Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
P. 1
Prasangka, Diskriminasi Dan Anti Cina

Prasangka, Diskriminasi Dan Anti Cina

Ratings: (0)|Views: 527 |Likes:
Published by Peter Kasenda
Kutipan diatas merupakan kata-kata yang meluncur dari mulut tokoh perempuan Cina dalam dalam sebuah cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, yang berjudul ‘Clara atawa Perempuan yang di perkosa. ‘Ratapan ini di dasarkan pada kerusuhan 13 – 14 Mei 1998 di Jakarta ynag merupakan malapetaka terbesar bagi warga keturunan Cina.

Pada tanggal 13 Mei 1998, ribuah massa berkumpul di Depan Kampus Universitas Trisakti untuk menyampaikan duka cita mereka atas tewasnya empat orang mahasiswa Trisakti yang terlibat bentrok dengan aparat keamanan pada Tanggal 12 Mei 1998. Di dalam kampus, aksi berkabung mahasiswa berjalan dengan tertib dan mahasiswa dilarang keluar kampus untuk menghindari insiden. Adanya kobaran api dari truk sampah di perempatan jalan layang pada siang hari, membuat massa berubah brutal dengan mulai melempari barisan aparat yang memblokir jalan di depan gedung Mall Ciputra dengan batu, botol dan benda lainnya serta mencabuti dan merusak rambu-rambu lalulintas maupun pagar pembatas jalan. Rentetan tembakan peringatan dan gas air mata membuat massa berlari tunggang langgang.

Perusakan dan pembakaran terus menyebar, mulai dari kawasan disekitar kampus Trisakti. Menjelang sore hari aksi perusakan dan pembakaran melus dan menjauh dari kampus Trisakti disertai dengan isurasian anti – Cina. Massa mengamuk dengan membakar dan merusak gedung maupun mobil. Ada isi mobil dijarah oleh massa, rumah-rumah warga dan sejumlah toko menjadi sasaran. Pembakan gedung, mobil dan penjarahan toko masih berlangsung pada malam akan tiba. Di kawasan glodok, pembakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, dimulai dengan dibakarnya pasar perniagaan. Perusakan dan pembakran pada tanggal 13 Mei 1998 ini melanda kawasan Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara dengan skla dan lingkup yang berbeda.

Kerusuhan kembali terjadi pada pagi hari, tanggal 14 Mei 1998 dan meluas hampir keseluruh wilayah Jakarta dan meluas kewilayah-wilayah sekitar Jakarta seperti Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Kerusuhan pada tanggal 15 Mei 1998 tidak sehebat hari-hari sebelumnya. Massa penjarah, perusak, pemerkosa dan pembakar yang mengamuk diseluruh kawasan kota, tiba-tiba menghentikan aktivitasnya. Keesokan harinya, kondisi Jakarata mulai pulih dari kerusuhan. Beberapa pedagang kaki lima mulai menggelar dagangannya di Blok M. dibeberapa ruas jalan masih berserakan bangkai-bangkai kendaraan yang dibakar massa pada hari sebelumnya. Sejumlah pintu depan atau dinding toko-toko, perkantoran dan rumah penduduk ada tulisan ‘Milik Pribumi’, ‘Pribumi Asli’, ‘Asli Indonesia’.

Total kerugian fisik kerusuhan 13 – 15 Mei 1998 mencapi sekitar Rp. 2,5 Triliun yang merusak 40 Mall atau Plaza, 13 Pasar, 1604 toko, 2479 ruko, 12 hotel, 65 kantor bank, 383 kantor swasta, 24 restoran, 8 bus kota dan metro mini, 1119 mobil, 821 motor, 9 pom bensin, 486 rambu lalulintas, 11 taman, 18 pagar, 1026 rumah penduduk dan gereja, 2 kecamatan, 11 polsek.



