Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
22Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Isi Radiografi - Content of Radio Graphic

Isi Radiografi - Content of Radio Graphic

Ratings:
(0)
|Views: 2,222|Likes:
Published by Anonimous

More info:

Published by: Anonimous on Dec 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2014

pdf

text

original

 
Radiografi
| 42
Radiasi yang memiliki energi yang tinggi mempunyai daya penetrasi tinggisehingga dapat digunakan untuk radiografi plat baja sampai dengan ketebalan 250mm, dan disebut radiasi “keras”.Radiasi yang memiliki energi rendah daya tembusnya lemah dan disebutradiasi “lunak”. Pada pembangkitan sinar-X, energi sinar-X dapat diatur dandisesuaikan dengan tebal komponen yang sedang diperiksa. Pengaturan energisemacam ini tidak dapat dilakukan pada sinar Gamma. Pekerjaan yang menuntutkualitas tinggi, pada umumnya dilakukan dengan sinar-X. Pembangkitan sinar Gamma tidak diperlukan sumber tenaga listrik, karena pembangkitannya terjadisecara alami.
4.1.Teknik Penyinaran
Pemilihan teknik penyinaran didasarkan pada empat faktor untumemperoleh film hasil radiografi dengan kualitas yang baik, yaitu distorsiminimum, definisi yang tajam, kontras tinggi, dan densitas yang cukup. Faktor-faktor tersebut dapat dicapai dengan memilih secara benar jenis film,
intensifying  screen
, sumber radiasi dan energinya, jarak sumber ke film, geometri penyinarancara mengendalikan hamburan dan lain-lain.4.1.1.Las Circum FerentialBerdasarkan jumlah dinding yang dilalui radiasi dan jumlah dinding yangdiperiksa pada film untuk diinterpretasi, teknik penyinaran dibagi atas teknik SWSI (
 single wall single image),
teknik DWSI (
 Double
 
Wall Single Image
).4.1.1.1.Single Wall Single Image (SWSI)
 
Radiografi
| 43
Teknik 
Single Wall Single Image
merupakan cara penyinaran denganmelewatkan radiasi pada satu dinding las benda uji dan pada film tergambar satu bagian dinding las untuk diinterpretasi. Di dalam teknik ini terdapat tiga alternatif yaitu sumber diletakan di dalam benda uji (
internal source technique
), sumber diletakan di luar benda uji (
internal film technique
) dan sumber diletakan disumbu benda uji untuk mendapatkan hasil radiografi sekeliling benda uji dengansekali tembak (
 panoramic technique
).
4.1.1.2.
Double Wall Single Image (DWSI)Pada benda uji yang tidak dapat diradiografi dengan teknik 
 single wall  single image
maka dapat digunakan teknik 
double
 
wall 
 
 single
 
image
. Teknik inidapat dilakukan dengan teknik kontak, yaitu sumber diletakan di dekat permukaan benda uji (menempel) dan film diletakan pada sisi lainnya. Teknik ini dapatdilakukan apabila diameter benda uji sama atau lebih besar dari SFD minimal.4.1.1.3.Double Wall Double ImageUntuk material dan las yang diameter luarnya kurang dari 3,5 inchi. Teknik ini merupakan teknik penyinaran dengan cara meletakkan sumber radiasisedemikian rupa sehingga radiasi menembus kedua dinding benda uji dan padafilm tergambar kedua dinding las tersebut. Terdapat dua metode penyinaran padateknik penyinaran DWDI, yaitu metode
elips
dan metode
 superimpose
.Penyinaran dengan metode
elips
dilakukan dengan menggeser sumber radiasi dari bidang normalnya pada jarak P yang ditentukan dengan persamaan,
P = 15SFD+2L
 
Radiografi
| 42
dimana L adalah lebar lasan dan SFD adalah SFD normal.Waktu penyinaran metode
elips
dapat ditentukan dengan persamaan,
t=SFDellipsSFDgrafik2EmA
Sedangkan SFD
 Elips
ditentukan dengan rumus phitagoras berikut.
SFDellips=SFD2+P2
4.1.1.Las T jointPada sambungan T arah radiasi memiliki pengaruh yang berarti pada hasil pengujian radiografi, karena itu perlu menentukan standar arah radiasi. Penentuansudutnya tergantung dari jenis lasan T, misalnya sambungan T dengan pengelasan100% penetrasi pojok 
2
. Penyinaran dapat dilakukan dengan membentuk sudut 15
o
dan bahkan dapat lebih kecil dari 15
o
sepanjang
 standing leg 
tidak bertumpuk (
 superimposed 
) dengan pojoknya
 
(Sumber Radiasi dan Peralatan Radiografi,2003). Apabila sudut terlalu besar maka radiasi akan menembus bagian bawah
 standing leg 
yang berakibat salah interpretasi pada gambar yang dihasilkan seolahada cacat
incomplete corner penetration
. Penyinaran dapat juga dilakukan dengansudut 30
o
dan 45
o
tergantung pada bentuk alurnya.
4.1.2.
Las
 Nozel 
Pada pengujian radiografi las
nozel 
sumber radiasi diletakkan sedemikiansehingga sumbu berkas membentuk sudut kira-kira 7
o
dengan dinding
vertical nozel 
.

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
Suseprianus Patumba added this note
penambah pengetahuan... Thanks...
Fiska Safitri liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
suariyani liked this
Felix Emanuel liked this
Rian Komara liked this
indah_in liked this
Agung Kurniawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->