Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mengapa Organisasi

Mengapa Organisasi

Ratings: (0)|Views: 116 |Likes:

More info:

Published by: Aan Safwandi EmoTicore on Dec 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2010

pdf

text

original

 
Mengapa Organisasi/Perusahaan PerluMenciptakan Budaya Belajar (Bagian1)
2009 June 22tags:Budaya Belajar ,Knowledge Management,Learning Organization,Organisasi Pembelajar ,Unilever  by Muhammad Noer XSelamat Datang pengembara
Google
! Jika artikel berikut bermanfaat, Anda mungkintertarik 
untuk mendapatkan update secara rutin.You were searching for "hambatan-hambatan dalam pembelajaran membaca". See postsrelating to your search »Powered by WP Greet BoxTulisan berikut merupakan pembahasan dalam bentuk tertulis dari seminar yang saya bawakan pada forum HPSMI (Himpunan Pengelola Sumber Daya Manusia Indonesia)dengan topik “Membangun Budaya Belajar di Perusahaan Menuju LearningOrganization”Karena pembahasan cukup panjang, maka tulisan saya bagi dalam dua bagian. Bagian pertama membahas tentang mengapa organisasi perlu menciptakan budaya belajar sebagai landasan dalam menciptakan Learning Organization.Bagian kedua akan saya tulis kemudian yang membahas studi kasus pendekatan yangdilakukan oleh PT. Unilever Indonesia, Tbk dalam menciptakan budaya belajar sekaligus
 
 penerapan Knowledge Management di perusahaan yang meraih penghargaan MostAdmired Knowledge Enterprise (MAKE) sebanyak 3 kali berturut-turut pada 2005-2008.###
BAGIAN PERTAMAMengapa Organisasi Perlu Menciptakan Budaya Belajar 
Alvin Toffler dalam salah tulisannya menyebutkan, “The illiterate of the 21st century willnot be those who cannot read and write, but those who cannot
learn, unlearn, and relearn.”
Ya, buta huruf di zaman modern bukanlah karena tidak bisa baca tulis, melainkan karenatidak dapat belajar 
(learn)
, membuang apa yang sudah pernah dipelajari
(unlearn)
danmempelajari kembali sesuatu karena mungkin sudah terlupakan atau diabaikan
(relearn).
Karena itu semangat belajar dan terlebih lagi budaya belajar, sangat penting dimiliki olehindividu-individu dalam sebuah organisasi sehingga menjadi
organisasi pembelajar(Learning Organization).
Hal ini hanya bisa terjadi ketika individu dalam organiasimenjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. Merekamenjadi orang-orang yang belajar bukan karena diperintahkan atau diatur oleh organisasi,melainkan belajar karena kebutuhan dan tanggung jawab pribadi untuk mengembangkandiri.
Mengapa Organisasi Perlu Belajar?
Setidaknya ada empat alasan penting mengapa organisasi perlu terus belajar meskipun bisa jadi saat ini telah menjadi organisasi yang relatif lebih baik dibandingkan organisasisejenis.1. Kompetisi Yang Semakin KetatJika kita perhatikan saat ini, kompetisi yang ada semakin ketat. Sebuah perusahaan atauorganisasi tidak bisa menganggap sebelah mata kompetitornya karena kelengahan sedikitdapat membuat ketertinggalan. Agar bisa memenangkan kompetisi atau setidaknya tidak tertinggal dari kompetisi, diperlukan proses belajar yang terus menerus.
2. Sinergi Antar Anggota Tim
Hampir tidak ada pekerjaan yang sama sekali tidak membutuhkan orang lain. Terlebihdalam organisasi yang baik, maka kekuatan utamanya terletak pada bagaimanamenciptakan sinergi diantara anggota tim yang ada. Masing-masing orang belajar danmembawa hasil belajarnya untuk saling menyokong dan memperkokoh tim.
3. Perubahan Yang Sangat Cepat
 
Perubahan di dunia bisnis secara umum terjadi sangat cepat. Sesuatu bisa menjadi trenuntuk kemudian secara tiba-tiba tergantikan dengan tren lainnya. Sebuah penemuan demi penemuan terus menerus terjadi dan saling menguatkan serta menggantikan satu samalain. Untuk menghadapi perubahan tentu saja diperlukan kemampuan belajar dari situasiyang ada sehingga dapat menghadapi segala perubahan dengan percaya diri.
4. Mengantisipasi Masa Depan Yang Penuh Ketidakpastian
Siapa yang menyangka akhirnya ekonomi raksasa seperti Amerika Serikat dapat runtuhgara-gara kredit perumahan (sub-prime mortgage)? Siapa yang mampu menebak arah bisnis dan perekonomian 10 tahun mendatang. Ya, manusia harus sadar bahwa hari esok  penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Organisasi yang belajar, meskipun tetapmenghadapi ketidakpastian, namun lebih siap dan terbuka menghadapi apapun yangterjadi ke depannya.
Apakah Learning Organization itu?
Peter Senge dalam karyanya yang terkenal memberi definisi Learning Organizationsebagai “…organizations where people continually
expand their capacity
to create theresults they truly desire, where new and expansive patterns of 
thinking are nurtured
,where
collective aspiration
is set free, and where people are
continually learning
to seethe whole together.”Ada beberapa kata kunci di sana yakni:
Senantiasa meningkatkan kemampuan dan kapasitas
Pemikiran baru dan luas diberi kesempatan tumbuh
Aspirasi bersama diberi kebebasan berkembang
Orang-orang yang terus menerus belajar Dari sudut pandang yang lain,
Mike Pedler, John Burgoyne, Tom Boydel
(1997)dalam karya mereka
The Learning Company
menyebutkan Learning Organization adalah:“…an organization that
facilitates
the learning of all its members and
continuouslytransforms
itself.”Peran organisasi adalah memberikan fasilitasi atau dukungan kepada seluruh anggotanyaterkait proses pembelajaran sehingga orang-orang di dalam organisasi tersebut maupunorganisasi itu sendiri dapat terus bertransformasi ke arah yang lebih baik secara kontinyu,terus menerus.
Komponen Learning Organization
Lantas, bagaimanakah membentuk sebuah organisasi pembelajar itu? Apa saja ciri-cirinya atau persyaratan apa yang harus dipenuhi?

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->