Tim gabungan pencari fakta yang dibentuk pemerintah menyatakan ada lima jenis korban dari kerusuhan Mei 1998. Pertama, korban fisik dengan batasan pengertian menderita kerugian bagunan seperti toko, swalayan dan rumah yang dijarah, dirusak dan dibakar oleh massa. Kebanyakan warga keturunan Cina yang menjadi korban kerusuhan Mei 1998. Kedua, korban jiwa yakni orang-orang yang tewas pada saat kerusuhan Mei 1998. Ketiga, korban harta benda denngan mencakup pemahaman adanya orang-orang yang menderita akibat dirusak dan dijarahnya harta benda mereka dalam kerusuhan Mei 1998. Keempat, korban penyerangan seksual mencakup orang-orang yang menderita secara fisik dan fisikis akibat pelecehan seksual dan pemerkosaan didepan suami, anak dan keluarganya. Dan kelima, korban kehilangan pekerjaan karena gedung atau toko tempat kerjanya dirusak, di jarah dan dibakar oleh massa akibat kerusuhan Mei 1998.

Peristiwa pemerkosaan terhadap wanita-wanita keturunan Cina merupakan tragedy yang paling memilukan dari serangkaian kekejaman kerusuhan M
Kutipan diatas merupakan kata-kata yang meluncur dari mulut tokoh perempuan Cina dalam dalam sebuah cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, yang berjudul ‘Clara atawa Perempuan yang di perkosa. ‘Ratapan ini di dasarkan pada kerusuhan 13 – 14 Mei 1998 di Jakarta ynag merupakan malapetaka terbesar bagi warga keturunan Cina.

Pada tanggal 13 Mei 1998, ribuah massa berkumpul di Depan Kampus Universitas Trisakti untuk menyampaikan duka cita mereka atas tewasnya empat orang mahasiswa Trisakti yang terlibat bentrok dengan aparat keamanan pada Tanggal 12 Mei 1998. Di dalam kampus, aksi berkabung mahasiswa berjalan dengan tertib dan mahasiswa dilarang keluar kampus untuk menghindari insiden. Adanya kobaran api dari truk sampah di perempatan jalan layang pada siang hari, membuat massa berubah brutal dengan mulai melempari barisan aparat yang memblokir jalan di depan gedung Mall Ciputra dengan batu, botol dan benda lainnya serta mencabuti dan merusak rambu-rambu lalulintas maupun pagar pembatas jalan. Rentetan tembakan peringatan dan gas air mata membuat massa berlari tunggang langgang.

Perusakan dan pembakaran terus menyebar, mulai dari kawasan disekitar kampus Trisakti. Menjelang sore hari aksi perusakan dan pembakaran melus dan menjauh dari kampus Trisakti disertai dengan isurasian anti – Cina. Massa mengamuk dengan membakar dan merusak gedung maupun mobil. Ada isi mobil dijarah oleh massa, rumah-rumah warga dan sejumlah toko menjadi sasaran. Pembakan gedung, mobil dan penjarahan toko masih berlangsung pada malam akan tiba. Di kawasan glodok, pembakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, dimulai dengan dibakarnya pasar perniagaan. Perusakan dan pembakran pada tanggal 13 Mei 1998 ini melanda kawasan Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara dengan skla dan lingkup yang berbeda.

Kerusuhan kembali terjadi pada pagi hari, tanggal 14 Mei 1998 dan meluas hampir keseluruh wilayah Jakarta dan meluas kewilayah-wilayah sekitar Jakarta seperti Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Kerusuhan pada tanggal 15 Mei 1998 tidak sehebat hari-hari sebelumnya. Massa penjarah, perusak, pemerkosa dan pembakar yang mengamuk diseluruh kawasan kota, tiba-tiba menghentikan aktivitasnya. Keesokan harinya, kondisi Jakarata mulai pulih dari kerusuhan. Beberapa pedagang kaki lima mulai menggelar dagangannya di Blok M. dibeberapa ruas jalan masih berserakan bangkai-bangkai kendaraan yang dibakar massa pada hari sebelumnya. Sejumlah pintu depan atau dinding toko-toko, perkantoran dan rumah penduduk ada tulisan ‘Milik Pribumi’, ‘Pribumi Asli’, ‘Asli Indonesia’.

Total kerugian fisik kerusuhan 13 – 15 Mei 1998 mencapi sekitar Rp. 2,5 Triliun yang merusak 40 Mall atau Plaza, 13 Pasar, 1604 toko, 2479 ruko, 12 hotel, 65 kantor bank, 383 kantor swasta, 24 restoran, 8 bus kota dan metro mini, 1119 mobil, 821 motor, 9 pom bensin, 486 rambu lalulintas, 11 taman, 18 pagar, 1026 rumah penduduk dan gereja, 2 kecamatan, 11 polsek.



