Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
23Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mekanisme koping(konsep diri)

Mekanisme koping(konsep diri)

Ratings: (0)|Views: 3,137|Likes:
Published by Rizka Rahmaharyanti

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Rizka Rahmaharyanti on Dec 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/01/2013

pdf

text

original

 
III. MEKANISME KOPING
 Dalam kehidupan sehari-hari, individu menghadapi pengalaman yang mengganggu
ekuilibirium
 kognitif dan afektifnya. Individu dapat mengalami perubahan hubungan dengan orang lain dalamharapannya terhadap diri sendiri cara negatif. Munculnya ketegangan dalam kehidupan mengakibatkan perilaku pemecahan masalah (
mekanisme koping 
) yang bertujuan meredakan ketegangan tersebut.Equilibrium merupakan proses keseimbangan yang terjadi akibat adanya proses adaptasi manusia terhadapkondisi yang akan menyebabkan sakit. Proses menjaga keseimbangan dalam tubuh manusia terjadi secaradinamis dimana manusia berusaha menghadapi segala tantangan dari luar sehingga keadaan seimbang dapattercapai.
Coping 
adalah mekanisme untuk mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima.Apabila mekanisme coping ini berhasil, seseorang akan dapat beradaptasi terhadap perubahan atau bebantersebut.Seorang ahli medis bernama ZJ Lipowski dalam penelitiannya memberikan definisi mekanismecoping:
all cognitive and motor activities which a sick person employs to preserve his bodily and psychicintegrity, to recover reversibly, impaired function and compensate to limit for any irreversible impairment 
.(Secara bebas bisa diterjemahkan: semua aktivitas kognitif dan motorik yang dilakukan oleh seseorang yangsakit untuk mempertahankan integritas tubuh dan psikisnya, memulihkan fungsi yang rusak, dan membatasiadanya kerusakan yang tidak bisa dipulihkan).Mekanisme koping adalah cara yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah,menyesuaikan diri dengan perubahan, serta respon terhadap situasi yang mengancam (Keliat, 1999).Sedangkan menurut Lazarus (1985), koping adalah perubahan kognitif dan perilaku secara konstan dalamupaya untuk mengatasi tuntutan internal dan atau eksternal khusus yang melelahkan atau melebihi sumber individu.Mekanisme coping terbentuk melalui proses belajar dan mengingat, yang dimulai sejak awaltimbulnya stressor dan saat mulai disadari dampak stressor tersebut. Kemampuan belajar ini tergantung padakondisi eksternal dan internal, sehingga yang berperan bukan hanya bagaimana lingkungan membentuk stressor tetapi juga kondisi temperamen individu, persepsi, serta kognisi terhadap stressor tersebut.Efektivitas
coping 
memiliki kedudukan sangat penting dalam ketahanan tubuh dan daya penolakantubuh terhadap gangguan maupun serangan penyakit (fisik maupun psikis). Jadi, ketika terdapat stressor yang lebih berat (dan bukan yang biasa diadaptasi), individu secara otomatis melakukan mekanisme coping,yang sekaligus memicu perubahan neurohormonal. Kondisi neurohormonal yang terbentuk akhirnyamenyebabkan individu mengembangkan dua hal baru: perubahan perilaku dan perubahan jaringan organ.Lipowski membagi
coping 
menjadi:
coping style
dan
coping strategy
.
Coping style
adalahmekanisme adaptasi individu yang meliputi aspek psikologis, kognitif, dan persepsi.
Coping strategy
 merupakan
coping 
yang dilakukan secara sadar dan terarah dalam mengatasi rasa sakit atau menghadapistressor. Apabila
coping 
dilakukan secara efektif, stressor tidak lagi menimbulkan tekanan secara psikis,
 
