Kajian Pemasaran produk Pangan Olahan
2
KATA PENGANTAR
Ketahanan pangan merupakan sasaran pembangunan pangan, yangdicirikan oleh meningkatnya ketersediaan pangan dan meningkatnya diversifikasipangan. Kebijaksanaan peningkatan produksi, peningkatan daya belimasyarakat, pemasaran dan distribusi, serta kebijaksanaan harga produkpangan merupakan upaya yang harus dilakukan. Salah satu bentuk produkpangan adalah pangan olahan. Produk pangan olahan mempunyai prospekpotensial untuk dikembangkan, hal ini tercermin dari tingkat permintaan yangrelatif lebih besar dibandingkan tingkat penawarannya. Namun upayapengembangan produk pangan olahan pada saat ini masih mempunyai kendalakhususnya dari aspek pemasarannya, yaitu nilai marjin pemasaran yang relatifmasih tergolong besar sehingga tidak didapatkan efisiensi pemasaran optimal.Untuk itulah kajian tentang pemasaran produk pangan olahan di Jawa Tengah inidilakukan. Kajian yang berupa penelitian ini merupakan kerjasama antara BadanBimbingan Masal dan Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Tengah denganProgram Studi Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro.Produk pangan olahan yang digunakan sebagai obyek kajian, dalamkesempatan ini di batasi pada produk-produk : kerupuk petis, ceriping kentang,ceriping singkong, ceriping pisang, kerupuk beras, emping jagung, kerupuktengiri, dan kerupuk paru. Sedangkan penentuan lokasi kajian di dasarkan padawilayah kabupaten yang ditentukan secara purposif.Dari hasil kajian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi(acuan) dan sumbangan pemikiran bagi semua pihak yang peduli terhadapmasalah pangan (baik pihak pemerintah, swasta, maupun pelaku ekonomi yangterkait), khususnya dalam rangka pembangunan pangan di Jawa Tengah.Tim Penyusun,