Tim gabungan pencari fakta yang dibentuk pemerintah menyatakan ada lima jenis korban dari kerusuhan Mei 1998. Pertama, korban fisik dengan batasan pengertian menderita kerugian bagunan seperti toko, swalayan dan rumah yang dijarah, dirusak dan dibakar oleh massa. Kebanyakan warga keturunan Cina yang menjadi korban kerusuhan Mei 1998. Kedua, korban jiwa yakni orang-orang yang tewas pada saat kerusuhan Mei 1998. Ketiga, korban harta benda denngan mencakup pemahaman adanya orang-orang yang menderita akibat dirusak dan dijarahnya harta benda mereka dalam kerusuhan Mei 1998. Keempat, korban penyerangan seksual mencakup orang-orang yang menderita secara fisik dan fisikis akibat pelecehan seksual dan pemerkosaan didepan suami, anak dan keluarganya. Dan kelima, korban kehilangan pekerjaan karena gedung atau toko tempat kerjanya dirusak, di jarah dan dibakar oleh massa akibat kerusuhan Mei 1998.

Peristiwa pemerkosaan terhadap wanita-wanita keturunan Cina merupakan tragedy yang paling memilukan dari serangkaian kekejaman kerusuhan M

More info:

Published by: Peter Kasenda on Dec 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/02/2014

