Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kezaliman Dalam Penulisan Sejarah Islam

Kezaliman Dalam Penulisan Sejarah Islam

Ratings: (0)|Views: 1,821|Likes:
Published by shecutesib9835

More info:

Published by: shecutesib9835 on Dec 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

 
2/23/2009 03:07:00 PM by Jaringan Komunikasi Ummat | 
Oleh Y. Herman IbrahimSaya harus minta maaf kepada ilmuwan sejarah untuk mengatakan bahwa sejarah adalahilmu yang paling tidak imiah. Argumen saya adalah sesuatu dikatakan ilmiah pertama-tama harus objektif. Kedua, proses dan hasilnya harus terukur secara kuantitatif dankualitatif. Ketiga, kebenarannya dapat dibuktikan secara empiris atau paling tidak secaralaboratoris. Sejarah menjadi tidak objektif karena sejarah ditulis oleh penguasa dandisebarluaskan lewat kekuasaannya itu. Ukuran kebenarannya paling-paling hanya pada“waktu terjadinya peristiwa” bukan pada substansi. Juga ada kesulitan dalam mengujikebenaran sejarah secara empiris maupun laboratoris karena metodologinya saratkepentingan kekuasaan.Dalam penulisan sejarah nasional yang paling dirugikan dan dizalimi adalah Islam. Nyaris semua produk sejarah Indonesia yang diajarkan kepada anak sekolah sejak SDsampai perguruan tinggi adalah sejarah yang anti dan menegasikan Islam. Para pemudakita dibutakan atas sejarah masa lalu kebesaran Islam. Para ilmuwan sejarah pun bisuatau membisukan diri atas penulisan sejarah yang tidak berpihak kepada kebenaran.Determinasi kekuasaan sejak zaman Belanda sampai pemerintahan sendiri sangat kuat,tetapi mereka paranoid terhadap Islam.Tengok kebohongan kisah pertemuan Kartosoewiryo dengan Westerling di GedungPakuan Bandung. Kisah ini sangat keji karena sumber sejarahnya adalah pengadilansandiwara atas kasus Schmidt dan Jungschlaeger. Hal ini ditulis ulang oleh Her Sugandadi
 PIkiran Rakyat 
(5/2). Tentu saja Her Suganda mengambil dari sumber resmi yangdalam hal ini dibuat oleh penguasa saat itu. Haris bin Suhaemi yang dijadikan saksi dandikutip kesaksiannya dalam tulisan itu digambarkan sebagai orang yang dekat denganImam Negara Islam Indonesia (NII), S.M. Kartosoewiryo as syahid. Padahal, nama Haris bin Suhaemi tidak dikenal di kalangan pimpinan tinggi maupun menengah NII.Di pengadilan dia membual pernah menyaksikan pertemuan antara S.M. Kartosoewiryodan wali negara Pasundan R.A.A. Wiranatakusumah dan bekas kapten Westerling. Dia juga berkisah melihat kapal selam menurunkan perlengkapan perang, senjata, adanmunisi, serta droping dari epsawat terbang asing untuk melengkapi mesin perang DI/TII.Anehnya, di tulisan Her Suganda, di katakan bahwa Kartosoewiryo gagal melaksanakanambisinya karena lemahnya persenjataan dan kesulitan komunikasi. Menurut Her Suganda, Kartosoewiryo hanya bisa mengacau di daerah Sukaraja dan Cikalong,Tasikmalaya Selatan.Kebohongan dan fitnah yang dilansir oleh saksi lain di pengadilan tersebut sangatmemojokkan perjuangan Islam NII. Meskipun demikian, harus diakui bahwa NIImengalami fragmentasi yakni NII pro-Proklamasi 17 Agustus 1945 pimpinan H.ZainalAbidin dan Ajengan Patah, NII pro-Belanda yang dipimpin Sultan Hamid II yang
 
