Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
18Activity
P. 1
ASFIKSIA

ASFIKSIA

Ratings: (0)|Views: 1,000 |Likes:
Published by darmanrasyid

More info:

Published by: darmanrasyid on Dec 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2013

pdf

text

original

 
1
ASFIKSIA
 Kematian akibat asfiksia disebabkan oleh kegagalan sel-sel untuk memperolehatau memanfaatkan oksigen. Kekurangan oksigen dapat parsial (hipoksia) atau total(anoksia). Tanda-tanda klasik dari asfiksia adalah kongesti visera (organ-organ),
 petechiae
, sianosis dan pengenceran darah. Tanda-tanda ini bagaimana pun tidak spesifik,dan dapat terjadi pada kematian karena penyebab lain. Kongesti visera terjadi akibatobstruksi
venous return
dan kongesti kapilovenous. Hal yang terakhir disebabkan olehkerentanan pembuluh darah ini terhadap hipoksia, sehingga menyebabkan dilatasipembuluh darah dan stasisnya darah.
Petechiae
adalah perdarahan pin point yang disebabkan oleh rupturnya pembuluhdarah kecil, terutama venule-venule kecil. Etiologi ruptur nampaknya mekanikal dandisebabkan oleh distensi berlebihan dan ruptur yang tiba-tiba dari pembuluh darahsebagai akibat peningkatan tiba-tiba tekanan intravaskular.
1,2
Hal ini biasanya terlihatpada pleura viseral dan epikardium. Pada kematian asfiksia akibat strangulasi,
 petechiae
 secara klasik dapat ditemukan pada konjungtiva dan sklera.
Petechiae
, suatu markernonspesifik,
1,2
dapat ditemukan pada konjungtiva dan sklera dan berhubungan denganberbagai kondisi yang berbeda, tidak semuanya fatal, dan tidak hanya pada kematianasiksia saja. Mereka ditemukan secara rutin pada
reflected scalp
pada semua tipekematian dan tidak memiliki diagnosis yang signifikan pada daerah tersebut.
Petechiae
 pada epiglotis juga tidak signifikan. Gordon dan Mansfield melaporkan terjadinya
 petechiae
epikardial setelah kematian.
2
 
Petechiae
dapat terjadi setelah kematian pada daerah tubuh tertentu seperti padalengan yang tergantung pada sisi tempat tidur. Disini, gravitasi menyebabkanpeningkatan kongesti dan tekanan intravaskular dan menyebabkan ruptur mekanik padapembuluh darah kecil. Jika
 petechiae
bertambah lebar atau meluas, mereka disebutsebagai ekimosis.Sianosis, tentu saja, non spesifik dan disebabkan oleh peningkatan jumlahhemoglobin tereduksi. Sianosis tidak akan terlihat sampai setidaknya terdapat 5 g
 
2hemoglobin tereduksi. Pengenceran darah post mortem bukanlah karakteristik asfiksiaatau penyebab lain kematian, tapi lebih sebagai akibat dari tingginya fibrinolisis yangterjadi pada kematian yang cepat, kemungkinan oleh karena tingginya level agonal darikatekolamin.
3
 Kematian asfiksia dapat dibedakan secara umum menjadi tiga kategori:1.
 
Mati lemas2.
 
Strangulasi3.
 
Asfiksia kimiaKematian-keamtian ini dapat karena kecelakaan, bunuh diri atau pembunuhan.Dibandingkan pembunuhan dengan penyebab lain, pembunuhan dengan asfiksia relatif  jarang di Amerika Serikat. Mereka peredominan melibatkan strangulasi – pencekikan danpenjeratan. Dalam sepuluh tahun terakhir, pembunuhan dengan strangulasi mencapairata-rata 286 per tahun, dengan range 366 sampai 211. Nampaknya terjadi penurunanbertahap dalam angka kasus ini dari tahun ke tahun. Pembunuhan yang disebabkan oleh“asfiksiasi” (tidak ada deskripsi lebih lanjut tapi strangulasi tidak termasuk) terjadi kira-kira 107 tiap tahun, dimana angka ini cenderung konstan selama periode sepuluh tahun.
4
 
Mati Lemas
 Pada kematian akibat mati lemas, terjadi kegagalan oksigen mencapai darah. Terdapatenam bentuk umum mati lemas:1.
 
 Entrapment 
 / mati lemas karena lingkungan.2.
 
Pembekapan.3.
 
Tersedak.4.
 
Asfiksia mekanik 5.
 
Asfiksia mekanik yang dikombinasi dengan pembekapan.6.
 
Mati lemas karena gas.
 Entrapment
 / Mati Lemas karena Lingkungan
Pada mati lemas karena terperangkap atau faktor lingkungan, asfiksia disebabkan olehtidak adekuatnya oksigen di lingkungan. Kematian ini hampir sepenuhnya merupakankecelakaan. Pada kasus
entrapment 
, individu menemukan diri mereka terperangkap
 
3dalam ruangan tertutup dengan udara terbatas. Awalnya, terdapat oksigen yang cukupuntuk bernafas. Akan tetapi, seiring berlanjutnya pernafasan, oksigen akan habis danterjadi asfiksia. Contoh yang terbaik adalah seorang anak kecil yang terperangkap padakulkas yang sudah tidak terpakai. Untungnya, bentuk kematian spesifik akibat
entrapment 
ini jarang terjadi, sebagaimana kulkas modern tidak memiliki sistempenguncian dan dapat dibuka dari dalam. Bunuh diri dan pembunuhan dengan metode
entrapment 
sangat jarang, tetapi bisa saja terjadi.Pada mati lemas karena lingkungan, seseorang secara tidak sadar memasuki suatudaerah dimana terdapat defisiensi oksigen yang besar. Defisiensi ini bukan karenapenggantian oksigen dengan gas yang menyebabkan mati lemas, yang akan didiskusikanpada bagian lain, tetapi lebih kepada berkurangnya oksigen karena suatu mekanisme.Penulis melaporkan dua kematian yang disebabkan oleh kekurangan oksigen pada ruangbawah tanah.
5
Persentase normal volume oksigen di atmosfer adalah 20,946%. Padakasus ini, persentase volume oksigen menjadi 9,6%. Atmosfer yang mematikan inidisebabkan oleh organisme seperti fungus dan bentuk tumbuhan tingkat rendah yangterdapat pada dinding-dinding ruang bawah tanah dan sedimen pada lantai. Prosesmetabolisme dari fungi dan tanaman ini menyebabkan habisnya oksigen, danmenghasilkan karbondioksida. Jadi, karbondioksida yang normalnya 0,033% di udara,pada kasus ini, menjadi 7,0%. Peningkatan kuantitas karbondioksida itu sendiri,bagaimana pun, tidak cukup untuk menyebabkan kematian. Pada konsentrasi oksigen 10sampai 15%, terdapat gangguan penilaian dan koordinasi. Kehilangan kesadaran terjadipada konsentrasi 8 sampai 10%; kematian pada konsentrasi 8% atau kurang. Padakonsentrasi oksigen pada 4 sampai 6%, terjadi kehilangan kesadaran dalam 40 detik dankematian pada beberapa menit.
Pembekapan
 Asfiksia akibat pembekapan disebabkan oleh obstruksi mekanik atau oklusi darisaluran nafas eksternal seperti hidung dan mulut. Kematian seperti ini biasanya akibatpembunuhan atau bunuh diri, kecelakaan sangat jarang terjadi (gambar 8.1).Bentuk paling umum dari pembekapan bunuh diri adalah dengan meletakkankantong plastik pada kepala seseorang (gambar 8.1A). Jika plastik yang digunakan berat,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->