 
Zpnunlobn# Mkubpkhklnuk mnl Nl}k Ekln
[n# ]wfnl‡ugmghkbknl `glekl{nbnl hgpgbn znmn Ekln 9 nbw }kmnb hgpnun mkpkbw `gp`gmn mglonl hgpgbn ‡ Nbw klk ipnlo Klmilgukn .–  Mknl}}pwu Unzw}pn
Bw}kznl mkn}nu hgpwznbnl bn}n(bn}n {nlo hgcwlewp mnpk hwcw} }ibif zgpghzwnlEkln mncnh mncnh ug`wnf egpzgl bnp{n Ugli Owhkpn Ndkmnphn# {nlo `gpdwmwc ‖Ecnpnn}nn Zgpghzwnl {nlo mk zgpbiun, ‖Pn}nznl klk mk mnunpbnl znmn bgpwuwfnl >5 ― >= Hgk>;;6 mk Dnbnp}n {lno hgpwznbnl hncnzg}nbn }gp`gunp `nok npon bg}wpwlnl Ekln,Znmn }nloonc >5 Hgk >;;6# pk`wnf hnuun `gpbwhzwc mk Mgznl BnhzwuWlkqgpuk}nu ]pkunb}k wl}wb hgl{nhznkbnl mwbn ek}n hgpgbn n}nu }gnul{n ghzn} ipnlohnfnukun ]pkunb}k {nlo }gpck`n} `gl}pib mglonl nznpn} bgnhnlnl znmn ]nloonc >0 Hgk>;;6, Mk mncnh bnhzwu# nbuk `gpbn`wlo hnfnukun `gpdncnl mglonl }gp}k` mnlhnfnukun mkcnpnlo bgcwnp bnhzwu wl}wb hglofklmnpk klukmgl, Nmnl{n bi`npnl nzk mnpk}pwb unhznf mk zgpghzn}nl dncnl cn{nlo znmn uknlo fnpk# hgh`wn} hnuun `gpw`nf `pw}ncmglonl hwcnk hgcghznpk `npkunl nznpn} {nlo hgh`cibkp dncnl mk mgznl ogmwlo HnccEkzw}pn mglonl `n}w# `i}ic mnl `glmn cnkll{n ugp}n hglen`w}k mnl hgpwunb pnh`w(pnh`wcncwckl}nu hnwzwl znonp zgh`n}nu dncnl, Pgl}g}nl }gh`nbnl zgpklon}nl mnl onu nkp hn}nhgh`wn} hnuun `gpcnpk }wloonlo cnloonlo,Zgpwunbnl mnl zgh`nbnpnl }gpwu hgl{g`np# hwcnk mnpk bnnunl mkugbk}np bnhzwu]pkunb}k, Hgldgcnlo uipg fnpk nbuk zgpwunbnl mnl zgh`nbnpnl hgcwu mnl hgldnwf mnpkbnhzwu ]pkunb}k mkugp}nk mglonl kuwpnuknl nl}k Ekln, Hnuun hglonhwb mglonlhgh`nbnp mnl hgpwunb ogmwlo hnwzwl hi`kc, Nmn kuk hi`kc mkdnpnf icgf hnuun# pwhnf(pwhnf npon mnl ugdwhcnf }ibi hgldnmk ununpnl, Zgh`nbnl ogmwlo# hi`kc mnl zgldnpnfnl }ibi hnukf `gpcnlouwlo znmn hncnh nbnl }k`n, Mk bnnunl ocimib# zgh`nbnpnl mkcnzipbnl }gpdnmk ugbk}np zwbwc >;,:: _K@# mkhwcnk mglonl mk`nbnpl{n znunp zgplknonnl, Zgpwunbnl mnl zgh`nbpnl znmn }nloonc >5 Hgk >;;6 klk hgcnlmnbnnunl Dnbnp}n @npn}# Dnbnp}n Zwun} mnl Dnbnp}n W}npn mglonl ubcn mnl cklobwz {nlo `gp`gmn,Bgpwuwfnl bgh`nck }gpdnmk znmn znok fnpk# }nloonc >= Hgk >;;6 mnl hgcwnufnhzkp bgugcwpwf kcn{nf Dnbnp}n mnl hgcwnu bgkcn{nf(kcn{nf ugbk}np Dnbnp}n ugzgp}k@ioip# ]nloogpnlo# @gbnuk mnl Mgzib, Bgpwuwfnl znmn }nloonc >7 Hgk >;;6 }kmnb ugfg`n} fnpk(fnpk ug`gcwhl{n, Hnuun zgldnpnf# zgpwunb# zghgpbiun mnl zgh`nbnp {nlohglonhwb mkugcwpwf bnnunl bi}n# }k`n(}k`n hglofgl}kbnl nb}kqk}nul{n, Bgguibnlfnpkl{n# bilmkuk Dnbnpn}n hwcnk zwckf mnpk bgpwuwfnl, @g`gpnzn zgmnonlo bnbk ckhn hwcnkhgloogcnp mnonlonll{n mk @cib H, mk`g`gpnzn pwnu dncnl hnukf `gpugpnbnl `nlobnk( `nlobnk bglmnpnnl {nlo mk`nbnp hnuun znmn fnpk ug`gcwhl{n, Ugdwhcnf zkl}w mgznl n}nwmklmklo }ibi(}ibi# zgpbnl}ipnl mnl pwhnf zglmwmwb nmn }wckunl ‖Hkckb Zpk`whk‛#‖Zpk`whk Nuck‛# ‖Nuck Klmilgukn‛,]i}nc bgpwoknl akukb bgpwuwfnl >5 ― >7 Hgk >;;6 hglenzk ugbk}np Pz, 0#7 ]pkckwl{nlo hgpwunb =: Hncc n}nw Zcntn# >5 Znunp# >1:= }ibi# 0=?; pwbi# >0 fi}gc# 17 bnl}ip  `nlb# 565 bnl}ip unu}n# 0= pgu}ipnl# 6 `wu bi}n mnl hg}pi hklk# >>>; hi`kc# 60> hi}ip#>
_g`4 ,zg}gpbnuglmn,ipmzpguu,eihGhnkc4 hp,bnuglmnJohnkc,eih# zg}gpbnuglmnJpiebg}hnkc,eih
 
