Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Article-19 : MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok - KOMPAS

Article-19 : MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok - KOMPAS

Ratings: (0)|Views: 56 |Likes:
Published by MAT JIBRUD
Salah satunya, dengan melarang para peziarah untuk berpakaian serba putih dan dilarang menggunakan celana panjang. Bahkan, ketika meninggalkan makam pengunjung diharuskan melangkah mundur dan dilarang memalingkan wajahnya dari lokasi makam yang berada di hadapannya. "Selain itu juga soal keyakinan air mineral yang dibawa ke dalam makam dapat membawa berkah dan air dalam makam nilainya sama dengan zam-zam di Makkah," tuturnya. Bahkan beberapa materi ceramah yang diperdengarkan kepada pengunjung dengan mengungkapkan kalau Mbah Priok akan hadir bersama dengan para jamaah di tengah kematiannya.
Salah satunya, dengan melarang para peziarah untuk berpakaian serba putih dan dilarang menggunakan celana panjang. Bahkan, ketika meninggalkan makam pengunjung diharuskan melangkah mundur dan dilarang memalingkan wajahnya dari lokasi makam yang berada di hadapannya. "Selain itu juga soal keyakinan air mineral yang dibawa ke dalam makam dapat membawa berkah dan air dalam makam nilainya sama dengan zam-zam di Makkah," tuturnya. Bahkan beberapa materi ceramah yang diperdengarkan kepada pengunjung dengan mengungkapkan kalau Mbah Priok akan hadir bersama dengan para jamaah di tengah kematiannya.

More info:

Published by: MAT JIBRUD on Dec 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2010

pdf

text

original

 
Kamis, 9 Desember 2010
MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok
Senin, 9 Agustus 2010 | 20:20 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com -
Pengkaji Kasus Makam Eks TPU Dobo yang dibentuk Majelis UlamaIndonesia (MUI) menemukan beberapa fakta keliru tentang keberadaan Makam Mbah Priok.KH Ma’ruf Amien sebagai pengarah tim pengkajian MUI dan Ketua tim MUI DKI Jakarta, DR KH M
Terpopuler
q
 
q
 
q
 
q
 
MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok - KOMPAS.comhttp://megapolitan.kompas.com/read/2010/08/09/20205971/MUI.Temukan.Fakta.Makam.Mbah.Priok (1 of 5)12/9/2010 9:10:59 PM
q
 
q
 
q
 
q
 
q
 
q
 
q
 
q
 
q
 
q
 
q
 
q
 
q
 
q
 
q
 
More 
cari
 
MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok - KOMPAS.com
Syafi’i Mufid, MA di Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Senin (9/8/2010) sore membeberkankajian kasus bekas makam Dobo.Fakta keliru itu diketahui setelah tim tersebut melakukan penelitian secara menyeluruh mulai darisisi sejarah, keagamaan dan keberadaan makam tersebut.Kekeliruan tersebut telah disebarkan oleh ahli waris makam yang tercantum dalam RisalahManaqub kepada peziarah yang datang.Pembentukan tim ini dilakukan atas dasar permintaan yang diberikan PMI, yang telah lebih dulumengumumkan hasil investigasinya.Menurut Ketua Tim Pengkaji Safii Mufid, penelitian dilakukan berdasarkan prinsip ilmiah yang ketatdalam menyaring informasi dan verifikasi, sehingga dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi."Tapi tidak ada masukan dari pihak ahli waris karena setiap diundang tidak pernah hadir," katanya.Salah satu kesalahan yang dalam manuskrip yang sudah tersebar di masyarakat serta mediamassa sejak peristiwa Koja 14 April lalu, yang paling mendasar terdapat pada tahun kelahiran dankematian Habib Hasan Al Hadad yang tertulis tahun 1927 dan meninggal dunia pada 1756."Sedangkan yang benar adalah lahir pada 1874 dan meninggal dunia pada 1927," bebernyakepada wartawan.Sementara mengenai riwayat hidupnya dikatakan pada risalah sebagai seorang da’i atau mubalighserta turut menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.Namun berdasarkan data yang didapatkan adalah seorang yang bekerja sebagai awak kapaldagang milik pelaut bernama Sayyud Syech bin Agil Madihij."Jadi penyebutannya tidak didasari oleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," ucapnya.Dari sudut keyakinan dan praktik keagamaan yang dilakukan yang berlangsung di komplek ekspemakaman TPU Dobo selama ini, Mufid menyatakan ada beberapa penyimpangan yangdilakukan oleh para pengelola (juri kuncen) terhadap ajaran agama Islam dengan menyebutkannyasebagai wali Allah."Sehingga ada kultus yang berlebihan terhadap makam Habib Hasan bin Muhammmad AlHassan," ungkapnya.Salah satunya, dengan melarang para peziarah untuk berpakaian serba putih dan dilarangmenggunakan celana panjang.
q
 
q
 
TerkomentariTerekomendasiKabar Palmerah
 
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/08/09/20205971/MUI.Temukan.Fakta.Makam.Mbah.Priok (2 of 5)12/9/2010 9:10:59 PM
 
MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok - KOMPAS.com
 Bahkan, ketika meninggalkan makam pengunjung diharuskan melangkah mundur dan dilarangmemalingkan wajahnya dari lokasi makam yang berada di hadapannya."Selain itu juga soal keyakinan air mineral yang dibawa ke dalam makam dapat membawa berkahdan air dalam makam nilainya sama dengan zam-zam di Makkah," tuturnya.Bahkan beberapa materi ceramah yang diperdengarkan kepada pengunjung denganmengungkapkan kalau Mbah Priok akan hadir bersama dengan para jamaah di tengahkematiannya.Pernyataan tersebut dinilai lebih memuliakan keberadaan makam tersebut dibandingkan denganKa’bah di Makkah, Arab Saudi."Bahkan kalau kita mati kita akan dijemput oleh Habib Hasan dan Rasulullah SAW," sahutnyadalam Konferensi Pers pengumuman Tim Kajian Eks TPU Dobo.Karena itu, agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman di masyarakat, pihaknya meminta kepadapeerintah untuk segera melakukan penjernihan sejarah.Mulai dari tahun kelahiran dan kematian Habib Hasal Al Hadad hingga sebagai salah satupenyebar agama Islam di Batavia mesti ditegaskan.Termasuk penyebutan toponomi Tanjung Priok yang bukan saja asing dalam mitologi orang Betawitetapi juga secara historis kebenaran faktualnya tidak dapat diterima.Rekomendasi yang paling utama dengan melakukan penulisan ulang dan mensosialisasikannyakepada masyarakat ke dalam sebuah tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan.Sehingga dapat menggantikan risalah yang disebarkan oleh pengelola makam dan memasukkankandungan faktual dibandingkan dengan mitos."Ini perlu dijernihkan, dan ke depan kami akan menerbitkan buku putih dari MUI," tambahnya.Atas pengumuman tersebut, Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Jose Lino menyatakan akansegera menjalankan rekomendasi yang diberikan MUI.Di antaranya membangun monumen Habib Hasan Al-Hadad di atas lahan Eks TPU Dobo, Koja,Jakarta Utara serta membangun TPU Semper sebagai tempat berziarah."Semua akan dibiayai Pelindo II baik monumen maupun TPU Semper," pungkasnya usaimendengarkan pengumuman MUI di Islamic Center, Koja, Jakarta Utara.
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/08/09/20205971/MUI.Temukan.Fakta.Makam.Mbah.Priok (3 of 5)12/9/2010 9:10:59 PM

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->