Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Batu Basurek

Batu Basurek

Ratings: (0)|Views: 2,953|Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Aug 06, 2008
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
BATU BASUREK (Batu Bersurat)
Batu Basurek 
atau batu bersurat merupakan bentuk peninggalan yangdituliskan pada sebongkah batu. Karena ditulis di atas batu, masyarakatMinangkabau menyebutnya dengan nama batu basurek. Disebut juga prasastikarena memuat tentang berbagai informasi masa lalu: adakalanya tentangkehidupan masyarakat, upacara-upacara, tokoh, hukum ketatanegaraan, silsilahkerajaan, tanda-tanda kemenangan, batas wilayah kerajaan, desa perdikan (tanahkerajaan). Sebagian besar batu basurek yang terdapat di Sumatera Barat adalah peninggalan Adityawarman, seorang tokoh besar di kerajaan Melayu, yang bertakhta selama 30 tahun (1347 -1377) di Pagaruyung.Adityawarman pernah berperan di Mojopahit dengan meninggalkan namanyadalam prasasti Manjusri dari Candi Jago (1265 Çaka atau 1334 M), kedudukannyadi Kerajaan Mojopahit sebagai Mantri Paradautama, setingkat Werdamentri,karena ia diakui sepupu Rajapatni atau Gayatri. Pengabdiannya di kerajaan inidibaktikannya dengan mendirikan candi Budha yang sangat bagus di bhumi Jawaagar memudahkan pemindahan arwah orang tua dan kerabatnya dari dunia kealam keabadian di Nirwana. Namanya terpatri kemudian di batu basurek (prasasti) Padang Roco 1208 Çaka(1347 ) ketika dinobatkan menjadi raja Melayu yang kemudian meluas sampai kePagaruyung meningalkan bukti-bukti tertulis di atas bongkahan batu. RupanyaAdityawarman telah dipersiapkan di Mojopahit dengan menempatkannya pada beberapa jabatan, seperti Werdamenteri dan sebagai duta ke Cina.Prasati-prasasti Adityawarman yang ditemukan di Sumatera Barat itu,sebagian besar (19 prasasti) berada di Kabupaten Tanah Datar dan 2 prasasti diKabupaten Sawah Lunto Sijunjung. Prasasti-prasasti itu cukup banyak untumengungkapkan peranannya sebagai raja terbesar di Asia Tenggara pada masanya.Dengan demikian dapat dianalisis kedudukan dan peranannya di tengahmasyarakat Minangkabau
.
Namun dari seluruh prasasti -prasasti itu tidak pernahmenyebut nama Minangkabau, maupun Pagaruyung,.
 
Keadaan prasasti banyak yang rusak serta sebagian sudah patah atau hilang.Beberapa hurufnya tidak terbaca, sehingga menyulitkan untuk membuattranskripsi yang lengkap dan akurat. Ada pula prasasti dengan variasi huruf yangsesuai dengan perkembangan.Adityawarman (1294 -1377), putra Melayu dari seorang ibu bernama DaraJingga, Asal usul ini dihubungkan dengan berita dalam Kitab Pararaton yangmengisahkan bahwa:"
 Aksara sapuluh dina teka kang andon saking malayu, olih putri roro, kang sawiji ginawe binihaji denira Raden Wijaya, aran Raden Dara Petak: kang atuha arab Dara Jingga alaki dewa apuputra ratu ing Malayu, aran Tuhan janaka, kasir-kasiwarmadewa, bhiseka Siraji Mantrolot. Tunggul Pamalayu lan Patumapel : Saka-rsi- sanga-samadhi: 1197 
 
Artinya:Sekitar sepuluh hari kedatangan rombongan yang bertugas ke Malayu,diperoleh dua orang putri, seorang bernama Dara Petak, ia diperisteri olehRaden Wijaya, putri tua bernama Dara Jingga bersuamikan dewa (manti)anaknya menjadi raja di Malayu. Diberi nama Tuhan Janaka, masih bersaudara dengan Sri Warmadewa; gelarnya Aji Mantolot. PeristiwaPamalayu dan Patumapel bersamaan tahun saka; pendeta-sambilan-samadi, 1197 (Machi Suhadi, 1990;230)Suami Dara Jingga adalah seorang pejabat tinggi di kraton Mojopahit yanggelarnya "dewa". Gelar dewa itu tidak ada di kraton-kraton Jawa, tentu ia jugaseorang Malayu. Dalam prasasti Adityawarman tahun 1347, di balik arcaAmoghapasa, disebut Dewa Tuhan Perpatih adalah mertua atau bahkan ayahnyasendiri, sedangkan ibunya seorang putri Dharmasraya.Adityawarman berkuasa di Bhumi Melayu (Sumatera) setelah masa kekuasaanSriwijaya.mulai surut (menurut Prasasti Amoghapasa di *Rambahan). Bapaknya bernama Adwayawarman (Prasasti *Kuburajo). Adityawarman mengatakan bahwa ia bukanlah keturunan langsung penerus takhta kerajaan, tetapi ia bertindaksebagai raja yang adil dan pandai karena mempunyai ilmu pengetahuan(Prasasti *Ombilin).
 
Setelah mengabdikan dirinya di istana Mojopahit, ia kembali ke kampunghalamannya, menaiki takhta kerajaan neneknya, Tribuana Muliawarmadewa,(Tiga Raja Yang Dimuliakan) yang terletak di tepi Batang Hari (1347). Kemudiania memindahkan kerajaannya ke pedalaman Sumatera Tengah.
 
Adityawarmanmemilih daerah Minangkabau itu, karena alasan strategi, berhubung dari sanadapat mengawasi jalan perdagangan ke Palembang, Jambi dan Riau. Juga karenadapat juga menguasai perdagangan emas. Ia menamakan dirinya RajaKanakamedinindra atau raja Pulau Emas (Prasasti *Kuburajo).Prasasti Adityawamarman telah banyak dibaca para ahli, seperti de Casparis,Machi Suhadi, sehingga makin jelas peranannya dalam sejarah perkembangan budaya dan politik di Asia Tenggara, ketika agama Budha mulai sirna dan sinar Islam mulai berkembang Bumi Melayu (Sumatra). Ancaman agama Islam itumenimbulkan pengaruh yang cukup besar bagi Adityawarman untuk memperkuatdan memperdalam agama Budha sekte yang dianutnya.Kebanyakan prasasti Adityawarman yang terdapat di Minangkabau memakaitulisan Sansekerta dan bahasa Melayu Kuno, meskipun ada juga tulisan JawaKuno, seperti prasasti Pagaruyung, Kubu Rajo, Ombilin, Rambatan danPariangan. Di samping terdapat juga batu basurek *di Rambahan,Sungai Langsat,dekat Siguntur, Kabupaten Sawah Lunto Sijunjung. Di *Lubuk Layang,Kecamatan Rao Mapattunggul terdapat pula batu basurek Raja MudaAdityawarman yang terlihat ketika terjadi kebakaran pada tahun 1965..

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Aksara Yawi Kuna liked this
Ari Amanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->