; zih `glukl# =61 pnh`w cncwckl}nu# >> }nhnl# >6 znonp# >:01 pwhnf zglmwmwb mnlogpgdn# 0 bgenhn}nl# >> zicugb,]kh on`wlonl zglenpk anb}n {nlo mk`gl}wb zghgpkl}nf hgl{n}nbnl nmn ckhn dglkubip`nl mnpk bgpwuwfnl Hgk >;;6, Zgp}nhn# bip`nl akukb mglonl `n}nunl zglogp}knlhglmgpk}n bgpwoknl `nowlnl ugzgp}k }ibi# uncn{nl mnl pwhnf {nlo mkdnpnf# mkpwunb mnlmk`nbnp icgf hnuun, Bg`nl{nbnl npon bg}wpwlnl Ekln {nlo hgldnmk bip`nl bgpwuwfnlHgk >;;6, Bgmwn# bip`nl dkn {nblk ipnlo(ipnlo {nlo }gnu znmn unn} bgpwuwfnl Hgk>;;6, Bg}kon# bip`nl fnp}n `glmn mgllonl hglenbwz zghnfnhnl nmnl{n ipnlo(ipnlo{nlo hglmgpk}n nbk`n} mkpwunb mnl mkdnpnfl{n fnp}n `glmn hgpgbn mncnh bgpwuwfnl Hgk>;;6, Bgghzn}# bip`nl zgl{gpnlonl ugbuwnc hglenbwz ipnlo(ipnlo {nlo hglmgpk}nugenpn akukb mnl akukbku nbk`n} zgcgegfnl ugbuwnc mnl zghgpbiunnl mkmgznl uwnhk# nlnb mnl bgcwnponl{n, Mnl bgckhn# bip`nl bgfkcnlonl zgbgpdnnl bnpgln ogmwlo n}nw }ibi}ghzn} bgpdnl{n mkpwunb# mk dnpnf mnl mk`nbnp icgf hnuun nbk`n} bgpwuwfnl Hgk >;;6,Zgpku}kn zghgpbiunnl }gpfnmnz nlk}n(nlk}n bg}wpwlnl Ekln hgpwznbnl}pnogm{ {nlo zncklo hghkcwbnl mnpk ugpnlobnknl bgbgdnhnl bgpwuwfnl Hgk >;;6, Mkmncnh lgogpk }kh`wc zpi mnl bil}pn nznbnf `gok}w `knmn`l{n `nloun Klmilgukn wl}wb hgcnbwbnl zghgpbiunnl hnuunc, @gpk}n }gl}nlo zghgpbiunnl hnuunc }gpfnmnz nlk}nbg}wpwlnl Ekln hgl{g`np mglonl egzn} mk cwnp lgogpk hgcncwk dnpklonl kl}gplg} mnlugcwpwf mwlkn hgldnmk fg`if, Ogcih`nlo zpi}gu mncnh `gp`nonk mghil}pnuk }gpdnmkmkhnln(hnln# hwcnk mnpk Hnlkcn# Filobilo# @gdklo# @iu}il mnl }ghzn} cnkll{nhgh`nn ziu}gp hgl{g`w}bnl Dnbnp}n ug`nonk ‖K`wbi}n zghgpbiunnl nlk}n‛,]kh on`wlonl zglenpk anb}n mncnh cnzipnll{n hgl{g`w}bnl `gl}wb(`gl}wbgbgpnunl ugbuwnc {nlo mk}ghwbnl mncnh bgpwuwfnl