( )( )
k V nmnV t td V mnnV
s s so
=+=+=
∫
sin22
212022
π
ω ω π
dengan
( )
nmnk
+=
dan
k
disebut
duty cycle
.
V
s
tegangan fasa rms.2.Prinsip pengaturan fasa .Prinsip pengaturan fasa dapat dijelaskan dengan bantuan gambar 2a. Daya yangmengalir ke beban diatur oleh penundaan sudut penyulutan tiristor
T
1
. Gambar 2bmemperlihatkan pulsa gerbang tiristor
T
1
dan bentuk tegangan masukan dan keluaran.Adanya dioda
D
1
adalah untuk membatasi jangkah pengaturan dan tegangan efektif (rms)keluaran hanya dapat bervariasi antara 70,7 hingga 100%. Tegangan keluaran dan arusmasukan adalah simetris dan mengandung komponen searah (DC). Rangkaian ini adalah pengaturan setengah gelombang satu fasa dan hanya cocok untuk beban resistif daya rendah, pemanasan dan pencahayaan. Karena aliran daya diatur selama setengah siklus positif daritegangan masukan, maka jenis ini dikenal sebagai pengaturan satu arah.Gambar 2. Pengaturan sudut satu fasa.Jika
v
s
=
V
m
sin
ω
t =
s
V
2
sin
ω
t
adalah tegangan masukan dan sudut tunda penyulutan tiristor
T
1
adalah
ω
t
=
α
, tegangan rms keluaran ditentukan dari
( ) ( )( ) ( ) ( ) ( )
2121222122222
22sin221 2cos12cos1
42 sin2sin2
21
+−=−+−=
+=
∫ ∫ ∫ ∫
α α π π ω ω ω ω
π ω ω ω ω
π
π α π π π α π π
so
V t d t t d t
V t td V t td V V
Nilai rata-rata tegangan keluaran adalah :2