Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ptk matematika

ptk matematika

Ratings: (0)|Views: 770 |Likes:
Published by Edy Sujiyono
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: Edy Sujiyono on Dec 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2012

pdf

text

original

 
BAB I
 
A. Latar Belakang
Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin kelihatan nyata. Dengan kesadaran ini,
 
 pemerintah dan masyarakat, terutama pendidik, mencurahkan sebagian besar tenaga, dana dan pikirannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Misalnya melakukan perubahan kurikulum, perubahan teknik pengajaran dan penyelenggaraan kerja sama antara lembaga pendidikan dengan
 
lembaga lain (Kadir dan Ma’sum, 1982, 1991-1992). Untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain, (1) meningkatkan kualitas guru SLTP/MTsdari lulusan D1 dan D2 menjadi lulusan S1 penyetaraan, (2) menerbitkan suplemen kurikulum
 
SLTP/MTs 1994 yang berisi tentang materi pelajaran mana yang masih tetap diajarkan pada kelas-kelas tertentu dan materi mana yang tidak perlu lagi diajarkan serta materi yang wajib diajarkan(Depdikbud, 1999:5), (3) mendirikan sekolah-sekolah baru, dan (4) meningkatkan perbaikan proses
 
 belajar mengajar dan hasil belajar melalui pelatihan-pelatihan guru SD, SLTP, dan SMU.Matematika merupakan salah satu pelajaran yang diberikan sejak dari tingkat Sekolah Dasar (SD)sampai Perguruan Tinggi (PT). Pada umumnya matematika dirasakan lebih sulit untuk dipahami
 
daripada ilmu-ilmu lainnya. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kesesuaian antarakemampuan siswa dengan cara penyajian materi sehingga matematika dirasakan sebagai pelajaranyang sulit untuk diterima. Menurut garis-garis Besar program Pengajaran (GBPP) SekolahMenengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) kurikulum 1994 dengan suplemen1999, pada pokok bahasan Teorema Pythagoras yang berbunyi: “Kuadrat ukuran hipotenusa darisegitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat ukuran sisi-siku-sikunya”, merupakan pokok  bahasan yang diberikanpadasiswa SMP/MTskelas II. Seorang guru harus dapat menentukanstrategi pengajaran yang sesuai dengan kemampuan siswanya sehingga mudah dipahami. Secarakhusus ada sebagian masyarakat sekolah yang memprihatinkan pengajaran matematika tidak hanyadiperlukan oleh orang yang terjun dalam dunia pendidikan, tetapi juga diperlukan oleh orang yangterjun di bidang lain, menurut Mardiati Busono (1988:5). Melalui proses belajar matematika,mempelajari dan menerapkan ke dalam situasi baru, misalnya dengan menyelesaikan masalah baik dalam matematika sendiri, dalam ilmu lain maupun dalam kehidupan sehari-hari.Mengajarkan matematika merupakan suatu kegiatan pengajaran sedemikian sehingga siswa belajar untuk mendapatkan kemampuan dan ketrampilan tentang matematika. Kemampuan danketrampilan tersebut ditandai dengan adanya interaksi yang positif antara guru dengan siswa, siswadengan siswa, yang sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan (Hudya, 1988:122). Namun dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran khususnya yang berhubungan denganmatematika, ternyata masih banyak mengalami hambatan-hambatan baik yang dialami siswamaupun guru. Salah satu hambatan yang terjadi adalah kesulitan dalam memahami konsep-konsepmatematika. Seperti yang terjadi di SMP 3 ......, didapatkan latar belakang siswa sangat bervariasidalam motivasi belajarnya. Mereka rata-rata dalam belajar tanpa dibekali keinginan untuk memahami konsep-konsep yang diajarkan oleh guru. Mereka kurang dalam mengkaitkan materisatu dengan yang lain. Sehingga yang terjadi mereka kebingungan dan selanjutnya menyelesiakansoal seenaknya sendiri.Berdasarkan pengalaman peneliti, dari beberapa materi / pokok bahasan yang disajikan di kelas IISMP/MTs adalah pokok bahasan Teorema Pythagoras, bentuk-bentuk kesalahan konsep yangsering terjadi seperti:1.Diketahui sebuah segitiga siku-siku di B panjang AB = 3 cm, BC = 4. Hitung panjang AC.Jawaban yang sering dilakukan oleh siswa:AC = AB
2
+ AC
2
= 3
2
+ 4
2
= 9 + 16 = 252.Perhatikan gambar berikut:
 
Pergunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan nilai p pada setiap segitiga siku-siku.
 
Jawaban siswa:a. p2 = 132 + 52 = 169 + 25 = 194 b. p2 = 172 + 152 = 189 + 225 = 4143.Sebuah tongkat yang panjangnya 26 dm disandarkan pada tembok. Jika jarak ujung tongkat
 
 pada tanah ke tembok adalah 10 dm, tentukan jarak ujung tongkat pada tembok ke tanah.Jawaban siswa:Panjang tongkat = r, jarak tongkat ke tanah = a, dan jarak ujung tongkat ke tembok = b maka: b = r 
2
+ a
2
= 26
2
+ 10
2
= 656 + 100 = 756.Dari contoh di atas banyak siswa sulit untuk menyelesaikan soal penerapan Teorema Pythagoras,sehingga yang terjadi langkah awalnya tidak mengerti dan selanjutnya tidak mampu mengerjakan.Selain itu kesulitan yang sering terjadi, siswa sulit untuk membedakan pangkat dua dan mancari akar 
 