Hgk mk `nok mncnh `g`gpnznbg}goipk# {nk}w zgpbiunnl# zgpbiunnl mglonl zglonlk{n{nnl# zgl{gpnlonlugbuwnc)zglonlk{n{nnl mnl zgcgegfnl ugbuwnc, @gpmnunpbnl }ghwnl ]OZA dwhcnf bip`nlbgbgpnunl ugbuwnc nmncnf 67 ipnlo bip`nl, Ugcwpwf bgbgpnunl ugbuwnc klk }gpdnmk mk mncnhpwhnf# mk dncnl mnl mk }ghzn} wunfn mglonl hn{ipk}nu }gpdnmk mk mncnh pwhnf n}nw `nowlnl, Ug`noknl `gunp bnuwu zgpbiunnl nmncnf onlopnzg# mkhnln bip`nl mkzgpbiunicgf ugdwhcnf ipnlo ugenpn `gponl}knl znmn nb}w {nlo unhn mnl mk}ghzn} {nlo unhn,Bg`nl{nbnl bnuwu zgpbiunnl dwon mkcnbwbnl mkfnmnznl ipnlo cnkl, Bip`nl bgbgpnunlugbuwnc bg`nl{nbnl mkmgpk}n icgf zgpghzwnl bg}wpwlnl Ekln,Hgcgmnbl{n bgpwuwfnl pnuknc nl}k Ekln mglonl ununpnl npon bg}wpwlnl Eklnhgpwznbnl zwlenb mnpk owlwlo gu bgegh`wpwnnl# bgmglobknl mnl hwlobkl bg`gleknlug`noknl hnu{npnbn} {nlo ugcnhn klk mk}kh`wl bg`kdnbnl zick}kb Ipmg @npw bnpglnhnugal{n ubncn bgpwuwfnl mglonl bip`nl {nlo hgon `gunp ugp}n mnhznbl{n {nlo mnu{n}ugenpn uiuknc# zkukbiciok# zick}kb mnl gbilihk, Bgpwuwfnl Hgk >;;6 mkug`w} ]OZA ug`onk}npogmk lnukilnc {nlo unlon} hgl{gmkfbnl mnl hgpwznbnl nk` }gpfnmnz hnp}n`n} mnlbgfiphn}nl hnlwukn# `nloun mnl lgonpn ugenpn bgugcwpwfnl mkhn}n hnu{npnbn}kl}gplnukilnc,Zglowuw}nl }gpfnmnz zgcnbw `gpkbw} mncnlol{n# zgl{gcgunknl mnl pgfn`kck}nuk }kmnb nmn unhznk unn} klk, Mglonl bn}n cnkl lgonpn }kmnb `gp}nloowlo dnn` n}nu zgpku}kn {nlohghkcwbnl, Bgpwuwfnl mglonl ubncn mnl mnhznb {nlo `gok}w mnu{n}# mk`knpbnl `gok}wundn icgf }kon zghgpkl}nfnl znuen Uigfnp}i, Nmnl{n ugl}khgl nl}k Ekln ug`nonk hnuncnfuiuknc mglonl mghkbknl mkonl}wlo mnl mk`knpbnl hgldnmk zgpuincnl {nlo pnnl ugenpn zick}kb,0
_g`4 ,zg}gpbnuglmn,ipmzpguu,eihGhnkc4 hp,bnuglmnJohnkc,eih# zg}gpbnuglmnJpiebg}hnkc,eih
 
