Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
muamalah

muamalah

Ratings: (0)|Views: 661|Likes:

More info:

Published by: Aan Safwandi EmoTicore on Dec 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2011

pdf

text

original

 
Rabu, 26 November 2008
Oleh: Kurdi Muhammad
I. PENDAHULUANIslam adalah agama yang sempurna (komprehensif) yang mengatur se-luruh aspek kehidupan manusia, baik aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Salah satu ajaranyang sangat penting adalah bidang muamalah/ iqtishadiyah (Ekonomi Islam). Kitab-kitabIslam tentang muamalah (ekonomi Islam) sangat banyak dan berlimpah, Jumlahnya lebihdari seribuan judul buku. Para ulama ti-dak pernah mengabaikan kajian muamalah dalamkitab-kitab fikih mereka dan dalam halaqah (pengajian-pengajian) keislaman mereka.Seluruh Kitab Fiqh mem-bahas fiqh ekonomi. Bahkan cukup banyak para ulama yangsecara khusus mem-bahas ekonomi Islam, seperti kitab Al-Amwal oleh Abu Ubaid, KitabAl-Kharaj karangan Abu Yusuf, Al-Iktisab fi Rizqi al-Mustathab oleh Hasan Asy-Syaibani, Al-Hisbah oleh Ibnu Taymiyah, dan banyak lagi yang tersebar di buku-bukuIbnu Khaldun, Al-Maqrizi, Al-Ghazali, dan sebagainya . Namun dalam waktu yang panjang, materi muamalah (ekonomi Islam) cenderung diabaikan kaum muslimin, padahal ajaran muamalah bagian penting dari ajaran Islam.Ajaran muamalah adalah bagian paling penting (dharuriyat) dalam ajaran Islam. Dalamkitab Al-Mu’amalah fil Islam, Dr. Abdul Sattar Fathullah Sa’id me-ngatakan :Di antara unsur dharurat (masalah paling penting) dalam masyarakat manusia adalah“Muamalah”, yang mengatur hubungan antara individu dan masyarakat dalam kegaiatanekonomi. Karena itu syariah ilahiyah datang untuk mengatur muamalah di antara manusiadalam rangka mewujudkan tujuan syariah dan menjelaskan hukumnya kepada mereka.II. PENGERTIAN MUAMALAHPengertian muamalah pada mulanya memiliki cakupan yang luas, seba-gaimanadirumuskan oleh Muhammad Yusuf Musa , yaitu Peraturan-peraturan Allah yang harusdiikuti dan dita’ati dalam hidup bermasyarakat untuk menjaga kepentingan manusia”. Namun belakangan ini pengertian muamalah lebih banyak dipahami sebagai aturan-aturan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam memperoleh danmengembangkan harta benda atau lebih tepatnya dapa dikaakan sebagai aturan Islamtentang kegiatan ekonomi yang dilakukan manusia.III. HUKUM MUAMALAHHusein Shahhathah (Al-Ustaz Universitas Al-Azhar Cairo) dalam buku Al-Iltizam biDhawabith asy-Syar’iyah fil Muamalat Maliyah (2002) mengatakan, “Fiqh muamalahekonomi, menduduki posisi yang sangat penting dalam Islam. Tidak ada manusia yangtidak terlibat dalam aktivitas muamalah, karena itu hukum mempelajarinya wajib ‘ain(fardhu) bagi setiap muslim. Husein Shahhatah, selanjutnya menulis, “Dalam bidangmuamalah maliyah ini, seorang muslim ber-kewajiban memahami bagaimana ia bermuamalah sebagai kepatuhan kepada syari’ah Allah. Jika ia tidak memahami
 
muamalah maliyah ini, maka ia akan ter-perosok kepada sesuatu yang diharamkan atausyubhat, tanpa ia sadari. Seorang Muslim yang bertaqwa dan takut kepada Allah swt,Harus berupaya keras men-jadikan muamalahnya sebagai amal shaleh dan ikhlas untuk Allah semata” Mema-hami/mengetahui hukum muamalah maliyah wajib bagi setiapmuslim, namun un-tuk menjadi expert (ahli) dalam bidang ini hukumnya fardhu kifayah.Oleh karena itu, Khalifah Umar bin Khattab berkeliling pasar dan berkata :“Tidak boleh berjual-beli di pasar kita, kecuali orang yang benar-benar telah me-ngertifiqh (muamalah) dalam agama Islam” (H.R.Tarmizi). Berdasarkan ucapan Umar di atas,maka dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa umat Islam Tidak boleh beraktifitas bisnis,Tidak boleh berdagang, Tidak boleh beraktivitas per-bankan, Tidak boleh beraktifitasasuransi, Tidak boleh beraktifitas pasar modal, Tidak boleh beraktifitas koperasi, Tidak  boleh beraktifitas pegadaian, Tidak boleh beraktifitas reksadana, Tidak boleh beraktifitas bisnis MLM, Tidak boleh beraktifitas jual-beli, Tidak boleh bergiatan ekonomi apapun,kecuali faham fiqh muamalah.Sehubungan dengan itulah Dr.Abdul Sattar menyimpulkan Muamalat adalah inti terdalamdari tujuan agama Islam untuk mewujudkan kemaslahatan manusia.Dalam konteks ini Allah berfirman :‘Dan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata,
 ν
kepada penduduk Madyan, Kami utus “HaiKaumku sembahlah Allah, sekali-kali Tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan Janganlahkamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaanyang baik. Sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan(kiamat)”.Dan Syu’aib berkata,”Hai kaumku sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil.Janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamumembuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. (Hud : 84,85)Dua ayat di atas mengisahkan perdebatan kaum Nabi Syu’aib dengan umatnya yangmengingkari agama yang dibawanya. Nabi Syu’aib mengajarkan I’tiqad dan iqtishad(aqidah dan ekonomi). Nabi Syu’aib mengingatkan mereka tentang kekacauan transaksimuamalah (ekonomi) yang mereka lakukan selama ini. Al-Quran lebih lanjutmengisahkan ungkapan umatnya yang merasa keberatan diatur transaksi ekonominya,Mereka berkata, “Hai Syu’aib, apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kamumeninggalkan apa yang disembah oleh nenek moyangmu atau melarang kamimemperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalahorang-orang yang penyantun lagi cerdas”.Ayat ini berisi dua peringatan penting, yaitu aqidah dan muamalah. Ayat ini jugamenjelaskan bahwa pencarian dan pengelolaan rezeki (harta) tidak boleh sekehendak hati, melainkan mesti sesuai dengan kehendak dan tuntunan Allah, yang disebut dengansyari’ah.Aturan Allah tentang ekonomi disebut dengan ekonomi syariah. Umat manusia tidak  boleh sekehendak hati mengelola hartanya, tanpa aturan syari’ah. Syariah misalnyasecara tegas mengharamkan bunga bank. Semua ulama dunia yang ahli ekonomi Islam(para professor dan Doktor) telah ijma’ mengharamkan bunga bank. (Baca tulisan
 
