Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
50Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DATA SISTEM INOVASI DAN DAYA SAING DAERAH ~ Workshop GIN - TAT

DATA SISTEM INOVASI DAN DAYA SAING DAERAH ~ Workshop GIN - TAT

Ratings:

5.0

(5)
|Views: 13,037|Likes:
Published by Tatang Taufik
Diskusi tentang bagaimana memulai penataan data dan indikator sistem inovasi, daya saing dan kohesi sosial daerah.
Diskusi tentang bagaimana memulai penataan data dan indikator sistem inovasi, daya saing dan kohesi sosial daerah.

More info:

Published by: Tatang Taufik on Aug 07, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/07/2013

pdf

text

original

 
 
PENYUSUNAN DATA DASAR SISTEM INOVASI, DAYA SAING, DANKOHESI SOSIAL DAERAH
*)
 
Tatang A. Taufik 
**)
 
1. PENDAHULUAN
Sebagai bagian dari proses pembelajaran kebijakan inovasi, maka pemahamantentang konteks sistem yang ditelaah, isu kebijakan, faktor-faktor penentu/pendorong, dankinerja sistem, serta dinamika proses perkembangan/perubahannya merupakan bagian yangsangat penting. Ini dilakukan melalui berbagai aktivitas seperti kajian, pemantauan, evaluasi,studi perbandingan dan
benchmarking,
pertukaran informasi (termasuk
good/best practices
),
 peer review,
dan lainnya.Namun, hal tersebut dapat dilakukan hanya jika data (dan informasi) pendukung yangrelevan, akurat, tepat waktu, dan berkelanjutan dalam jumlah dan kualitas yang memadaidapat tersedia dan terakseskan oleh pihak yang berkepentingan. Kebijakan yang “tepat”sangat ditentukan/berkaitan dengan “konteks” (baik
setting 
, isu, perkembangan, dan
timing 
)di mana kebijakan tersebut diterapkan dalam mencapai tujuan tertentu. Kriteria kebijakanyang baik berkaitan dengan konteks aktualnya (baik berdasarkan perkembangan masa lalu,kekinian, dan masa depan yang perlu diantisipasi, serta “respons” dari
stakeholders
). Olehkarena itu, advis kebijakan yang baik berpangkal dari kajian yang baik yang didukung olehdata faktual yang memadai.Sangat disadari bahwa ketersediaan data yang memadai berkaitan dengan sisteminovasi, daya saing dan kohesi sosial di Indonesia (pada tataran nasional maupun daerah)sangat tertinggal dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN, terlebih lagi jikadibandingkan dengan di negara-negara maju. Kesulitan awal dalam mempelajari bagaimanakajian, pemantauan, evaluasi, studi pebandingan dan
benchmarking,
pertukaran informasi,ataupun
 peer review,
dapat dilakukan dengan baik berpangkal antara lain dari keterbatasanketersediaan data relevan yang memadai (dalam jumlah dan kualitasnya).Sehubungan dengan itu, penulis memandang sangat penting langkah/upaya-upayayang perlu dilakukan oleh banyak pihak dalam menata basis data yang relevan dalamkonteks sistem inovasi, daya saing, dan kohesi sosial. Hal demikian perlu disadari dandilakukan oleh setiap daerah. Dalam kaitan ini, makalah ini mendiskusikan secara singkatdan menawarkan konsep sederhana tentang prakarsa penataan data dasar yang dinilaipenting untuk segera dilakukan oleh daerah berkaitan dengan pengembangan sisteminovasi, peningkatan daya saing dan kohesi sosial.
*)
Disampaikan dalam Seri Forum Diskusi “GERBANG INDAH NUSANTARA (Gerakan Membangun SistemInovasi dan Daya Saing Daerah di Seluruh Wilayah Nusantara)” bertema “Koordinasi Kebijakan Inovasi Nasional dan Daerah” di Jakarta, 13 – 14 Desember 2005.
**)
Dr. Tatang A. Taufik, bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
 
Penyusunan Data Dasar Sistem Inovasi, Daya Saing, dan Kohesi Sosial DaerahTatang A. Taufik
2
2. TINJAUAN LITERATUR2.1 Data Relevan Sistem Inovasi Daerah
Sistem inovasi pada dasarnya merupakan suatu kesatuan dari sehimpunan aktor,kelembagaan, hubungan interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi arahperkembangan dan kecepatan inovasi dan difusinya (termasuk teknologi dan praktekbaik/terbaik) serta proses pembelajaran (Taufik, 2005). Gambar 1 mengilustrasikan suatusistem inovasi.
Sistem Pendidikandan Litbang
Pendidikan danPelatihan ProfesiPendidikan Tinggidan LitbangLitbang Pemerintah
Sistem Industri
Perusahaan Besar 
UKM “Matang/Mapan”
PPBT
Intermediaries
Lembaga Riset
Brokers
Konsumen (permintaan akhir)Produsen (permintaan antara)
Permintaan
(Demand)
Framework Conditions
Kondisi Umum dan Lingkungan Kebijakan pada Tataran Internasional, Pemerintah Nasional, PemerintahProvinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota
PerbankanModal Ventura
Supra-dan Infrastruktur Khusus
HKI danInformasiDukungan Inovasidan BisnisStandar danNorma
Catatan : RPT = Riset dan Pengembangan Teknologi (Research and Technology Development)PPBT = Perusahaan Pemula (Baru) Berbasis Teknologi.
Alamiah :SDA
(Natural Endowment)
BudayaSikap dan nilaiKeterbukaan terhadappembelajaran danperubahanKecenderungan terhadapInovasi dan kewirausahaanMobilitasKebijakan EkonomiKebijakan ekonomi makroKebijakan moneter Kebijakan fiskalKebijakan pajakKebijakan perdaganganKebijakan persainganKebijakan Industri/SektoralKebijakan Keuangan
Sistem Politik
PemerintahPenadbiran
(Governance)
Kebijakan RPTKebijakan Promosi &InvestasiInfrastruktur Umum/Dasar 
 
