Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan

Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan

Ratings: (0)|Views: 1,294|Likes:
Published by jaxassss

More info:

Published by: jaxassss on Dec 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/09/2013

pdf

text

original

 
Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (gambaran singkat) :.
 
-= Economic News =-
 
Selasa, 31/10/2006 08:27 WIB
 
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerahmerupakan subsistem Keuangan Negara sebagai konsekuensi pembagiantugas antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Pemberian sumberkeuangan Negara kepada Pemerintahan Daerah dalam rangkapelaksanaan Desentralisasi didasarkan atas penyerahan tugas olehPemerintah kepada Pemerintah Daerah dengan memperhatikan stabilitasdan keseimbangan fiskal. Perimbangan Keuangan antara Pemerintah danPemerintah Daerah merupakan suatu sistem yang menyeluruh dalamrangka pendanaan penyelenggaraan asas Desentralisasi, Dekonsentrasi,dan Tugas Pembantuan.Dalam APBN, belanja negara dibagi menjadi 2 (dua) yaitu belanjapemerintah pusat dan belanja untuk daerah yang mencakup 8 jenisbelanja. Belanja Pemerintah Pusat dirinci menjadi 5 jenisbelanja/pengeluaran (belanja pegawai, belanja barang, belanja modal,belanja bantuan sosial dan belanja lain-lain) untuk mendanai fungsi/sektoryang menjadi urusan Pemerintah Pusat diPusat maupun urusanPemerintah Pusat di Daerah. Belanja untuk Daerah dirinci menjadi 3 (tiga) jenis belanja (Dana Perimbangan, Dana Otonomi Khusus, dan DanaPenyesuaian). Pendanaan urusan Pemerintah Pusat di Daerah meliputipendanaan 6 urusan mutlak yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat(Kantor-kantor vertikal) dan pendanaan di luar 6 urusan tersebut.Pendanaan urusan di luar 6 urusan Pemerintah Pusat di Daerah selama inidapat dikategorikan ke dalam 2 bagian:a. Pendanaan urusan Pemerintah Pusat yang dilaksanakan sendiri didaerah melalui UPT-nya;b. Pendanaan urusan Pemerintah Pusat untuk melaksanakanprogram/kegiatan sektoral di daerah melalui Pimpro/Pimbagpro (sejak tahun 2005 disebut Kuasa Pengguna Anggaran) di tingkatprovinsi/kab/kota.[(Pendanaan kegiatan sektoral di daerah diindikasikansebagian merupakan urusan pusat yang selama ini diselenggarakandengan pendekatan dekonsentrasi, dan sebagian lagi merupakan urusanpemerintah yang sudah menjadi kewenangan daerah, sehingga polapendanaan tersebut masih belum jelas (grey area)].Dengan demikian pendanaan pada poin b berpotensi tumpang tindih (overlapping) antara APBN dengan APBD.Menurut Undang-Undang, Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenangpemerintahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakilPemerintah. Tugas Pembantuan (TP) adalah penugasan dari Pemerintah
 
kepada Pemerintah Daerah dengan kewajiban melaporkan danmempertanggungjawabkan pelaksananaannya kepada yang menugaskan.Pendanaan dalam rangka Dekonsentrasi dilaksanakan setelah adanyapelimpahan wewenang Pemerintah melalui kementerian negara/lembagakepada gubernur sebagai wakil Pemerintah di daerah atas beban APBNsesuai dengan besaran wewenang yang dilimpahkan dan dipergunakanuntuk kegiatan yang bersifat non fisik. Sedangkan Pendanaan dalamrangka Tugas Pembantuan dilaksanakan setelah adanya penugasanPemerintah melalui kementerian negara/lembaga kepada Kepala Daerah(gubernur/bupati/walikota) atas beban APBN dan dipergunakan untuk kegiatan yang bersifat fisik.Dana Dekonsentrasi/TP bertujuan untuk meningkatkan tingkat pencapaianefisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayananpublik, dan pembangunan di daerah, serta menciptakan keselarasan dansinergitas secara nasional antara program/kegiatan Dekonsentrasi/TPyang didanai dari APBN melalui RKA-KL dengan program/kegiatanDesentralisasi yang didanai dari APBD melalui RKA-SKPD. Secara khusus,Dana Dekonsentrasi/TP bertujuan untuk lebih menjamin tersedianyasebagian anggaran kementerian negara/lembaga bagi pelaksanaanprogram/kegiatan Pemerintah di daerah.Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam penyusunan RKA KL terlebihdahulu perlu dilakukan proses komunikasi antara kementeriannegara/lembaga dengan gubernur yang akan menerima kegiatanDekonsentrasi, dan dengan Kepala Daerah provinsi/kabupaten/kota yangakan menerima kegiatan Tugas Pembantuan. Melalui proses komunikasitersebut diharapkan dapat tercipta adanya sinergitas secara nasional,terutama yang berkaitan dengan penyelarasan dan penyesuaian Renja KLmenjadi RKA KL yang telah dirinci menurut unit organisasi berikutprogram dan kegiatannya, termasuk alokasi untuk pendanaan kegiatanDekonsentrasi/TP.Seiring dengan berlakunya Undang-Undang mengenai PerimbaganKeuangan Pusat dan Daerah, lahir suatu hot issue mengenai Pengalihansebahagian Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan menjadiDAK. Pengalihan Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuanmenjadi DAK sebagaimana dimaksud dalam UU 33 Tahun 2004 Pasal 108 juga menjadi isu permasalahan yang perlu mendapat penyelesaian danklarifikasi secara kasus per kasus dan proporsional. Isu permasalahanyang tercantum dalam Pasal 108 tersebut selengkapnya berbunyi: “DanaDekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan yang merupakan bagian darianggaran Kementerian Negara/Lembaga yang digunakan untuk 

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Martono liked this
Mas Ihut Baroso liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->