecahkan dengan meninggalkan politik, tetapi mengadakantransformasi politik sedemikian rupa, sehingga memungkin kita membentuk danmengorganisir kehidupan secara efektif.
 Ketiga
, sikap sinis dan skeptik terhadap politik, bukan hal yang tak terhindari. Dengan membangun kredibilitas dankelayakan suatu model alternatif dan imaginatif institusi politik, ketidakpercayaanakan pilitik bisa diatasi.David Held mengartikan politik sebagai berikut: “Politik adalah mengenaikekuasaan, yaitu mengenai kapasitas pelaku sosial dan institusi sosial untuk mempertahankan atau mentransformir lingkungannya, sosial dan fisik. Politik menyangkut sumber-sumber yang mendasari kapasitas ini dan mengenai kekuatan-kekuatan yang membentuk dan mempengaruhi operasi dari kekuatan itu. Olehkarena itu, politik adalah suatu fenomena yang diketemukan di dalam dan di antarainstitusi dan masyarakat, melintasi kehidupan publik dan privat. Politik terungkap didalam semua aktivitas kerjasama, negosiasi dan perjuangan dalam penggunaan dan2
 
distribusi sumberdaya. Politik terlibat dalam semua relasi, institusi dan struktur yangmelekat dalam aktivitas produksi dan reproduksi dalam kehidupan masyarakat.Politik menciptakan dan mengkondisikan semua aspek kehidupan kita. Politik  berada pada inti perkembangan permasalahan dalam masyarakat dan cara kolektif  penyelesaian masalah tersebut.Bagi Aristoteles manusia akan menjadi sempurna dan mencapai tujuankodratinya, kalau ia hidup dalam polis (negara-kota). Suatu Negara ada, demi hidup baik dan bukan hanya untuk hidup saja. Seperti dikatakan H. Arend, “Polissebenarnya bukanlah Negara-kota (
city-state
) dalam lokasi fiknya; polis adalahorganisasi masyarakat yang muncul dari perbuatan dan pembicaraan bersama danruang yang sebenarnya terletak di antara orang yang hidup bersama untuk tujuan itu,tak peduli dimanapun terjadi. Maka istilah politik menunjuk kepada aktivitas dari polis, dimana kesejahteraan bersama dideliberasikan dan keputusan yang secarakolektif mengikat dibuat. Jadi politik muncul dari tindakan bersama, “sharing of words and deeds”.Ada hal-hal yang dapat kita petik dari kehidupan politik pada jaman Yunaniitu, meskipun harus diakui bahwa ada contoh yang jelek yang terjadi pada waktu itu,misalnya wanita dan budak tidak termasuk dalam warganegara. Ada anggapan padawaktu itu bahwa mereka yang berhasil dalam kehidupan politik, yaitu hal-ihwalkehidupan dalam Negara, akan mencapai kebaikan tertinggi. Kehidupan bersamadalam Negara
(polis
) akan mencapai kebaikan yang lebih besar, karena dilakukan bersama. Maka kehidupan bersama dalam Negara tidak hanya akan melindungiindividu dan hak miliknya (sebagaimana jaman sekarang dituntut oleh liberalisme),tetapi harus menciptakan keunggulan manusiawi (
arête
). Kodrat manusiamendorong, agar Negara berperan dalam mengembangkan potensi manusia,mengajarkan kita untuk mencintai yang baik dan membuat warganegara menjadilebih baik dengan menciptakan kebiasaan yang baik (inilah arti utama dari“pendidikan politik”). Maka dapat dikatakan bahwa bagi Aristoteles, Negara atau polis adalah “perkumpulan teman-teman yang saling memprovokasi untuk berbuat3

Activity (31)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muhammad Firdaus liked this
dhanda1 liked this
Michael Pardede liked this
Waty Maniezz liked this
Estrella Vd liked this
vbhisoujo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->