Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENelitian medhis Phiet

PENelitian medhis Phiet

Ratings: (0)|Views: 839|Likes:
Published by ngapngap

More info:

Published by: ngapngap on Dec 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2010

pdf

text

original

 
KATA PENGANTAR 
Puji syukur dipanjatkan kepada Allah S.W.T atas rahmat dan hidayah- Nya penelitian ini dapat diselesaikan untuk memenuhi tugas mata kuliahMetodelogi dan Historiografi.Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam penulisan penelitian ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya kesulitan yangtimbul dapat teratasi. Untuk itu atas segala bantuannya, disampaikan terima kasihkepada:1.Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas MaretSurakarta.2.Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP UniversitasSebelas Maret Surakarta.3.Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan IlmuPengetahuan Sosial FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta.4.Semua pihak yang telah membantu dalam penlisan skripsi ini.Semoga amal kebaikan semua pihak tersebut mendapatkan imbalan dariAllah S.W.T.Walaupun disadari dalam penulisan penelitian ini masih ada kekurangan,namun diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan juga dunia pendidikan.Surakarta, 6 Januari 2010(Penulis)( Fitriana Heni Hapsari )
 
DAFTAR ISI
JUDULKATA PENGANTAR BAB I. PENGANTAR A.Latar Belakang MasalahB.Pembatasan MasalahC.Rumusan MasalahD.Tujuan Dan Manfaat Penelitian1.Tujuan Penelitian2.Manfaat PenelitianE.Kajian Sumber F.Metode PenelitianG.Kerangka TeoriH.Sistematika Penulisan
 
PENGANTAR 
A.Latar Belakang Masalah.
Dari masa ke masa pers Indonesia senantiasa mendapatkan intervensiataupun ganjalan dari pemerintah. Sejak munculnya pers pada jaman HindiaBelanda, pemerintah telah membatasi gerak pers dengan menerapkan
 Presbreidel Ordonnantie
yang digunakan untuk mencabut ijin penerbitan kepada media cetak yang dianggap membahayakan pemerintah Hindia-Belanda. Tindakan-tindakiantersebut sering diambil dikarenakan sering terjadi tabrakan kepentingan antara pihak pemerintah dan kalangan pers, tak terkecuali pada masa Orde Baru, yaknimasa kepemimpinan Presiden Soeharto.Pada pemerintahan awal orde baru pers Indonesia mendapatkankebebasan dalam melaksanakan kegiatannya dalam bidang jurnalistik. Pers bolehmeliput apapun sejauh pers tidak menentang kekuasaan yang anti komunis. Darisitu munculah harapan akan kebebasan pers yang diakui. Hal tersebut jugaditekankan dengan dikeluarkannya TAP MPRS No. 32 tanggal 12 Desember 1966. Diantaranya adalah, pasal 4 yang mengatur bahwa pers nasional tidak dikenakan sensor dan pembredelan. Pasal 5 mengatur bahwa kebebasan perssesuai dengan hak asasi warga Negara dijamin. Pasal 8 ayat 2 menyatakan pendirian surat kabar tidak perlu SIT dari pemerintah ( Masduki : 20003)Tetapi, sejak awal 1970-an masalah mulai muncul. Lambat laun kebebasanmulai dikekang, terutama menjelang dilaksanakannya pemilu 1971.
 
Secara perlahan musuh politik presiden Soeharto mulai muncul, orang-orang yang tidak  puas terhadap pemerintahan baru berani berbicara lantang. Peristiwa-peristiwasemacam ini tidak luput dari liputan pers. Liputan yang dilakukan pers ikutmenyulut komponen lain untuk menentang pemerintah. Puncaknya yakni peristiwa Malari 1974 yang menentang penggunaan produk buatan Jepang. Sejak  peristiwa tersebut, pemerintah mulai melakukan kontrol terhadap pers. Karena pers mulai dianggap membahayakan stabilitas negara.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->