Makalah Mata Kuliah Disaster Risk ReductionProgram Studi Manajemen BencanaUniversitas Pertahanan Indonesia 2010
2
150.000 orang
1
. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewastambahan berada di Indonesia. Sementara itu data jumlah korban tewas dipropinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurutKementerian Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkanmenurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang,diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh dan Sumatera Utara
2
.Pemerintah bertindak cepat dalam mengatasi bencana tsunami Aceh,tanggap darurat ditetapkan selama 1 (satu) bulan untuk evakuasi korban danpenyaluran bantuan bagi korban bencana. Karena Pemerintah Daerah tidakdapat berfungsi, Pemerintah Pusat membentuk Badan Rehabilitasi danRekonstruksi (BRR) untuk melakukan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayahdan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam danKepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. Badan ini didirikan pada tanggal 16 April2005, berdasarkan mandat yang tertulis dalam Peraturan PemerintahPengganti Undang-Undang (Perpu) No. 2/2005 yang dikeluarkan olehPresiden Republik Indonesia. Tanggal 29 April2005 Presiden Susilo BambangYudhoyono menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) No. 34/2005menjelaskan tentang struktur organisasi dan mekanisme BRR.Badan tersebutmempunyai staf penuh waktu dan dua badan pengawas.
3
BRR beroperasiselama 4 tahun dan berkantor pusat di Banda Aceh dengan kantor cabang diNias dan kantor perwakilan di Jakarta.Sebagai sebuah super body, BRRdiberikan wewenang dan mandat penuh untuk mengelola dana yang cukupbesar. Total dana yang dipercayakan kepada BRR sejak berdirinya hinggaakhir tugasnya mencapai Rp25 triliun lebih.Pada tanggal 17 April2009, BRR Aceh-Nias resmi dibubarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
LE
T
U
S
AN GUNUNG
T
AMBORA,
T
AHUN 1815. KORBAN92.000 ORANG
Gunung Tambora (atau Tomboro) adalah sebuah stratovolcano aktif yangterletak di pulau Sumbawa, Indonesia. Gunung ini terletak di dua kabupaten,yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut, danKabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hinggapuncak sisi timur hingga utara), Provinsi Nusa Tenggara Barat.
4
Pada tahun1812, gunung Tambora menjadi lebih aktif, dengan puncak letusannya terjadipada bulan April tahun 1815. Besar letusan ini masuk ke dalam skala tujuh
Volcanic Explosivity Index
(VEI), dengan jumlah semburan tefrit sebesar 1.6 × 10
11
meter kubik. Karakteristik letusannya termasuk letusan di lubangutama, aliran piroklastik, korban jiwa, kerusakan tanah dan lahan, tsunamidan runtuhnya kaldera. Letusan ketiga ini mempengaruhi iklim global dalamwaktu yang lama. Aktivitas Tambora setelah letusan tersebut baru berhentipada tanggal 15 Juli1815.
1
http://news.nationalgeographic.com/news/2005/01/photogalleries/tsunami_photos/
2
http://www.endonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=23&artid=629
3
http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Rehabilitasi_dan_Rekonstruksi
4
http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Tambora