Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Telaah Pergaulan Berbasis Liberal Masyarakat Urban Di Yogyakarta

Telaah Pergaulan Berbasis Liberal Masyarakat Urban Di Yogyakarta

Ratings: (0)|Views: 1,608|Likes:

More info:

Published by: Belina A. Riza Harahap on Dec 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/27/2013

pdf

text

original

 
BAB 1PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Bersumber pada keresahan golongan orang tua tentang perkembangansosial budaya anak cucu mereka tentang pergaulan era globalisasi sekarang initernyata menjadikan berbagai macam kritisasi dalam peranan internal dan eksternalterhadapa terciptanya kebudayaan liberal di masyarakat Yogyakarta.Lebih mengacu pada peran teknologi dan kependudukan, menjadikanYogyakarta sebagai salah satu kota dengan masyarakat majemuk tertinggi diIndonesia. Potensi potensi pariwisata, fasilitas kehidupan meliputi fasilitaspendidikan yang sangat memadai, kesehatan, transportasi dan hiburan memberikanimpuls tersendiri terhadap masyarakat luar Yogyakarta untuk merasakan kehidupandi Yogyakarta yang dinamis.Dengan jumlah migran masuk sebanyak 196.586 jiwa serta migran keluar sebanyak 19.530 jiwa pada tahun 2000
1
dan diperkirakan jumlah ini semakinmeningkat setiap tahunnya karena komoditi pendidikan pada daerah daerahperkotaan dan pariwisata yang besar. Seiring dengan pertambahan pendudukimigran maka akan semakin banyak adaptasi kebudayaan kedua belah pihak yangterjadi. Di sinilah letak permasalahan mengenai kultur adaptasi masyarakatperkotaan yang ingin saya ketahui. Bagaimana adaptasi pergaulan masyarakat diYogyakarta ternyata bercermin pada pergaulan masyarakat perkotaan lainnya.
1.2Rumusan Masalah
a.Bagaimana keadaan masyarakat kota di Yogyakarta sebelum dan sesudahadanya akulturasi kebudayaan ?b.Bagaimana relevansi teori kebudayaan menyikapi perubahan kebudayaanyang terjadi di Yogyakarta ?c.Bagaimana relevansi teori perkotaan menyikapi perubahan kebudayaan yangterjadi di Yogyakarta ?
1
Data BPS Urbanisai dan Migrasi tahun 2000, hal. 99
1
 
d.Persoalan apa yang timbul setelah adanya perubahan budaya tradisional keliberal ?e.Apa saja bentuk – bentuk adaptasi pergaulan liberal pada khususnya remajahingga dewasa (17 – 25 tahun) di masyarakat kota di Yogyakarta ?f.Sejauh mana institusi sosial meredam adaptasi kultur yang mengarah padaporos negatif ?
1.3Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun guna memberikan gambaran serta pemahama riil danteoritis mengenai permasalahan
culture lag, culture shock 
hingga
culture adaptation
yang terjadi dalam permasalahan kebudayaan masyarakat kota dari esensiketerikatan norma dan nilai serta perkembangan norma dan nilai yang ada dalammasyarakat kota di Yogyakarta.Selanjutnya bagaimana teori – teori sosiologi kebudayaan, perkotaan hinggamodernisasi menjadikan relevansi terhadap proses perubahan kebudayaan dansosial di masyarakat perkotaan.Disamping itu dengan sudah terjadinya proses – proses perubahan sosialkebudayaan ini tentunya kita dapat menarik kebijaksanaan dalam kehidupan sosialterutama bagaimana menyikapi interaksi pergaulan masyarakat kota bagi golonganremaja hingga dewasa (17 – 25 tahun) di Yogyakarta.
2
 
BAB 2TINJAUAN PUSTAKA
Perspektif struktural memusatkan perhatian pada proses sosialisasi, yaituproses di mana perilaku kita dibentuk oleh peran yang beraneka ragam dan selaluberubah, yang dirancang oleh masyarakat kita. Perspektif interaksionis memusatkanperhatiannya pada proses interaksi yang mempengaruhi perilaku sosial kita.Perbedaan utama di antara kedua perspektif adalah pada pihak mana yangberpengaruh paling besar terhadap pembentukan perilaku. Kaum strukturaliscenderung meletakan struktur sosial (makro) sebagai determinan perilaku sosialindividu, sedangkan kaum interaksionis lebih memandang individu (mikro)merupakan agen yang aktif dalam membentuk perilakunya sendiri.Riesman menunjukkan salah satu tipe pokok dari tingkahlaku kepribadian yaitukepribadian yang berorientasi ke luar yaitu orang – oran lain (
other - directed 
) sesuaidengan lingkungannya. Tipe ini menjelaskan bagaimana manusia mengikuti massa,bagaimana ia mengoper norma tingkah laku dari sesamanya yang sewaktu. Disitu
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->