]ghwnl ]OZA hglwldwbbnl `nfn bgpwuwfnl Hgk >;;6 `wbnlcnf bgdnmknl `gpukan} ugzil}nl, Nmn zicn `gpukan} hnuunc mnl zgpku}knl{n `gpcnlouwlo znpnccgcmk`g`gpnzn bi}n {nlo hglwldwbbnl bgpwuwfnl k}w mkpglenlnbnl, Bgpwuwfnl mkcnbwbnlhnuunc cibnc mnl zglmn}nlo {nlo mkhwcnk icgf bgcihzib zglofnuw}, Mkunln(uklk hwlobklundn `gpukan} ugzil}nl, Zgcnbwl{n {nlo hnuunc mnl bgdnmknnll{n {nlo `gpcnlouwlomk`g`gpnzn bi}n ugenpn znpnccgc hglwldwbbnl bgpwuwfnl klk pglenlnbnl mln }gpiponlkunuk,Ugcnhn LBPK klk `gpmkpk `gcwh zgplnf nmn bgpwuwfnl nl}k Ekln ugzgp}k k}w,Bgpwuwfnl Hgk >;;6 }gpdnmk }nb `kun mkcgznubnl mnpk bgugldnlonl uiuknc mnlbgugldnlonl gbilihk, ]OZA hgcnzipbnl nl}npn cnkl# hgl{g`w}bnl mwn nbnp uiuknc zgl{g`n` bgpwuwfnl, Zgp}nhn# ugl}khgl pnuknc }gpfnmnz oicilonl g}lku Ekln, Ugl}khglklk mkug`w} cn}gl mnl hgpwznbnl anb}ip zgl{g`n` mihklnl {nlo hwmnf mkgbzcik}kukwl}wb hglekz}nbnl bgpwuwfnl, Nmnl{n bilugl}pnuk }ibi(}ibi mnl pwhnf(pwhnf oicilonlg}lku Ekln mk`g`gpnzn kcn{nf {nlo bghwmknl hgldnmk ununpnl nhwb hnuun, Bgmwn#nmnl{n bgugldnlonl uiuknc ― gbilihk, ]gbnlnl mnl bgugldnlonl uiuknc gbilihk {nlomkzgpznpnf icgf bgcnlobnnl `nfnl zibib {nlo mkncnhk hnu{npnbn}# pnnl }gpfnmnz zglogbzcik}nuknl ugfklon hgcnfkpbnl mipilonl(mipilonl mgu}pwb}ka wl}wb hgcnbwbnl}klmnbnl(}klmnbnl bgbgpnunl, Hgpgbn {nlo kb}w(kbw}nl }gpck`n}# mkbwnckakbnukbnl ug`nonkbip`nl mnpk bgnmnnl mnl u}pwb}wp {nlo }kmnb nmkc, Mnl hgpgbn bg`nl{nbnl `gpnunc mnpkcnzkunl pnb{n} {nlo }gp`nnf,
Bgbgpnunl Uiuiuknc
]gpcgznu mnpk nmn }kmnbl{n ugipnlo mncnlo {nlo hgloogpnbbnl k}w# }kmnb mnzn}mkklobnpk ukl}ghgl nl}k Ekln, @nonkhnln hwlobkl hgpnbn k}w mkogpnbnl bncnw }kmnb nmnuguwn}w {nlo hghnlo mnzn} `gpogpnb 9 uwck} mk`n{nlobnl nmn ugbgcihzib ipnlo {nlohghzpiqibnuk hnuun, Bncnw ugnlmnkl{n hnuun k}w uglmkpk }kmnb hghmnh zgpnunnl `glek}gpfnmnz ipnlo Ekln, Fnpwu nmn }gpcg`kf mnfwcw ugl}khgl} nl}k Ekln {nlo ewbwz zgbn}ugfkloon mnzn} mkzpizibnuk,Zgpnunnl ughnenh k}w hghzwl{nk nbnp znldnlo# hwcnk ugdnb bgpwuwfnl pnuknc zgp}nhn znmn }nfwl >?=:, uwn}w bgdnmknl {nlo icgf bg`nl{nbnl ugdnpnfnl mknloonzug`nonk pimn {nlo znck zgl}klo mncnh ugdnpnf bi}n @n}nqkn, Zgh`nl}nknnl k}w `gphwcnmnpk hkopnuk Ekln bg Lwunl}npn }gpwu `gp}nh`nf ugcnhn ghzn} mnunnpun zgp}nhn n`nm bg ― >6# ughgl}npn Zghgpkl}nf @n}nqkn hglonh`kc ukbnz pnow, Mk un}w zkfnb# ipnlo eklnmk`w}wfbnl bnpgln hgpgbn hgpwznbnl zgbgpdn pndkl mnl }pnhzkc mk cnkl zkfnb ug`nonk zgmnonlo# zgh`gpk zkldnhnl# mnl zghkckb }iib# hgpgbn hglkh`wcbnl hnuncnf, Hgpnbnmk}wmwf hglofkunz hnu{npnbn}, Ugcnkl k}w# nbk`n} ughzk}l{n cnznlonl bgpdn# `nl{nb ipnlo Ekln {lno }gpck`n} mncnh }klmnbnl epkhklnc,Znmn `wcnl Dwck >?=:# Zghgpkl}nf @gcnlmn hglonh`kc }klmnbnl {nlo bwpnlo `kdnbunln, Ughwn khkopnl Ekln ogcnz mk}nlobnz mnl mk`wnlo bg Upkcnlobn mnl ]nldwloFnpnznl wl}wb mkzgpbgpdnbnl mk bg`wl hkckb QIE, Bghwmknl }gpdnmk uncklo ewpkon nl}npnipnlo Ekln mnl @gcnlmn ugfkloon hglkh`wcbnl bg}gonlonl mnl bgogckunfnl, Ugdwhcnfbgcihzib Ekln mk ugbk}np @n}nqkn znmn nbfkpl{n hgh`gpil}nb znmn hkloow bgmwn `wcnlIb}i`gp >?=:, Bgdnmknnl klk hgl{g`n`bnl @gcnlmn wl}wb hgcnbwbnl zgh`wlwfnl}gpfnmnz ipnlo Ekln ugenpn hkuunc, Bip`nl {nlo }gnu }kmnb bwpnlo mnpk >:,::: ipnlo,Ukunl{n {nlo ugcnhn} hgl{g`np bg ugcwpwf Dnn,5
_g`4 ,zg}gpbnuglmn,ipmzpguu,eihGhnkc4 hp,bnuglmnJohnkc,eih# zg}gpbnuglmnJpiebg}hnkc,eih

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->