Log In | Sign Up | Help
Upload_transparent
Value This
Doc
Scribd
Average
     
Pages: 0 43
Words: 0 13640
Characters: 0 81678
Lines: 0 623
     
     
Letters per word: 0.0 5.99
Words per line: 0.0 21.89
Words per page: 0.0 317.21

Document Information

  • Add_to_favs_transparent
  • Flag

35 Reads | 0 Likes | 2 Comments | 1 Favorite

Added By
Description

No description. Ask the publisher to add a description

Photo_16x16 0 Pages


Date Added

08/06/2008

Category
Tags
Groups
Copyright

Traditional Copyright: All rights reserved

More info »

 

Comments

Login or Signup to Leave a Comment


Buya Masoed Abidin 10 months ago

Ada pesan ulama Minangkabau,
" siapa yang paling banyak memperhatikan dan menyelesaikan urusan orang banyak, senantiasa berpeluang banyak, untuk didukung oleh orang banyak."............ ...
Mau jadi pemimpin umat ataupun ulama beruratlah ke hati umat, jangan bergantung ke atas ke kaki kursi sang penguasa penguasa...!!!

Pemimpin dan ulama Minangkabau masa dulu, dan semestinya kini, juga masa datang itu, harus berurat ke hati umat, dan bergantung ke redha Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Mudah-mudahan dapat dirintiskan oleh generasi muda yang jumlahnya bertebaran di seantero Nusantara.

Wassalam,
BuyaHMA

Elfizon Anwar 10 months ago

Sekarang kemana para ulama yang berasal dari Ranah Minang???. Kemana para cendikiawan dari Urang Awak??? Kemana para politisi yang berasal dari Sumatera Barat??? Siapa gerangan tokoh Urang Awak yang patut dijual menjadi 'calon presiden atau wakil presiden'???. Ya prihatin sekali nasib Urang Awak kini kooooooo. Coba lihat, yang jadi ketua partai, apa ada Urang Awak???

Waktu ada pemilihan Anggota Komisi Pemilihan Umum atau lembaga komisi lainnya di negeri tercinta ini, saya berharap akan muncul tokoh Urang Awak, tapi nyatanya tak ada. Waktu itu, ada Urang Awak yang menjadi Rektor UIN, tapi beliau lebih memilih menjadi pengawal 'Urang Sumando'. Ada juga cendikiawan dan pengamat dari CSIS, tapi belum apa-apa namanya sudah tercoret dari sistem seleksi Anggota KPU. Ada tokoh yang memimpin organisasi keagamaan yang besar, Muhammadiyah, sayang belum sudah cukup tua dan tidak berminat jadi Anggota KPU, sekarang beliau ini lebih baik mengawal ibu mantan presiden dari pada lembaga lainnya. Inilah contoh krisis tokoh yang berasal dari Urang Awak di pentas nasional.

Di bidang bisnis begitu juga. Coba cari makanan khas Urang Awak yang dibuat dan dikelola oleh Urang Awak sendiri???. Demikian pula yang terjadi di kampung Sumatera Barat kita ini. Bagaimana nasib urang awak ke depan???