KEPEMIMPINAN POLITIK
Para pemimpin berasal dari angkatan 1928 danangkatan 1945 dengan tokoh politik Soekarno sebagaititik dan pusatnya. Kepemimpinan tokoh politik ini berdasar pada politik mencari Kambing hitam. Karenasifatnya kharismatik dan paternalistik, tokoh politik inidapat menengahi dan kemudian memperoleh dukungandari pihak-pihak bertikai, baik dengan sukarela maupunkarena terpaksa. Dengan dialektika, pihak yang kurangkemampuannya akan tersingkir dari gelanggang politik dan yang kuat akan merajainya. Gimnastik politik inilebih menguntungkan PKI.
1. Diktaornya Soekarno
Setelah dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Indonesia jatuh pada masademokrasi terpimpin. Dalam demokrasi terpimpin Soekarno bertindak seperti seorangdiktator, hampir semua kekuasaan negara baik eksekutif, legislatif dan yudikatif berada padakekuasaannya. Sutan Takdir Alisyahbana menyamakan Soekarno dengan raja-raja kuno yangmengklaim dirinya sebagai inkarnasi tuhan atau wakil tuhan di dunia.Dekrit tersebut dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk mencari jalan keluar darikemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat. Undang-Undang Dasar 1945 membuka kesempatan bagi seorang presiden untuk bertahan selama sekurang-kurangnyalima tahun. Akan tetapi ketetapan MPRS No. III/1963 yang mengangkat Ir. Soekarno sebagai presiden seumur hidup telah membatalkan pembatasan waktu lima tahun ini. Selain itu banyak lagi tindakan yang menyimpang dari ketentuan Undang-Undang Dasar. Misalnyadalam tahun 1960 Ir. Soekarno sebagai Prseiden membubarkan Dewan Perwakilan Rakyathasil Pemilihan Umum, padahal dalam penjelasan Undang-Undang Dasar 1945 secaraeksplisit ditentukan bahwa presiden tidak mempunyai wewenang untuk berbuat demikian.Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong yang mengganti Dewan Perwakilan Rakyat
2Sistem Politik Indonesia