 bersekutu dengan Westerling, serta NII pimpinan S.M. Kartosoewiryo yang menajiskanhubungan dengan kaum kafir. Dalam pernyataan bantahan yang dilansir olehKomandemen Tertinggi ANgkatan Perang NII No. IX/7/1955, dinyatakan bahwa usahamerangkaikan dan mencampuradukkan (
 saman-smelten
) perjuangan Islam NII dengangerakan subversif yang dilakukan Westerling dan sekelompok orang Indonesia adalahsangat absurd dan sama sekali tidak mengandung kebenaran sedikitpun. Bantahan initidak mendapatkan tempat di media karena bias kekuasaan.Rakyat Indonesia selalu dicekoki tuduhan seakan-akan gerakan Islam identik dengan pemberontakan. Kehadiran dan deklarasi NII sebenarnya tidak pada posisi ada negara didalam negara karena Republik Indonesia berdasarkan Perjanjian Renville hanya berada diYogyakarta dan sekitarnya. Lebih tepat dikatakan kehadiran NII adalah sebuah negaradengan negara yang sejajar jika disandingkan dengan RI. Lain halnya dengan negaraPasundan yang benar-benar merupakan produk Belanda. Orang-orang nasionalis tidak  bisa sependapat dalam perkara ini, tetapi kebenaran sejarah tidak bisa ditutupi terus-menerus.Menurut Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A., M.Phil., sejarah Islam perlu dipaparkandengan jujur dan diinternalisasi terus-menerus untuk membangun semangat perjuangandan peradaban. Orang Yahudi sangat berkepentingan memalsukan sejarah Islam karenamereka paham bahwa sejarah bisa menjadi sumber inspirasi yang tiada habisnya bagikemajuan umat manusia. Dengan segala cara mereka melakukan manipulasi sejarahseakan-akan sumbangan Barat terhadap peradaban manusia lebih hebat daripada Islam.Banyak contoh, betapa sejarah Islam bukan saja ditutup-tutupi, tetapi dikisahkan dalam bentuk kekalahan dan ketertinggalan.Pembodohan bisa dilakukan lewat sejarah. Lihat sejarah Islam Nusantara yang tidak  pernah sungguh-sungguh menggambarkan kejayaan Samudera Pasai, Ternate, dan Tidoreserta pengislaman Papua oleh Kerajaan Islam Bacan. Anehnya, yang selalu dibanggakanadalah kisah kejayaan Majapahit dan Sriwijaya yang konon bisa mempersatukan Nusantara. Para ulama yang oleh pujangga Mataram Ronggowarsito pada abad XIXdisebut Walisongo sebenarnya adalah penyebar dan penegak syariat Islam lewatkekuasaan yang dibangunnya. Dari mulai Giri, Demak, dan Cirebon. Di masa Mataramyang telah meramu Islam dengan sinkretisme, para ulama tersebut dimistifikasi sebagaitokoh-tokoh keramat dan digjaya tetapi pada saat yang sama direduksi menjadi pengembang ajaran tasawuf.Krisis sejarah berikutnya adalah pengaburan Kebangkitan Nasional yang dimanipulasiseakan-akan berawal dari berdirinya paguyuban Boedi Oetomo. Bandingkan denganSyarikat Dagang Islam (SDI) yang didirikan 25 tahun lebih tua daripada Boedi Utomo.Organisasi ini menjelma menjadi Syarikat Islam yang terbuka untuk seluruh rakyatIndonesia dari segala lapisan yang mayoritas beragama Islam. Faktanya, pendiri SyarikatIslam H.O.S. Cokroaminoto dan murid-muridnya adalah kaum pergerakan yang menjadi pejuang politik dan militer.Hizbullah adalah laskar Islam yang menjadi inti peristiwa heroik 10 November di
 
Surabaya. Di Jawa Tengah tatkala TNI di bawah Soedirman mengalahkan sekutusebenarnya terdiri atas elemen-elemen tentara Islam. Peristiwa yang dikenal denganPalagan Ambarawa 15 Desember 19435 dan dijadikan Hari Eka Paksi (hari TNI AD) itusama sekali tidak mengisahkan keterlibatan laskar santri. Menjadi catatan penting bahwa pemberontakan PKI Madiun lebih banyak dihancurkan oleh Hizbullah, namun yangditonjolkan dalam sejarah adalah prestasi Divisi Siliwangi.Akhirnya di hari-hari kehidupan bangsa yang konon telah merdeka selama 63 tahun ini,umat Islam selalu terpinggirkan. Bangsa ini lebih memilih pendidikan sekuler danmengikuti strategi Yahudi yang memisahkan agama dengan politik. Mayoritas umatIslam terbawa arus pemikiran yang menolak nilai-nilai agama menjadi sumber hukum positif. Sekarang dengan kecanggihan media yang dikontrol asing, perlawanan Islam politik pada tingkat tertentu dikategorikan sebagai tindak terorisme. Hasbunallah wani’mal wakil. Amin. ***
 Penulis,
pengamat politik dan militer 
Sumber:Pikiran Rakyat, 18 Februari 2009
2 Responses to Kezaliman Dalam Penulisan Sejarah Islam
1.
 Anonim
Says:
Kecenderungan kaum Muslim di banyak negara di dunia dalammenanggapi ketidakberdayaannya menghadapi tantangan zaman adalah denganserta-merta melancarkan tudingan terhadap kaum Yahudi dan kaum Kristen.Bukti-bukti yang kuat tidak pernah dihadirkan, namun semangat untuk selalumenuduh adanya kepentingan untuk menghancurkan Islam selalu diagung-agungkan. Di sinilah letak kelemahan kaum Muslim dalam menyikapi permasalahan, yaitu dengan menyerang balik tanpa bukti-bukti yang jelas. Sejarahadalah sebuah ilmu yang sangat tua, yang sudah ada sejak kehadiran manusia di bumi, tepat ketika manusia mulai tertarik untuk menuliskan hal-hal tentangmereka sendiri yang telah terjadi sebelumnya. Komentar saudara Herman Ibrahimyang menuduh adanya kezaliman dalam penulisan sejarah Islam adalah salah satu bentuk ketidakakuratan dalam pembelaan terhadap Islam, seperti yang saya jelaskan di atas. Komentar beliau lebih tepatnya harus dialamatkan kepadasaudara-saudara Muslim yang tidak berdaya dalam ranah ilmu pengetahuan saatini. Betul, kaum Muslim pernah sangat maju dalam bidang ilmiah, namunkebanyakan kaum Muslim sekarang lebih banyak bernostalgia dalam hal tersebut, bukannya malah berusaha untuk mengembalikan kejayaan tersebut. TudinganHerman Ibrahim terhadap ilmu sejarah yang dianggap tidak ilmiah karenametodologinya sarat kepentingan kekuasaan adalah tudingan yang sangat tidak ilmiah. Dalam ranah ilmiah, kritikan terhadap suatu pendapat sangatlah wajar,namun bentuknya harus bersifat ilmiah juga dan tidak didasarkan atas

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Parang Maya liked this
B'MAZ liked this
B'MAZ liked this
B'MAZ liked this
Nera Il Kobah liked this
Kopral Cepot liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->