Gambar 1. Skematik Generik Sistem Inovasi.
Seperti juga telah penulis diskusikan dalam tulisan tersebut, bahwa terdapat 5 (lima)tekanan perhatian yang umumnya diberikan pada bahasan tentang sistem inovasi dalamliteratur, yaitu:1. Basis sistem sebagai tumpuan bagi proses inovasi beserta difusi inovasi. Hal iniberkaitan misalnya dengan segi/aspek berikut (yang umumnya saling terkait satudengan lainnya):
 
Tingkat analisis: mikro, meso dan makro.
 
 
3
 
Segi/aspek teritorial dan/atau administratif: misalnya sistem inovasi pada tataransupranasional (beberapa negara), nasional, dan sub-nasional (atau daerah).
1
 
 
Aspek bidang atau sektor: sistem inovasi sektoral dan klasterisasi.
 
Basis aktivitas utama: misalnya sistem iptek (litbang) dan sistem produksi.2. Aktor dan/atau organisasi (lembaga) yang relevan dengan perkembangan inovasi (dandifusinya). Aktor tersebut dapat menjalankan suatu atau kombinasi peran berikut:
 
Pelaku yang terlibat relatif ”langsung”.
 
Pelaku yang terlibat relatif ”tak langsung”.
 
Penentu/pembuat kebijakan.
 
Pendukung dalam proses kebijakan inovasi.3. Kelembagaan, hubungan/keterkaitan dan interaksi antarpihak yang mempengaruhiinovasi dan difusinya. Tekanan diskusi biasanya diberikan pada isu-isu kelembagaan/institusional (dalam arti luas) seperti norma/nilai-nilai, kerangka dasar kebijakan,organisasi dan pengorganisasian dan/atau hubungan dalam rantai nilai (termasukmisalnya mekanisme transaksi) dalam sistem inovasi, baik yang bersifat bisnis maupunnon-bisnis. Kajian dalam hal ini dipandang semakin penting karena sangat berkaitandengan isu-isu kegagalan pasar dan sistemik yang sangat mempengaruhi keberhasilansistem inovasi.4. Fungsionalitas, yaitu menyangkut fungsi-fungsi utama sistem inovasi (dari elemen,interaksi dan proses inovasi dan difusi). Terkait dengan hal ini adalah isu prosespembelajaran yeng terjadi dalam sistem, yang kini semakin menonjol dalam diskusi-diskusi tentang sistem inovasi.5. Aktivitas, yaitu menyangkut upaya/proses atau tindakan penting dari proses inovasidan difusi. Penadbiran inovasi yang baik dipandang semakin penting untukmengembangkan aktivitas komprehensif namun lebih fokus, yang semakinterkoordinasi, dan dikembangkan bertahap sejalan dengan perkembangan dankonteksnya, serta diperbaiki secara terus-menerus.Untuk kebutuhan data/indikator, berbagai upaya umumnya mencermati sistem inovasididasarkan atas aktivitas dalam sistem inovasi sebagai suatu sistem produktif. Cara ini lebihmemberikan landasan bagi operasionalisasi konsep, klasifikasi/kategorisasi danpengukurannya. OECD misalnya melalui beberapa proyek dan dokumen panduannya (lihatmisalnya
Frascati Manual,
OECD, 1993
2
) mendefinisikan aktivitas inovatif sebagaiserangkaian aktivitas ilmiah (saintifik), teknologi, organisasional, finansial, dan komersialsebagai bagian dari proses inovasi dan/atau yang menghasilkan inovasi. Aktivitas inovatif tersebut pada dasarnya terdiri atas:
 
Kegiatan litbang;
1
Ada perbedaan istilah yang digunakan. Beberapa menyebut misalnya “sistem inovasi nasional/daerah
(national/regional innovation system)
”, ada juga yang menggunakan istilah “sistem nasional/daerah inovasi
(national/regional system of innovation)
” untuk maksud yang sama. Dalam hal ini, penulis lebih condongmemilih menggunakan istilah “sistem inovasi nasional/daerah.” Semata karena pertimbangan semantikdan kelajiman penggunaannya dalam sebagian besar literatur tentang sistem inovasi.
2
Lihat juga seri dokumen
Frascati Family:
misalnya OECD (1990, 1995, 1997).

Activity (50)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Agatha Agni liked this
Tatang Taufik added this note|
WWW. Maaf sy br melihat pertanyaannya. Sepengetahuan sy, dlm konteks sistem inovasi blm prnh ada diskusi tentang itu (di COST). Tp sebaiknya dicek ke rekan2 di Ristek atau LIPI jg.
abirania liked this
Woro Iswara liked this
Heri Julianto liked this
rohmanhermanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->