 penyakit, atau rasa sakit, melainkan berubah menjadi stimulan yang memacu prestasi serta kondisi fisik danmental yang baik.Mekanisme koping menunjuk pada baik mental maupun perilaku, untuk menguasai, mentoleransi,mengurangi, atau minimalisasikan suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan. Mekanisme kopingmerupakan suatu proses di mana individu berusaha untuk menanggani dan menguasai situasi stres yangmenekan akibat dari masalah yang sedang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya.Para ahli menggolongkan dua
 strategi coping 
yang biasanya digunakan oleh individu, yaitu:
 problem-solving focused coping 
, dimana individu secara aktif mencari penyelesaian dari masalah untuk menghilangkan kondisi atau situasi yang menimbulkan stres; dan
emotion-focused coping 
, dimana individumelibatkan usaha-usaha untuk mengatur emosinya dalam rangka menyesuaikan diri dengan dampak yangakan diitmbulkan oleh suatu kondisi atau situasi yang penuh tekanan. Hasil penelitian membuktikan bahwaindividu menggunakan kedua cara tersebut untuk mengatasi berbagai masalah yang menekan dalam berbagai ruang lingkup kehidupan sehari-hari (Lazarus & Folkman, 1984). Faktor yang menentukan strategimana yang paling banyak atau sering digunakan sangat tergantung pada kepribadian seseorang dansejauhmana tingkat stres dari suatu kondisi atau masalah yang dialaminya. Contoh: seseorang cenderungmenggunakan
 problem-solving focused coping 
dalam menghadapai masalah-masalah yang menurutnya bisadikontrol seperti masalah yang berhubungan dengan sekolah atau pekerjaan; sebaliknya ia akan cenderungmenggunakan strategi
emotion-focused coping 
ketika dihadapkan pada masalah-masalah yang menurutnyasulit dikontrol seperti masalah-masalah yang berhubungan dengan penyakit yang tergolong berat sepertikanker atau Aids.Hampir senada dengan penggolongan jenis coping seperti dikemukakan di atas, dalam literatur tentang coping juga dikenal dua strategi coping, yaitu
active
&
avoidant coping strategi
(Lazarusmengkategorikan menjadi
 Direct Action
&
 Palliative
).
 Active coping 
merupakan strategi yang dirancanguntuk mengubah cara pandang individu terhadap sumber stres, sementara
avoidant coping 
merupakanstrategi yang dilakukan individu untuk menjauhkan diri dari sumber stres dengan cara melakukan suatuaktivitas atau menarik diri dari suatu kegiatan atau situasi yang berpotensi menimbulkan stres. Apa yangdilakukan individu pada avoidant coping strategi sebenarnya merupakan suatu bentuk mekanisme pertahanan diri yang sebenarnya dapat menimbulkan dampak negatif bagi individu karena cepat atau lambat permasalahan yang ada haruslah diselesaikan oleh yang bersangkutan. Permasalahan akan semakin menjadilebih rumit jika mekanisme pertahanan diri tersebut justru menuntut kebutuhan energi dan menambahkepekaan terhadap ancaman.
Faktor yang Mempengaruhi Strategi Coping
 Cara individu menangani situasi yang mengandung tekanan ditentukan oleh sumber daya individu yangmeliputi kesehatan fisik/energi, keterampilan memecahkan masalah, keterampilan sosial dan dukungansosial dan materi.
 
1.
 
Kesehatan Fisik Kesehatan merupakan hal yang penting, karena selama dalam usaha mengatasi stres individu dituntut untuk mengerahkan tenaga yang cukup besar 2.
 
Keyakinan atau pandangan positif Keyakinan menjadi sumber daya psikologis yang sangat penting, seperti keyakinan akan nasib (
external locus of control 
) yang mengerahkan individu pada penilaian ketidakberdayaan (
helplessness
) yang akanmenurunkan kemampuan strategi coping tipe :
 problem-solving focused coping 
 3.
 
Keterampilan memecahkan masalahKeterampilan ini meliputi kemampuan untuk mencari informasi, menganalisa situasi, mengidentifikasimasalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif tindakan, kemudian mempertimbangkan alternatif tersebut sehubungan dengan hasil yang ingin dicapai, dan pada akhirnya melaksanakan rencana denganmelakukan suatu tindakan yang tepat.4.
 
Keterampilan sosialKeterampilan ini meliputi kemampuan untuk berkomunikasi dan bertingkah laku dengan cara-cara yangsesuai dengan nilai-nilai sosial yang berlaku dimasyarakat.5.
 
Dukungan sosialDukungan ini meliputi dukungan pemenuhan kebutuhan informasi dan emosional pada diri individu yangdiberikan oleh orang tua, anggota keluarga lain, saudara, teman, dan lingkungan masyarakat sekitarnya6.
 
MateriDukungan ini meliputi sumber daya daya berupa uang, barang barang atau layanan yang biasanya dapatdibeli.
Metode Koping
 Ada dua metode koping yang digunakan oleh individu dalam mengatasi masalah psikologis seperti yangdikemukakan oleh Bell (1977), dua metode tersebut antara lain:1.
 
Metode koping jangka panjang, cara ini adalah konstruktif dan merupakan cara yang efektif danrealistis dalam menangani masalah psikologis dalam kurun waktu yang lama, contonhya:1.
 
Berbicara dengan orang lain.2.
 
Mencoba mencari informasi yang lebih banyak tentang masalah yang sedang dihadapi.3.
 
Menghubungkan situasi atau masalah yang sedang dihadapi dengan kekuatan supranatural.4.
 
Melakukan latihan fisik untuk mengurangi ketegangan.5.
 
Membuat berbagai alternative tindakan untuk mengurangi situasi.6.
 
Mengambil pelajaran atau pengalaman masa lalu.7.
 
Metode koping jangka pendek, cara ini digunakan untuk mengurangi stress dan cukup efektif untuk waktu sementara, tetapi tidak efektf untuk digunakan dalam jangka panjang.Contohnya:1.
 
Menggunakan alkohol atau obat

Activity (23)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
ayukarina liked this
zahidah_zida liked this
Fitri Natar liked this
Rita Chasanah liked this
Nano Supriatna liked this
Dita Basiroen liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->