a. Jumlah tempat tidur minimal :
- Rumah sakit umum milik badan hukum sosial: 50 tt.
- Rumah sakit umum milik badan hukum lain: 100 tt.
- Rumah sakit Khusus: 25 tt.
b. Luas bangunan minimal 50 m2 setiap penyediaan 1 tempat tidur.
c. Luas tanah :
- bangunan tidak bertingkat = luas tanah minimal 1,5 kali luas bangunan.
- Bangunan bertingkat = luas tanah minimal 2 (dua) kali luas bangunanlantai dasar.
d. Tanah diluar dipergunakan untuk lapangan parkir, taman dan jalan.
e. Bangunan, ruang rumah sakit minimal terdiri dari :
- Ruangan rawat inap dengan jumlah tempat tidur sesuai ketentuan.
- Ruangan rawat jalan.
- Ruangan rawat darurat
- Kamar operasi
- Ruangan instalasi penunjang medik minimal mempunyai laboratorium,radiologi dan pelayanan obat.
- Ruangan penunjang sarana rumah sakit yaitu: gudang, dapur, tempatcuci, bengkel sederhana dan kamar jenazah.
- Ruangan administrasi, ruangan tenaga medis, ruangan paramedis danruang pertemuan staf.
f. Seluruh bangunan berpedoman pada standarisasi bangunan rumah sakitpemerintah yang disesuaikan dengan kelasnya.
g. Seluruh ruangan memenuhi persyaratan minimal untuk kebersihan, bebaspolusi, fentilasi, penerangan, tenaga, dan sistem pemadam kebakaranyang akurat.
h. Diwajibkan mempunyai sistem keselamatan kerja, kebakaran dankewaspadaan bencana.
i. Tersedianya fasilitas listrik dan penyediaan air minum setiap hari selama 24 jam yang memenuhi persyaratan kesehatan.
j. Tersedianya pengolahan air limbah dan pembuangan sampah sesuaidengan peraturan yang berlaku.
5. PERALATAN
a. Peralatan / kelengkapan medik dan penunjang medik disesuaikan dengankelas rumah sakit dan pelayanan yang diselenggarakan dan berpedomanpada standar pelayanan medik / penunjang medik yang berlaku.\
b. Pengadaan peralatan canggih harus berdasarkan analisa kebutuhan dankelas rumah sakit serta terlebih dahulu melakukan konsultasi denganDinas Kesehatan yang berwenang. Untuk alat canggih tertentu DinasKesehatan yang berwenang konsultasi dengan Direktur Jendral pelayananmedik.