manusia lain sebagai jahat atau baik, juga tanpa bermaksud ’beriman’ padaajaran Nietzsche mengenai afirmasi hidup.Kondisi psikologis, kerap disebut situasi kebatinan, sangat berperan dalammenentukan kesehatan seseorang. Menurutku, ”orang baik” biasanya memilikipertarungan kebatinan yang lebih dalam, perang psikologis antara idealismespiritual dan realitas sosial & manusiawi. Ibarat baju putih yang akan lebihmuda terlihat nodanya, setiap pilihan sikap adalah keputusan yang diambilberdasarkan sinkronisasi ’dua unsur berjarak dua jengkal’, otak & hati,keseimbangan rasio dan rasa. Singkatnya, orang baik sering dianggap banyakpertimbangan antara ego dan socius, antara aku/kami dan dia/mereka, antaratenggang rasa dan tega.Konkretnya lebih mudah dipahami dalam perbandingan dengan orang terkenalseperti The News-Maker, Gayus Tambunan. Orang seperti Gayus akan tetapterlihat ceria dalam persidangan mega kasus pajaknya sekalipun. Tak ada yangterlalu membebani pikiran, pilihan sikap, dan keputusannya. Baginya, adatawaran datang untuk menyelesaikan kasus pajak secara simpel. Pihak sebelahtidak terlalu dirugikan bahkan bisa dikatakan untung, dan saya/kami pun tidakterlalu direpotkan (urusan birokrasi hukum hingga administrasi). Apalagi, ini ygpenting, transfer miliaran menjadi imbalan. Kesadaran Gayus belum munculsekalipun status terdakwa dan tahanan sudah mengikat dirinya. Ia tetapmenyempatkan dirinya bergembira ria dan menikmati hidup dengan pelesiranke Bali.
Mungkin sesederhana itu Gayus memandang hidup. Take it easy, tak perlu pikirpanjang, ibarat memesan makanan di restoran cepat saji atau pun menyantapmie instan. Statusnya sebagai aparat (apparatus=alat) negara yang mengembantugas negara, yang artinya merepresentasikan urusan dua ratusan juta rakyatRepublik ini, apalah itu. Semuanya terlalu ideal. Dan, yang ideal biasanyadipandang tidak riil, kurang konkret, kurang aktual,
lack of objectivity
. Yangpaling obyektif adalah tujuan terdekat, saya bekerja untuk mendapatkan duitdan dengan duit segala urusan hidup lainnya beres. Soal dari mana duit itu,halal atau tidaknya, itu masalah moral – religius. Soal legal, ilegal atau extralegal-kah proses kerja dan pendapatan yang saya peroleh, itu hanyalah masalahhukum yang bisa diatur kemudian.