kuadrat suatu bilangan. Penyebab kesalahan ini adalah siswa kurang memahami prinsip, konsep, apayang ditanyakan dan siswa sering kurang teliti.Setiap pokok bahasan yang disajikan dalam matematika itu selalu berkesinambungan, maka
 
 peneliti ingin memperbaiki pembelajaran dengan mengadakan penelitian yang berjudul:“Mengajarkan Matematika dengan Pendekatan Kontekstual (kubus dan balok) pada Pokok BahasanTeorema Pythagoras Siswa Kelas II B Di SMP Negeri ...... Tahun Pelajaran 2004/2005.”
B. Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka masalah yang akan diteliti adalahsebagai berikut:1.Bagaimana mengajarkan Teorema Pythagoras dengan pendekatan kontektual (kubus dan balok) siswa Kelas II B Di SMP Negeri ......?2.Prestasi belajar siswa pada pokok bahasan Teorema Pythagoras dengan pendekatan kontektual (kubus dan balok)?
C. Tujuan Penelitian
 
 
Mengacu pada rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini agar dapat:1.metode / pendekatan dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan Teorema Pythagorassecara kontekstual (kubus dan balok) siswa Kelas II B Di SMP Negeri .......2.prestasi siswa dalam belajar Teorema Pythagoras, khusus siswa kelas II B SMP Negeri .......
D. Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk:1.Bahan informasi bagi guru matematika guna peningkatan prestasi siswa setelah gurumengetahui letak kesalahan pemahaman konsep yang dialami siswa, khususnya pada pokok Teorema Pythagoras.2.bahan pertimbangan untuk memilih metode pengajaran yang sesuai dalam menyelesaikan soalmatematika khususnya pada pokok bahasan Teorema Pythagoras.3.Bahan pertimbangan penelitian lebih lanjut guna peningkatan prestasi belajar mengajar siswa.
E. Asumsi Penelitian
Asumsi dalam penelitian ini adalah:1.Hasil tes sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa.
 
2.Kesalahan-kesalahan siswa dalam menjawab setiap soal merupakan indikator kesulitan dalammemahami konsep.3.Siswa mendapatkan fasilitas yang sama dari sekolah.
BAB II
 
 
A. Hakekat Matematika
Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat untuk mendefinisikan apa itu matematika.
 
Walaupun belum ada definisi tunggal menganai matematika, bukan berarti matematika tidak dapatdikenali. Seperti apa yang telah diutarakan oleh Soedjadi (1985:5) sebagai pengetahuanmatematika mempunyai beberapa karakteristik, yaitu bahwa obyek matematika tidaklah konkrit
 
tetapi abstrak. Dengan mengetahui obyek penelaahan matematika, kita dapat mengetahui hakekatmatematika yang sekaligus dapat diketahui juga cara berfikir matematika oleh E.T. Ruseffendi(1980:148) mengungkapkan: Matematika itu timbul karena pikiran-pikiran manusia yang
 
 berhubungan dengan ide, proses dan penalaran. Matematika terdiri dari empat wawasan yang luasyaitu: Aritmatika, Aljabar, Geometri dan Analisa. Selain itu matematika adalah ratunya ilmu,maksudnya bahwa matematika itu tidak tergantung pada bidang studi lain.
 
Bahasa matematika yang digunakan agar dapat dipahami orang, dengan menggunakan simbol danistilah yang telah disepakati bersama. Sementara itu Hudoyo (1983:3) secara singkat mengatakan bahwa “Matematika berkenaan dengan ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun secarahirarkis dan panalaran deduktif.”Mengenai obyek matematika, Ruseffendi (1980:139) membedakan bahwa obyek matematikaterdiri dari dua tipe, yaitu obyek langsung dan obyek tak langsung. Obyek tak langsung adalah hal-hal yang mempengaruhi hasil belajar, misalnya kemampuan memecahkan masalah dan kemampuanmentransfer pengetahuan. Sedangkan obyek langsung dikelompokkan menjadi empat kategoriyaitu: fakta, ketrampilan, konsep dan prinsip (aturan).Hudojo (1988:97) mengungkapkan bahwa apabila matematika dipandang sebagai suatu struktur dari hubungan-hubungan maka simbol-simbol formal diperlukan untuk menyertai himpunan benda- benda atau obyek-obyek. Simbol-simbol ini sangat penting dalam membentuk memanipulasi aturanyang beroperasi di dalam struktur-struktur.Pemahaman terhadap struktur-struktur dan proses simbolisasi memberikan fasilitas komunikasi dandari komunikasi ini kita mendapatkan informasi. Dari informasi-informasi ini dapat membentuk konsep baru. Dengan demikian simbol-simbol bermanfaat untuk kehematan intelektual, sebabsimbol-simbol dapat digunakan dalam mengkomunikasikan ide secara efektif dan efisien. Karenaitu belajar matematika sebenarnya untuk mendapatkan pengertian hubungan-hubungan dan simbol-simbol serta kemudian mengaplikasikan dalam kehidupan yang nyata. Dengan demikian hakekatmatematika adalah hal-hal yang berhubungan dengan ide-ide, struktur-struktur dan hubungannyadiatur menurut aturan yang logis.
B. Belajar Matematika
Belajar merupakan kegiatan setiap orang. Seseorang dikatakan belajar, bila dapat diasumsikandalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku.Kegiatan atau usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku sendiri merupakan hasil belajar.Karena itu seseorang dikatakan belajar, bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku itu

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bayu Nugraha liked this
Donny Rau liked this
Nur Asmidar liked this
Nasrun Gayo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->