Prof.Yusuf Qardhawi, Prof Umar Chapra, Prof.Ali Ash-Sjabuni, Prof Muhammad AkramKhan). Tidak ada perbedaan pendapat pakar ekonomi Islam tentang bunga bank. Untuk itulah lahir bank-bank Islam dan lembaga-lembaga keuangan Islam lainnya.IV. RUANG LINGKUPAdapun ruang lingkup muamalah yakni; Harta, Hak Milik, Fungsi Uang, Buyu’ (tentang jual beli), Ar-Rahn (tentang pegadaian), Hiwalah (pengalihan hutang), Ash-Shulhu(perdamaian bisnis), Adh-Dhaman (jaminan, asuransi), Syirkah (tentang perkongsian),Wakalah (tentang per-wakilan), Wadi’ah (tentang penitipan), ‘Ariyah (tentang peminjaman), Mudharabah (syirkah modal dan tenaga), Musaqat (syirkah dalam pengairan kebun), Muzara’ah (kerjasama per-tanian), Kafalah (pen-jaminan), Taflis(jatuh bangkrut), Al-Hajru (batasan ber-tindak), Ji’alah (sayembara, pemberian fee),Qaradh (pejaman), transaksi valas, ’Urbun (panjar/DP), Ijarah (sewa-menyewa), Riba,konsep uang dan kebi-jakan moneter, Shukuk (surat utang atau obligasi), Faraidh(warisan), Luqthah (barang tercecer), Waqaf, Hibah, Washiat, Iqrar, Qismul fa’i walghanimah (pem-bagian fa’i dan ghanimah), Qism ash-Shadaqat (tentang pembagianzakat), Ibrak (pembebasan hutang), Muqasah (Discount), Kharaj, Jizyah,Dharibah,Ushur, Baitul Mal dan Jihbiz, Kebijakan fiskal Islam, Keadilan Distribusi,Perburuhan (hubungan buruh dan ma-jikan, upah buruh), monopoli, Pasar modal Islamidan Reksadana, Asuransi Islam, Bank Islam, Pegadaian, MLM, dan lain-lainV. PAYUNG HUKUM MUAMALAH SYARIAHMahkamah Agung Sudah membentuk Pokja Penyusunan Kompilasi Hukum MuamalahSyari’ah Agar segera bisa mengisi kekosongan hukum, payung hukum kompilasi itukemungkinan berbentuk PERMA. Kompilasi Hukum Mu-amalah Syari’ah diproyeksikanmenjadi hukum material dan formal untuk me-nangani perkara-perkara di bidangekonomi syari’ah. MA terus melakukan lang-kah-langkah menuju penyusunan regulasiekonomi syari’ah. Mahkamah Agung sudah membentuk sebuah kelompok kerja (Pokja).Pokja inilah yang diberi tugas menyusun Kompilasi Hukum Muamalah Syari’ah (KHMS)Meski permasalahan ekonomi syari’ah cukup kompleks, namun waktu yang diberikankepada Pokja untuk menyusun KHMS hanya setahun. Menurut Rifyal, MA berkeinginansegera menyusun aturan KHMS, paling tidak agar bisa mengisi kekosongan hukum perkara-perkara muamalah syariah sejak berlakunya UU No. 3 Tahun 2006. Adanyaaturan yang tegas diharapkan bisa mengatasi per-soalan yurisdiksi, pengadilan mana yang berwenang menangani sengketa per-bankan syari’ah.Berbasis Fikih Klasik KHMS, tetap akan didasarkan pada fiqh muamalah tetapi diadaptasikan dengan perkembangan hukum ekonomi modern. Fiqh muamalah klasik yang ada tidak sepenuhnya relevan lagi diterapkan, karena bentuk dan pola transaksi yang berkembangdi era modern ini demikian cepat. Sosio-ekonomi dan bisnis masyarakat sudah jauh berubah dibanding kondisi di masa lampau. Oleh karena itu, dalam konteks ini diterapkandua kaedah :Pertama, Al-muhafazah bil qadim ash-sholih wal akhz bil jadid aslah, yaitu, memeliharawarisan intelektual klasik yang masih relevan dan membiarkan terus praktek yang telahada di zaman modern, selama tidak ada petunjuk yang mengharamkannya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->